Wednesday, July 17, 2013

CONTOH MAKALAH EKONOMI ANALISIS PEMBANGUNAN EKONOMI DAERAH

 " MAKALAH EKONOMI ANALISIS PEMBANGUNAN EKONOMI DAERAH "

BAB I
PENDAHULUAN
   A.    Latar Belakang
            Perencanaan pembagunan ekonomi suatu negara atau daerah memerlukan berbagai macam data untuk dasar penentuan strategi dan kebijaksanaan, agar sasaran pembangunan dapat dicapai dengan tepat. Strategi dan kebijaksanaan pembangunan ekonomi yang telah di ambil di masa lalu perlu dikaji dan dilihat hasilnya yaitu untuk memberikan gambaran tentang sasaran-sasaran yang akan dicapai pada masa yang akan datang.
            Pembangunan ekonomi merupakan serangkaian usaha kebijakan yang bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat, meningkatkan hubungan ekonomi regional dan mengusahakan pergeseran kegiatan ekonomi dari sektor primer ke sekunder dan tersier. Arah pembangunan ekonomi perlu diupayakan sedemikian rupa sehingga pendapatan masyarakat dapat meningkat dan tingkat pemerataan kesejahteraan dinikmati seadil mungkin.
            Guna mencapai target dan sasaran yang realistis dalam proses pembangunan di daerah, dibutuhkan suatu perencanaan pembangunan yang memperhatikan potensi dan karakteristik perekonomian daerah. Dalam hal ini secara geografis suatu daerah  akan memiliki endowment factor yang berbeda dengan daerah lain. Perencanaan pembangunan yang dimaksud dapat dilakukan dengan pendekatan makro dan mikro regional.
            Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) adalah salah satu bentuk penyajian data yang bisa menggambarkan struktur perekonomian daerah pada tahun yang bersangkutan. Untuk mengetahui analisis pembangunan ekonomi daerah dengan menggunakan teknik Shift Share (SS) dan Location Quotient (LQ). Analisis shift share dapat digunakan untuk menganalisis performance dan posisi daya saing perekonomian daerah dalam cakupan wilayah tertentu yang menjadi unit analisis.

BAB II
PEMBAHASAN
A.    PROFIL KABUPATEN KEDIRI
           
KONDISI GEOGRAFIS
            Posisi geografi Kabupaten Kediri terletak antara 111o 47' 05" sampai dengan  112o 18'20" Bujur Timur dan 7o 36' 12" sampai dengan  8o 0' 32 Lintang Selatan. Wilayah Kabupaten Kediri diapit oleh 5  Kabupaten, yakni :
- Sebelah Barat            :Tulungagung dan Nganjuk
- Sebelah Utara           : Nganjuk dan Jombang
- Sebelah Timur           : Jombang dan Malang
- Sebelah Selatan         : Blitar dan Tulungagung
            Kondisi topografi terdiri dari dataran rendah dan pegunungan yang dilalui aliran sungai Brantas yang membelah  dari selatan  ke utara. pada tahun 2005  suhu udara berkisar antara 23o C sampai dengan 31o C dengan tingkat curah hujan rata-rata sekitar 1652 mm per hari. secara keseluruhan luas wilayah ada sekitar 1.386.05  KM2 atau + 5%, dari luas wilyah propinsi Jawa Timur.
            Wilayah Kabupaten kediri  diapit oleh dua gunung yang berbeda sifatnya, yaitu Gunung Kelud di sebelah Timur yang bersifat Vulkanik dan Gunung Wilis disebelah barat yang bersifat non vulkanik, sedangkan tepat di bagian tengah wilyah Kabupaten Kediri melintas sungai Brantas yang membelah Wilayah Kabupaten Kediri menjadi dua bagian, yaitu bagian Barat sungai Brantas: merupakan perbukitan lereng Gunung Wilis dan Gunung Klotok dan bagian timur Sungai Brantas.

