SILABUS DAN RPP BLOG

RPP lengkap Kurikulum 2013 dan KTSP

CONTOH KARYA ILMIAH PENDIDIKAN TINGKAT PENDIDIKAN MANAJER DAN KINERJA PERUSAHAAN GO-PUBLIC


TINGKAT PENDIDIKAN MANAJER DAN KINERJA
PERUSAHAAN GO-PUBLIC

Abstract
The aim of this research is to determine the effect of education level manager toward the
company’s performance. The education level manager is controlled by the variable accounting
income and cash flows. The method of data collecting of education level manager is done by the
questionaire, while the data of accounting income and the cash flows is collected by
documentation technique from the financial statement of manufacturing company’s which is
published in Indonesian Capital Market. Data of the stock returns movement as a company’s
performance parameter in Indonesia Capital Market is taken from Indonesian Securities Market
Database (ISMD). The population of this research are the entire of manufacturing company’s
which are listed and active in Indonesian Capital Market during the periode of 2001-2005. The
sample is taken with purposive sampling method based on the certain criteria and it gets 60
companies. The data is analyzed using the data panel regression which is done by the software of
EVIEWS-3 program. The result of the research by the entering the control variables of the
accounting income and cash flow, it is founded that the coefficient regression of education level
manager toward the company’s performance is positive and statistically significant toward
alpha 1%, as the probability t-statistic 0.0003 less than 0.01. It means that the education level
manager is positively influenced and significant toward the company’s performance. So, based
on the findings from data analysis of this research, hypothesis is accepted and proved.
Key words : Education level manager, accounting income, cash flow and
company’s performance.



