SILABUS DAN RPP BLOG

RPP lengkap Kurikulum 2013 dan KTSP

SKRIPSI LENGKAP PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PELAKSANAAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BAGI NARAPIDANA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN



PELAKSANAAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
BAGI NARAPIDANA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN

PENDAHULUAN
.     Latar Belakang Masalah

Tindak kriminal banyak terjadi di negara kita. Hal itu tidak dapat dipungkiri karena dari dulu hingga sekarang walaupun hukum sudah ditegakkan tetapi tindak kriminal malah semakin meningkat prosentasenya.26 Aparat keamanan juga semakin lancar menumpas dan menangkap para pelakunya yang secara tidak langsung mengganggu keamanan dan meresahkan masyarakat. Untuk menampung para pelaku kriminalitas ini pemerintah telah mendirikan suatu lembaga yang dikenal dengan nama Lembaga Pemasyarakatan/Rumah Tahanan Negara. Dikatakan Lembaga Pemasyarakatan/Rumah Tahanan Negara karena lembaga hukum ini berfungsi ganda, di dalamnya tidak hanya menampung narapidana saja melainkan juga menampung tahanan titipan.

Orang yang melakukan tindak kriminal secara umum dikenal oleh masyarakat dengan panggilan narapidana. Tindak kriminal yang mereka lakukan sangat merugikan masyarakat sekitar dan menjadi cela dalam kehidupan sosial ini. Oleh sebab itu, pelaku tindak kejahatan itu harus diberantas agar keamanan tetap terjaga dan masyarakat pun merasa aman melakukan aktifitasnya masing-masing. Sebesar apapun tindak kejahatan yang telah mereka lakukan, aparat keamanan tetap berharap agar mereka sadar dan bertobat serta tidak mengulangi perbuatan buruknya. Narapidana adalah orang yang pada suatu waktu tertentu sedang menjalani pidana, karena dicabut kemerdekaan bergeraknya berdasarkan keputusan hakim. Jadi, narapidana adalah seorang terhukum yang dikenakan pidana dengan menghilangkan kemerdekaannya di tengah-tengah masyarakat yang telah mendapat keputusan pengadilan (Hakim). Tujuan dari hukuman ini ialah untuk menjerakannya dan melindungi masyarakat terhadap kejahatan yang dilakukannya. Pelaksanaan hukuman itu berbentuk melakukan penutupan paksa dengan jalan diasingkan dari masyarakat ke dalam Lembaga Pemasyarakatan/Rumah Tahanan Negara.27 Di dalam Lembaga Pemasyarakatan/Rumah Tahanan Negara biasanya hukuman yang dijalankan oleh tiap narapidana berlain-lainan, ada hukuman jangka pendek, jangka panjang di samping ada juga narapidana yang dihukum seumur hidup dan hukuman mati. Panjang pendeknya hukuman di dalam
Lembaga Pemasyarakatan/Rumah Tahanan Negara diklasifikasikan sebagai
berikut:28
1. Jangka pendek, yaitu narapidana yang dijatuhi hukuman antara satu hari
sampai tiga bulan,
2. Jangka sedang, yaitu narapidana yang dijatuhi hukuman antara tiga bulan
sampai satu tahun,
3. Jangka panjang, yaitu narapidana yang dijatuhi hukuman diatas satu tahun.
Di samping tingkat hukuman para narapidana yang terdapat di Lembaga Pemasyarakatan/Rumah Tahanan Negara tersebut, maka narapidana tersebut juga terdiri dari bermacam-macam tingkat kejahatan yang mereka lakukan, seperti tindak pidana pembunuhan, perampokan, pencurian,

penyelundupan, pemerkosaan, curanmor, produser vcd porno, penjualan narkotika, perdagangan wanita dan anak-anak, pemerasan, pencopetan, pemalsuan uang, korupsi dan lain sebagainya.
Narapidana adalah juga makhluk sosial. Oleh karena itu, haruslah ditanamkan kepada setiap narapidana bahwa ia adalah anggota masyarakat. Setiap anggota masyarakat harus mentaati, mematuhi, menjalankan kaidahkaidah yang berlaku di dalam masyarakat ini. Maka di dalam sistem pemasyarakatan di dalam pembinaannya, narapidana tidak boleh diasingkan dari masyarakat ramai, melainkan perlu dipergaulkan ke tengah-tengah masyarakat umum.29