PENDUDUK DAN TENAGA KERJA
1.1. Penduduk
            Jumlah penduduk kabupaten Kediri pada akhir tahun 2008 tercatat ada 1.464.809 jiwa. Ada penambahan 11.190 jiwa, dibandingkan tahun 2007 jumlah kelahiran dan kematian selisih 7.864 jiwa, masing-masing sebanyak 15.365 dan 7.496 jiwa. Selanjutnya dapat di hitung ada net-Migrasi sebanyak 3.326 jiwa.
1.2. Tenaga Kerja
            Menurut catatan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kediri, pada tahun 2008 tercatatat ada sekitar 6.386 lowongan keja baru, turun 31,61% dibandingkan kondisi tahun 2007. sedangkan jumlah pencari kerja baru yang tercatatat ada sebanyak 10.169 orang. Jumlah penempatan Tenaga Kerja ada sebanyak 6.386. ini berarti penyerapan lowongan kerja baru adalah 100 %.
            Berdasarkan tingkat pendidikannya pencari kerja di Kabupaten kediri sebagian besar lulusan SLTA (57 %), Perguruan tinggi (24 %) SLTP (15 %) dan SD (4 %).

POTENSI EKONOMI
            Kabupaten Kediri merupakan daerah agraris dan daerah potensi pariwisata yang terletak +125 km sebelah barat kota Surabaya. Posisi Kabupaten Kediri sangat Strategis sebagai pusat pengembangan perekonomian karena terletak di tengah-tengah wilayah Jawa Timur bagian barat. Kawasan Jawa Timur bagian barat ini merupakan daerah yang sangat potensial untuk dikembangkan, karena dari sisi geografis (topografi, kesuburan tanah, curah hujan dll) dan Demografi (jumlah penduduk, PDRB dll) sangat mendukung untuk pengembangan perekonomian. Namun demikian dari sisi ekonomi sampai saat ini belum tergarap secara maksimal, karena selama ini kegiatan perekonomian terkonsentrasi di Surabaya. Oleh karena itu perlu dibentuk pusat perekonomian baru (Trade Centre) di wilayah Jawa Timur Bagian Barat. Dengan demikian masyarakat akan memiliki alternatif yang lebih ekonomis dan effisien untuk melakukan kegiatan perdagangan pada khususnya dan kegiatan ekonomi lainnya.

B. POTENSI EKONOMI DILIHAT DARI SEKTOR PDRB
            Perkembangan besaran nilai PDRB atas dasar harga konstan (ADHK) menggambarkan perkembangan potensi ekonomi daerah yang terbebas atau tidak terpengaruh tingkat kenaikan harga dengan tahun 2000 sebagai patokan atau dasar perhitungan.
Sumber: BPS Kabupaten Kediri
            Besaran nilai PDRB Kabupaten Kediri ADHK tahun 2009 adalah sebesar 6,25 triliun rupiah, naik 532,86 milyar rupiah dibandingkan dengan kondisi tahun 2007.
            Sektor Pertanian nilai PDRB adhk nya naik 135,2 milyar rupiah menjadi 2,27 trilyun rupiah. Sektor perdagangan naik 171,1 milyar rupiah menjadi 1,65 trilyun rupiah. Sektor industri naik 92,8 milyar rupiah menjadi 0,96 trilyun rupiah. Sedangkan sektor jasa-jasa naik 58,0 milyar rupiah menjadi sekitar 0,64 trilyun rupiah.
            Berdasarkan dari data PDRB Kabupaten Kediri, Kabupaten Kediri memiliki potensi ekonomi dilihat dari 3 sektor ungggulan yang dimiliki. 3 sektor unggulan tersebut meliputi : (1) Pertanian ; (2) Perdagangan, Hotel, dan Restoran ; dan (3) Industri Pengolahan. 3 sektor tersebut memiliki peran yang yang signifikan bagi Kabupaten Kediri untuk meningkatkan pembangunan ekonomi daerah.