Pendahuluan

Latar belakang masalah

Kinerja perusahaan adalah ukuran tingkat keberhasilan manajemen dalam mengelola
sumberdaya keuangan perusahaan, terutama pada pengelolaan investasi sebagai upaya untuk
menciptakan nilai bagi pemegang saham (Elizabeth, 2000: 76-85). Kinerja perusahaan
tersebut merupakan hasil dari serangkaian proses bisnis dengan mengorbankan berbagai
sumber daya, baik sumber daya manusia maupun keuangan perusahaan. Di pasar modal, para
investor menilai tingkat kinerja saham perusahaan menggunakan parameter laba akuntansi
dan arus kas. Untuk keadaan pasar modal Indonesia pertimbangan investasi masih banyak
didasarkan pada informasi non-akuntansi (Parawiyati dan Baridwan, 1998:2-3). Informasi
non-akuntansi yang penting untuk mengukur kinerja saham perusahaan di antaranya adalah
informasi tentang pendidikan manajer sebagai human capital yang dimiliki perusahaan.
Manajer termasuk kategori human capital derajat tertinggi, yaitu intelectual capital
yang paling sulit digantikan dan memiliki value added tinggi serta berperan sentral dalam
mencapai kinerja saham perusahaan (Stewart, 1997:137). Banyaknya tantangan bisnis
membawa implikasi bahwa hanya organisasi yang memiliki manajer dengan kemampuan
tinggi yang bisa dengan cepat mengubah strategi menjadi tindakan, mengelola proses secara
efisien, dan memaksimalkan sumbangan pekerja untuk menciptakan pertumbuhan
perusahaan secara kontinyu (Ulrich,1998:59-75).
Penelitian tentang hubungan pendidikan dengan kinerja perusahaan dilakukan oleh
Ginn (2000:102-106) menemukan bahwa peningkatan kinerja organisasi ditentukan oleh
pendidikan yang dimiliki seseorang. Pendidikan akan memenuhi apa yang secara khusus
dibutuhkan untuk bisa berkinerja lebih baik, sehingga memaksimalkan return on investment.
Wright (1987:121-134) melakukan riset empiris terhadap kinerja manajer perusahaanperusahaan
konsultan di Amerika Serikat, menemukan bahwa manajer lulusan master of
business administration (MBA) mencapai prestasi kerja (kemajuan karir) yang lebih cepat
dibanding lulusan bachelor of Business Administration (BBA). Keunggulan komparatif MBA
adalah keterampilan kepemimpinan dan kemampuan analisis pada level manajer untuk dapat
mengambil keputusan investasi yang menguntungkan. Keputusan-keputusan investasi yang
menguntungkan akan mampu meningkatkan jumlah kas bersih yang dihasilkan dari usaha
perusahaan.
Di Indonesia, penelitian Yunus (2000:143-156) menguji hubungan pendidikan dan
pelatihan dengan produktivitas kerja karyawan industri di Jawa Timur. Dengan sampel
sebanyak 5.475 orang ditemukan koefisien determinasi sebesar 0,657. Dengan analisis
private rate of return, diperoleh nilai koefisien efisiensi eksternal pendidikan dan pelatihan
sebesar 43,24%, lebih besar dibanding pengalaman kerja yang hanya sebesar 11%, sehingga
pendidikan memiliki hubungan kuat dengan kinerja perusahaan. Oleh karena itu, tingkat
pendidikan manajer merupakan faktor penting dalam pencapaian keberhasilan manajemen
dalam mengelola investasi untuk menciptakan nilai bagi pemegang saham (Priharini,
2001:14-16).
Selain faktor-faktor non-keuangan tingkat pendidikan manajer tersebut, nilai bagi
pemegang saham juga ditentukan oleh kinerja akuntansi yaitu laba dan arus kas. Pentingnya
informasi laba secara tegas telah disebutkan dalam Statement of Financial Accounting
Concept (SFAC) No.1, bahwa selain untuk menilai kinerja perusahaan juga untuk membantu
memperkirakan kemampuan laba yang representatif, serta untuk menaksir risiko investasi.
Informasi laba merupakan informasi yang dibutuhkan oleh para investor di pasar modal.
Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) pada tanggal 7 September 1994 mengesahkan
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Nomor 2 tentang Laporan Arus Kas.
Tujuan pernyataan tersebut untuk memberikan informasi historis tentang perubahan kas dan
setara kas suatu perusahaan selama suatu periode akuntansi melalui laporan arus kas. Arus
kas tersebut diklasifikasi berdasarkan kegiatan operasi, investasi, dan pendanaan. IAI
berpendapat bahwa informasi arus kas historis bermanfaat sebagai indikator dari arus kas
masa depan, dan berguna untuk meneliti kecermatan taksiran arus kas masa depan yang telah
dibuat sebelumnya.
Tujuan penelitian ini adalah menguji hubungan pendidikan manajer dan kinerja saham
perusahaan. Pada penelitian ini, pendidikan manajer dijadikan variabel independen terhadap
kinerja perusahaan karena alasan berikut ini. Pertama, informasi tentang pendidikan manajer
merupakan suatu keadaan khusus perusahaan karena secara kontekstual, dengan pendidikan
yang memadai manajer akan mampu mengambil keputusan investasi yang produktif dan
menguntungkan. Keputusan-keputusan investasi yang produktif dan menguntungkan dapat
meningkatkan kinerja saham perusahaan. Hal ini sesuai dengan human capital theory yang
menyatakan bahwa pendidikan merupakan investasi yang akan memberikan keuntungan
melalui produktivitas kerja (Cohen, 1993:140-157). Produktivitas kerja bagi sumber daya