C. ANALISIS LOCATION QUOTIENT (LQ) KABUPATEN KEDIRI
            Analisis teknik LQ merupakan suatu alat yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat spesialisasi relatif suatu daerah dalam menunjukkan besar kecilnya peran suatu sektor dalam suatu daerah dibandingkan dengan peran sektor yang sama di daerah lain.
            Dari data PDRB Kabupaten Kediri setelah dibandingkan dengan PDRB Jawa Timur, 3 Sektor unggulan dari analisis LQ, didapat bahwa 3 sektor yang berperan aktif adalah sektor pertanian, pertambangan dan penggalian, dan sektor jasa-jasa.
a.       Subsektor yang memiliki  nilai Location Quotient lebih dari satu selama 5 tahun pengamatan (tahun 2005-2009) meliputi:
§  Tanaman bahan makanan
§  Tanaman perkebunan
§  Kehutanan
§  Penggalian
§  Lembaga keuangan bukan bank
§  Sewa bangunan
§  Jasa sosial kemasyarakatan
§  Barang dari kayu dan hasil hutan lainnya
§  Kertas dan barang cetakan
§  Angkutan jalan raya
§  Pemerintahan umum
b.      Subsektor yang memiliki nilai Location Quotient lebih dari satu selama 2 tahun (2005 dan 2009) pengamatan meliputi:
§  Perdagangan
c.       Subsektor yang memiliki nilai Location Quotient kurang dari satu selama 5 tahun pengamatan (2005-2009) meliputi:
§  Perikanan
§  Konstruksi
§  Peternakan
§  Makanan,minuman dan tembakau
§  Tekstil, barang dari kulit dan alas kaki
§  Pupuk, kimia dan barang dari karet
§  Semen dan barang galian bukan logam
§  Alat angkut mesin dan peralatannya
§  Barang lainnya
§  Listrik
§  Air bersih
§  Hotel
§  Restoran
§  Angkutan rel
§  Jasa penunjang angkutan
§  Pos dan telekomunikasi
§  Jasa penunjang komunikasi
§  Bank
§  Jasa perusahaan
§  Jasa hiburan dan kebudayaan
§  Jasa penunjang keuangan
d.      Subsektor yang memiliki nilai Location Quotient sama dengan nol selama 5 tahun pengamatan (tahun 2005-2009) meliputi:
§  Angkutan laut
§  Pertambangan migas
§  Pertambangan non migas
§  Logam dasar, besi dan baja
§  Gas kota
§  Angkutan penyeberangan
§  Angkutan udara
            Pada sektor pertanian hasil LQ menunjukkan bahwa dari tahun 2005 sampai tahun 2009, sektor pertanian Kabupaten Kediri selalu mengalami peningkatan. Dimana pada tahun 2005 LQ sektor pertanian menunjukkan sebesar 2,19 ; pada tahun 2006 sebesar 2,20 ; pada tahun 2007 sebesar 2,24 ; pada tahun 2008 sebesar 2,27 ;  dan pada tahun 2009 sebesar 2,32. Dengan rincian subsektor yang paling berperan dari sektor pertanian adalah subsektor tanaman perkebunan, tanaman bahan makanan, dan kehutanan, dimana subsektor tanaman perkebunan adalah subsektor yang memiliki keunggulan komparatif yang berpengaruh besar terhadap sektor pertanian Kabupaten Kediri dan paling stabil di antara subsektor-subsektor yang ada.
            Pada sektor pertambangan dan penggalian, hasil LQ menunjukkan bahwa dari tahun 2005 sampai tahun 2009, sektor pertambangan dan penggalian Kabupaten Kediri  mengalami penurunan. Dimana pada tahun 2005 LQ sektor pertambangan dan penggalian menunjukkan sebesar 1,41 ; pada tahun 2006 sebesar 1,36 ; pada tahun 2007 sebesar 1,30 ; pada tahun 2008 sebesar 1,27 ;  dan pada tahun 2009 sebesar 1,24. Dimana subsektor penggalian yang mendominasi sektor pertambangan dan penggalian, karena di Kabupaten Kediri tidak memiliki potensi dalam pertambangan migas maupun non migas.
            Pada sektor jasa-jasa hasil LQ menunjukkan bahwa dari tahun 2005 sampai tahun 2009, sektor jasa-jasa Kabupaten Kediri mengalami perkembangan yang tidak terlalu besar dan mengalami penurunan di tahun 2009 . Dimana pada tahun 2005 LQ sektor jasa-jasa menunjukkan sebesar 1,24 ; pada tahun 2006 sebesar 1,24 ; pada tahun 2007 sebesar 1,26 ; pada tahun 2008 sebesar 1,24 ;  dan pada tahun 2009 sebesar 1,11. Dengan rincian subsektor yang paling berperan dari sektor jasa-jasa adalah subsektor pemerintahan umum dan jasa sosial kemasyarakatan yang berperan dalam sektor jasa-jasa Kabupaten Kediri.
            Dari analisis LQ di atas sektor pertanian di Kabupaten Kediri adalah sektor unggulan dibandingkan dengan sektor lainnya di Kabupaten Kediri. Sektor pertanian bisa dikatakan bahwa memiliki potensi pembangunan ekonomi yang berpengaruh bagi pembangunan ekonomi Kabupaten Kediri.
            Berdasarkan pada analisis dengan LQ di atas dapat disusun posisi relatif unggulan komparatif subsektor perekonomian Kabupaten Kediri selama tahun 2005-2009 dibandingkan dengan perekonomian provinsi Jawa Timur sebagai berikut:
Kuadran 1
§  Tanaman bahan makanan
§  Tanaman perkebunan
§  Kehutanan
§  Penggalian
§  Lembaga keuangan bukan bank
§  Sewa bangunan
§  Jasa sosial kemasyarakatan
§  Barang dari kayu dan hasil hutan lainnya
§  Kertas dan barang cetakan
§  Angkutan jalan raya
§  Pemerintahan umum

Kuadran 2

§  Perdagangan

Kuadran 3
§  Angkutan laut
§  Pertambangan migas
§  Pertambangan non migas
§  Logam dasar, besi dan baja
§  Gas kota
§  Angkutan penyeberangan
§  Angkutan udara

Kuadran 4
§  Perikanan
§  Konstruksi
§  Peternakan
§  Makanan,minuman dan tembakau
§  Tekstil, barang dari kulit dan alas kaki
§  Pupuk, kimia dan barang dari karet
§  Semen dan barang galian bukan logam
§  Alat angkut mesin dan peralatannya
§  Barang lainnya
§  Listrik
§  Air bersih
§  Hotel
§  Restoran
§  Angkutan rel
§  Jasa penunjang angkutan
§  Pos dan telekomunikasi
§  Jasa penunjang komunikasi
§  Bank
§  Jasa perusahaan
§  Jasa hiburan dan kebudayaan
§  Jasa penunjang keuangan

D. ANALISIS SHIFT SHARE (SS) KABUPATEN KEDIRI
            Analisis Shift Share (SS) merupakan salah satu teknik yang sering digunakan dalam daerah. Analisis SS merupakan suatu teknik yang berguna untuk menganalisis perubahan dalam struktur perekonomian daerah terhadap perekonomian nasionalnya, selanjutnya akan dapat diketahui produktivitas perekonomian suatu daerah.
            Berdasarkan analisis Shift Share dapat dijelaskan bahwa pertumbuhan kegiatan ekonomi di Kabupaten Kediri selama tahun 2005-2009 ditentukan oleh 3 hal, yakni :
1.      Pertumbuhan Provinsi
            Pertumbuhan provinsi mengukur perubahan output (PDRB) yang akan terjadi bila semua industri di daerah tumbuh pada tingkat yang sama dengan PDRB nya. Nilai positif pada komponen pertumbuhan provinsi mengandung arti bahwa subsektor-subsektor dalam perekonomian provinsi pertumbuhannya cepat dan memberikan pengaruh positif kepada perekonomian Kabupaten Kediri. Nilai negatif pada komponen pertumbuhan provinsi mengandung arti bahwa subsektor-subsektor dalam perekonomian provinsi pertumbuhannya lambat dan memberikan pengaruh negatif kepada perkonomian Kabupaten Kediri. Berdasarkan pada perhitungan shift share di atas menunjukkan bahwa semua subsektor memiliki nilai positif, yaitu sebesar 1316022,925. Nilai positif pada komponen pertumbuhan propinsi mengandung arti bahwa subsektor-subsektor dalam perekonomian Propinsi Jawa Timur pertumbuhannya cepat dan memberikan pengaruh positif kepada perekonomian Kabupaten Kediri. Sedangkan nilai nol (0) pada komponen pertumbuhan propinsi menunjukkan bahwa subsektor yang bersangkutan tidak memberikan pengaruh terhadap perekonomian daerah. Dalam hal ini, subsektor-subsektor yang bernilai nol (0) lebih disebabkan karena di Kabupaten Kediri subsektor-subsektor tersebut tidak menghasilkan output.
2.      Sruktur Industri