manusia setingkat manajer perusahaan adalah keunggulannya dalam mengambil keputusan
bisnis yang menempatkan prioritas utama pada kepentingan pelanggan, karyawan, dan
pemegang sahamnya (Bowie, 1997:69-72). Wright (1987:121-134) meneliti kinerja
pimpinan perusahaan konsultan manajemen di Amerika Serikat menemukan bahwa pada
semua tingkat, manajer bergelar MBA (master of business administration) kinerjanya jauh
lebih cepat dan lebih tinggi dibanding manajer bergelar BA (bachelor of business
administration). Kedua, adanya pergeseran falsafah perusahaan tentang benchmark value
creation (tolok ukur penciptaan nilai). Ukuran akuntansi tradisional semata seperti laba
akuntansi dan arus kas dipandang kurang memadai sehingga diperlukan ukuran lain di
antaranya yaitu tingkat pendidikan manajer yang keberadaannya tidak mudah dimanipulasi
seperti halnya laba yang sering menjadi lahan rekayasa manajemen (Martin dan Petty,
2000:134-146).
Motivasi penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, pada penelitian sebelumnya,
kinerja perusahaan lebih banyak diprediksi dengan informasi keuangan yaitu laba akuntansi
dan arus kas (Wilson, 1987; Baridwan, 1997; Asyik, 1998; Gultom, 1999; Sutopo, 2001;
Board dan Day, 1989; Clubb, 1995 serta Hastuti dan Sudibyo,1998) tetapi hasilnya tidak
selalu positif. Hal ini menunjukkan bahwa kesimpulan mengenai faktor-faktor yang
mempengaruhi kinerja saham perusahaan belum konklusif. Penelitian ini mencari jawaban
atas temuan yang belum konklusif tersebut dengan meneliti faktor non-keuangan dalam
memperkirakan kinerja saham perusahaan. Kedua, bahwa faktor pendidikan manajer sebagai
informasi nonkeuangan tentang intellectual capital yang sangat dibutuhkan untuk
memaksimalkan kinerja saham perusahaan, belum dipertimbangkan pada penelitianpenelitian
sebelumnya. Penelitian Donalson (1991:128-139) menemukan beberapa faktor
nonkeuangan yaitu pendidikan manajer dan keterampilan karyawan perusahaan yang
mempengaruhi perubahan harga saham.
Sumbangan yang diharapkan dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama,
memberikan bukti empiris bahwa pendidikan manajer merupakan salah satu prediktor
terhadap kinerja saham perusahaan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai
bahan acuan dalam penelitian berikutnya tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja
saham perusahaan. Kedua, hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan
pertimbangan oleh praktisi pasar modal, bahwa pengambilan keputusan investasi tidak hanya
menggunakan laba akuntansi dan arus kas saja. Namun, pendidikan manajer sebagai
informasi tentang intellectual capital yang secara khusus mampu meningkatkan kinerja yang
lebih baik untuk memaksimalkan kinerja saham perusahaan di masa depan perlu
dipertimbangkan.
Menurut human capital theory, pendidikan merupakan investasi yang akan
memberikan keuntungan melalui produktivitas kerja (Cohen, 1993:140-157). Human capital
theory berasumsi bahwa nilai keuntungan investasi pendidikan yang berupa perbedaan
penghasilan merupakan aktualisasi diri dari nilai produktivitas marginal seseorang sebagai
hasil dari perbedaan investasi human capital melalui pendidikan. Pengukuran terhadap nilai
produktivitas marginal seseorang dapat dilakukan dengan earning function model, dimana
produktivitas adalah fungsi pendidikan sekolah, pendidikan keterampilan luar sekolah,
pengalaman, dan motivasi kerja (Cohen, 1993:140-157). Becker dan Gerhart (1996:779-801)
menyatakan bahwa peran pendidikan seseorang adalah sebagai pencipta nilai untuk
keunggulan kompetitif melalui penurunan biaya, orientasi pada pelanggan, peningkatan
produktivitas dan komitmen kerja.
Tingkat pendidikan personel dalam perusahaan disebut sebagai modal intelektual..
Modal intelektual memiliki peranan yang sangat penting dan strategis di dalam perusahaan.
Joesoef (2003:123) menyatakan bahwa ditinjau secara ekonomi, dengan modal intelektual
memungkinkan manusia untuk meningkatkan produktivitasnya, memelihara dan
mengembangkan sumber daya yang dimiliki serta membina motivasi yang tinggi dalam
mencapai prestasi. Pennings, Lee, dan Witeloostuijn (1998:435-438) membedakan modal
intelektual menjadi tiga: (1) human capital yaitu tingkat pendidikan dan kemampuan sumber
daya manusia yang dimiliki perusahaan seperti manajer dan karyawan, (2) structural capital
yaitu kemampuan perusahaan menyimpan, mempertahankan dan mengkonversikan
pengetahuan spesialisasi sumber daya manusia yang dimiliki menjadi kinerja perusahaan, (3)
customer capital yaitu pengetahuan yang dimiliki bersama di antara organisasi dan
pelanggan karena terjalinnya knowledge sharing yang baik sehingga reputasi organisasi di
mata pelanggan menjadi tinggi.
Vaizey (1992:36) melakukan penelitian di negara-negara maju menemukan bahwa
pendidikan dilakukan untuk mengubah kinerja, bukan untuk memelihara nilai-nilai tradisi.
Pendidikan dimanfaatkan pada nilai produktivitasnya sehingga pendidikan digunakan untuk