            Struktur industri menghitung dampak dari komposisi industri daerah. selain itu komponen ini juga menghitung perbedaan antara pertumbuhan kabupaten dengan menggunakan pertumbuhan propinsi sektoral dan pertumbuhan kabupaten dengan menggunakan pertumbuhan pertumbuhan propinsi total. Daerah kabupaten dapat tumbuh lebih cepat atau lebih lambat dari propinsi. Perbedaan tingkat pertumbuhan ini disebabkan oleh komposisi sektor yang berbeda. Nilai positif pada komponen ini menunjukkan bahwa daerah kabupaten Kediri berkonsentrasi pada sektor-sektor yang pertumbuhannya cepat secara regional (propinsi). Hal ini karena tingkat pertumbuhan kegiatan ekonomi di daerah di atas rata-rata pertumbuhan kegiatan ekonomi di tingkat ekonomi secara total.sedangkan nilai negatif menunjukkan bahwa kabupaten Kediri berkonsentrasi pada sektor-sektor yang pertumbuhannya lamban secara regional (propinsi). Hal ini karena tingkat pertumbuhan kegiatan ekonomi di daerah di bawah rata-rata pertumbuhan kegiatan ekonomi di tingkat propinsi secara total.
Subsektor – subsektor yang bernilai positif secara rinci meliputi:
a.       Kehutanan
b.      Perikanan
c.       Penggalian
d.      Kertas dan barang cetakan
e.       Pupuk, kimia dan barang dari karet
f.       Perdagangan
g.      Jasa penunjang angkutan
h.      Pos dan telekomunikasi
i.        Jasa penunjang komunikasi
j.        Bank
k.      Lembaga keuangan bukan bank
l.        Jasa perusahaan
m.    Jasa hiburan dan kebudayaan
n.      Jasa perorangan dan rumah tangga
o.      Alat angkut mesin dan peralatannya
p.      Pemerintahan umum
q.      Jasa sosial kemasyarakatan
Subsektor-subsektor yang bernilai negatif meliputi:
a.       Semen dan barang galian bukan logam
b.      Listrik
c.       Hotel
d.      Restoran
e.       Sewa bangunan
f.       Tanaman bahan makanan
g.      Tanaman perkebunan
h.      Peternakan
i.        Makanan, minuman, dan tembakau
j.        Tekstil, barang dari kulitdan alas kaki
k.       Barang dari kayu dan hasil hutan lainnya
l.        Barang lainnya
m.    Air bersih
n.      Konstruksi
o.      Angkutan rel
p.      Angkutan jalan raya
Subsektor-subsektor yang bernilai nol (0) meliputi:
a.       Angkutan laut
b.      Pertambahan migas
c.       Pertambahan non migas
d.      Logam dasar, besi dan baja
e.       Gas kota
f.       Angkutan penyeberangan
g.      Angkutan udara
h.      Jasa penunjang keuangan
Secara total, komponen struktur industri memiliki nilai sebesar -1,94228
3.      Daya Saing Regional
            Komponen daya saing regional mengukur perbedaan tingkat pertumbuhan antara industri di tingkat propinsi dengan industri di tingkat kabupaten. Komponen daya saing akan menghasilkan nilai yang mempresentasikan pertumbuhan industri di tingkat kabupaten lebih cepat atau lebih lambat dari pertumbuhan industri di tingkat propinsi. Nilai positif menunjukkan bahwa industri di Kabupaten Kediri tumbuh lebih cepat dari pada industri yang sama di tingkat propinsi. Selain itu nilai positif pada komponen ini juga mengandung arti bahwa komposisi kegiatan ekonomi di daerah sudah baik untuk daerah (kabupaten) yang bersangkutan. Sedangkan nilai negatif menunjukkan bahwa industri di daerah tumbuh lebih lambat dari industri yang sama pada tingkat propinsi. Selain itu nilai negatif pada komponen ini juga mengandung arti bahwa komposisi kegiatan ekonomi di daerah belum cukup baik di kabupaten Kediri.