skrining tenaga kerja yang dianggap produktif dalam rangka meningkatkan kinerja
organisasi. Hasil analisis riset mereka menemukan fakta dimana pendidikan berpengaruh
positif pada kinerja organisasi dan signifikan pada alfa 1%. Di lingkungan industri dan
bisnis, kreativitas seharusnya dimiliki oleh orang-orang tertentu seperti manajer,
pengembang, dan perancang karena pada perusahaan-perusahaan modern yang serba
otomatis, pimpinan dituntut kemampuan adaptasi secara kreatif untuk mampu memecahkan
masalah dan menemukan gagasan-gagasan baru yang membawa kemajuan usaha (Vernon,
2002:124). Manajer perusahaan merupakan unsur organisasi bisnis yang sangat menentukan
lancar tidaknya organisasi dalam mewujudkan sasaran dan tujuannya. Menurut Arvan
(2004:98), manajer adalah seseorang yang mencapai hasil melalui orang lain dengan jalan
spesialisasi dalam pekerjaan, memimpin, merencanakan, menyusun, dan mengawasi.
Manajer harus memiliki keahlian untuk menuntun dan membimbing orang lain. Manajer
adalah orang yang mengatur pekerjaan dan kerjasama yang baik dengan menggerakkan orang
untuk mencapai sasaran. Ia berwenang dan bertanggung jawab membuat rencana, mengatur
organisasi, membimbing, dan mengarahkan orang serta mengawasi pelaksanaannya untuk
mencapai sasaran dan tujuan tertentu.
Penelitian tentang pengaruh pendidikan manajer terhadap kinerja perusahaan telah
dilakukan oleh Wright (1987:121-134) yang meneliti kinerja 110 manajer puncak
perusahaan konsultan di Amerika Serikat yang terdiri dari 54 orang bergelar MBA dan 56
orang BA. Hasil penelitian menemukan bahwa manajer bergelar MBA mampu mencapai
kinerja perusahaan yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang bergelar BA, dengan
perbedaan yang signifikan (p=0,04). Kelsey, et. all, (1983:80) yang menyatakan bahwa
tingkat pendidikan mempengaruhi kinerja perusahaan. Du (2007:45) dalam penelitian
survainya di Xi’an China menyatakan bahwa pendidikan berhubungan positif terhadap
kinerja perusahaan dan secara ststistik signifikan pada alfa 5%. Sedangkan di Indonesia,
Jalius (1991:112) telah meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja organisasi. Dalam
penelitiannya, ia menemukan bahwa tingkat pendidikan manajer berpengaruh signifikan
terhadap kinerja organisasi. Pada perusahaan-perusahaan yang go-public, Sulaiman
(1994:146) menguji informasi nonkeuangan yang mempengaruhi perubahan harga saham. Ia
menemukan bahwa pendidikan manajer (sebagai faktor nonkeuangan) berpengaruh positif
terhadap perubahan harga saham.
Selain faktor-faktor non-keuangan tingkat pendidikan manajer tersebut, nilai bagi
pemegang saham juga ditentukan oleh kinerja akuntansi yaitu laba dan arus kas. Pentingnya
informasi laba secara tegas telah disebutkan dalam Statement of Financial Accounting
Concept (SFAC) No.1, bahwa selain untuk menilai kinerja perusahaan juga untuk membantu
memperkirakan kemampuan laba yang representatif, serta untuk memperkirakan risiko
investasi. Informasi laba merupakan informasi yang dibutuhkan oleh para investor di pasar
modal. Wilson (1987:302-306) yang menguji kandungan informasi laba akrual dan
komponen dana. Studi ini menguji apakah kedua variabel tersebut memiliki tambahan
informasi melebihi laba itu sendiri. Ia mengukur komponen laba akrual berdasarkan modal
kerja dari operasi dikurangi laba. Sedangkan komponen dana diukur atas dasar modal kerja
dari operasi. Studi ini membuktikan bahwa komponen laba akrual dan komponen dana
memiliki tambahan informasi untuk penilaian kinerja perusahaan. Selanjutnya, Baridwan
(1997:12) meneliti manfaat laporan arus kas dengan menguji perbedaan distribusi variabel
arus kas dan variabel laba. Supriyadi (1998:148) juga meneliti kemampuan arus kas dalam
memprediksi arus kas di masa depan. Durya (1999:13) menguji dengan membandingkan
volume perdagangan dan return saham sebelum dan sesudah perusahaan menerbitkan
laporan arus kas. Sutopo (2001:112-19) menguji kandungan informasi arus kas
dibandingkan informasi laba. Berdasarkan hasil-hasil uji empiris di atas menunjukkan
adanya hubungan antara laba dan arus kas dengan kinerja perusahaan. Oleh karena itu, pada
penelitian ini informasi laba dan arus kas menjadi variabel kontrol. Donalson (1991:131-137)
menguji informasi non-keuangan yang mempengaruhi perubahan harga saham. Penelitian
mereka menemukan bahwa pendidikan manajer (sebagai faktor non-keuangan) berpengaruh
positif terhadap perubahan harga saham, dan signifikan pada alfa 5%. Berdasar landasan
berpikir tersebut maka dihipotesiskan bahwa: “Pendidikan manajer, dikontrol dengan laba
akuntansi dan arus kas, memiliki pengaruh positif terhadap kinerja saham perusahaan”.


NB : JIKA SOBAT INGIN VERSI LENGKAPNYA, SILAHKAN REQUEST DIKOLOM KOMENTAR DENGAN MENINGGALKAN E-MAILNYA............

Bagikan :
+
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "CONTOH KARYA ILMIAH PENDIDIKAN TINGKAT PENDIDIKAN MANAJER DAN KINERJA PERUSAHAAN GO-PUBLIC"

PageRank

PageRank for wirajunior.blogspot.com
 
Template By Kunci Dunia
Back To Top