Subsektor-subsektor yang mempunyai nilai positif meliputi:
a.       Tanaman bahan makanan
b.      Tanaman perkebunan
c.       Makanan, minuman dan tembakau
d.      Tekstil, barang dari kulit dan alas kaki
e.       Barang dari kayu dan hasil hutan lainnya
f.       Air bersih
g.      Perdagangan
h.      Hotel
i.        Angkutan rel
j.        Angkutan jalan raya
k.      Sewa bangunan
l.        Jasa perusahaan
m.    Semen dan barang galian bukan logam
n.      Barang lainnya
o.      Listrik
p.      Restoran
q.      Bank
r.        Lembaga keuangan bukan bank
Subsektor-subsektor yang bernilai negatif meliputi:
a.       Kehutanan
b.      Alat angkut mesin dan peralatannya
c.       Konstruksi
d.      Pos dan telekomunikasi
e.       Jasa sosial kemasyarakatan
f.       Jasa hiburan dan kebudayaan
g.      Jasa perorangan dan rumah tangga
h.      Peternakan
i.        Perikanan
j.        Penggalian
k.      Kertas dan barang cetakan lainnya
l.        Pupuk, kimia dan barang dari karet
m.    Jasa penunjang angkutan
n.      Jasa penunjang komunikasi
o.      Pemerintahan umum
Subsektor-subsektor yang bernilai nol (0) meliputi:
a.       Angkutan laut
b.      Pertambangan migas
c.       Pertambangan non migas
d.      Logam dasar, besi dan baja
e.       Gas kota
f.       Angkutan penyeberangan
g.      Angkutan udara
h.      Jasa penunjang keuangan
            Berdasarkan pada hasil perhitungan dengan menggunakan teknik Shift Share di atas dapat dijelaskan lebih jauh bahwa:
a.       Komponen total pengaruh memberikan nilai sebesar -1,9358
b.      Komponen pertumbuhan propinsi sebesar 1316022,925 mempresentasikan sejumlah output yang dihasilkan oleh kegiatan ekonomi di Kabupaten Kediri yang di akibatkan oleh kegiatan ekonomi provinsi Jawa Timur selama tahun 2005-2009. Akan tetapi secara aktual, output di Kabupaten Kediri sebesar -1,9358. Hal ini menunjukkan bahwa performance perekonomian Kabupaten kediri secara rata-rata belum sesuai dengan performance perekonomian provinsi Jawa timur.
c.       Komponen struktur industri secara total memiliki nilai -1,94228. Hal ini mengandung arti bahwa perekonomian Kabupaten Kediri memiliki output sebesar -1,94228 lebih kecil dari yang dapat dimiliki bila struktur perekonomiannya sama dengan tingkat provinsi.
d.      Komponen daya saing regional memiliki output sebesar  64732078375. Hal ini mengandung arti bahwa output baru di Kabupaten Kediri dapat tercipta sebesar 64732078375 sebagai akibat dari posisi daya saing yang dimilikinya.







BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan







DAFTAR RUJUKAN
Imam Mukhlis. 2011. Ekonomi Pembangunan Tulungagung: CAHAYA ABADI.
www.kediri.go.id
BPS Badan Pusat Statistik Kabupaten Kediri. Produk Domestik Regional Bruto.

Bagikan ke :

Facebook Google+ Twitter Digg Technorati Reddit
MAKALAH EKONOMI LENGKAP

0 komentar:

Post a Comment

 

© 2011 Wira Junior Blog - Designed by Mukund | ToS | Privacy Policy | Sitemap

About Us | Contact Us | Write For Us