Pendidikan agama Islam merupakan salah satu cara untuk membina dan mendidik mereka di Lembaga Pemasyarakatan/Rumah Tahanan Negara, sehingga timbullah kesadaran dalam diri mereka bahwa perbuatan mereka tidak benar karena sudah melampaui batas norma dan etika dalam hidup bersama di suatu masyarakat serta menimbulkan rasa tidak aman dan kerugian

harta benda dan kerusakan mental bagi para korbannya (seperti perampokan dan penggunaan narkotika) dan hal ini dapat kita lihat di salah satu Lembaga Pemasyarakatan Klas II A yang berada di Jember. Dengan adanya pembinaan pendidikan Islam para narapidana bisa memiliki pengetahuan agama yang lebih banyak, menumbuhkan dan mengembangkan kesadaran untuk melasanakan ajaran-ajaran agama dalm kehidupan sehari-hari, terutama yang berhubungan dengan ibadah dan akhlaq, serta menimbulkan sikap dan suasana kejiwaan yang diliputi oleh nilai-nilai agama seperti : sabar, tawakkal, mutma’innah, pasrah dan tidak putus asa.30

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka peneliti dapat merumuskan beberapa rumusan masalah sebagai berikuit:
1. Bagaimana pelaksanaan Pendidikan Agama Islam di Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Jember?
2. Bagaimana hambatan pelaksanaan Pendidikan Agama Islam di Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Jember?

C. Tujuan Penelitian
Sebagaimana yang telah kita ketahui bersama bahwa setiap kegiatan atau aktivitas yang dilakukan seseorang pasti mempunyai tujuan yang ingin dicapai. Penulisan skripsi inipun memiliki tujuan, diantaranya:
1. Untuk mengetahui pelaksanaan Pendidikan Agama Islam di Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Jember pada saat ini.
2. Untuk mengidentifikasi hambatan pelakasanaan Pendidikan Agama Islam di Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Jember.

D. Kegunaan Penelitian
Demikian pula dalam penulisan skripsi ini juga mempunyai kegunaan,
yaitu:
1. Sebagai penambah wawasan dan ilmu pengetahuan tentang tentang Lembaga Pemasyarakatan sebagai wadah untuk memberikan pembinanan Pendidikan Agama Islam bagi para narapidana.
2. Dapat memahami manfaat adanya pembinanan Pendidikan Agama Islam dalam bentuk pribadi yang baik bagi para narapidana.

E. Ruang Lingkup Penelitian dan Keterbatasan Penelitian
Lembaga Pemasyarakatan / Rumah Tahanan Negara merupakan suatu lembaga yang sejak dari dahulu hingga sekarang dijadikan tempat utama para narapidana dalam menjalani hukuman akibat tindak kriminal yang mereka lakukan, di sana mereka harus mematuhi segala peraturan yang ada walaupun terkadang sangat tidak mengenakkan bagi mereka karena akan mengalami
dampak psikologis yang tidak baik. Di sana mereka masih bisa makan dan minum akan tetapi kebutuhan lain yang tidak terpenuhi membuat mereka akan merasa teriksa dan mulai
tampaklah psikologis itu dari dalam diri mereka. Pendidikan Agama Islam berusaha memberikan siraman rohani dalam jiwa mereka agar mereka bia merenungi bahwa kehidupan di dalam penjara itu tidak menyenangkan sehingga mereka sadar dan tidak mau lagi kembali melakukan perbuatan yang menyebabkan mereka masuk penjara. Dari pemaparan yang sudah peneliti tuliskan di atas maka menurut hemat peneliti ruang lingkup pembahasan yang pada pokoknya berkisar pada
masalah:
1. Lembaga Pemasyarakatan Klas II A dilihat dari pengertian dan fungsinya.
2. Dasar dan tujuan pelaksanaan pembinaan Pendidikan Agama Islam di Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Jember.
3. Kurikulum Pendidikan Agama Islam di Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Jember.

F. Penegasan Istilah atau Definisi Operasional
Agar tidak terjadi kesalahpahaman pengertian dalam memahami topik penelitian ini, maka peneliti perlu memberi penegasan istilah untuk beberapa kata yang kelihatannya masih abstrak, sehingga mempermudah pembahasan selanjutnya. Adapun pembahasan istilah yang dimakud adalah sebagai berikut:
1. Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Jember Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Jember adalah suatu sistem pembinaan pada tuna warga.31
2. Narapidana
Narapidana adalah seorang terhukum yang dikenakan pidana dengan menghilangkan kemerdekaannya di tengah-tengah masyarakat yang telah mendapatkan keputusan pengadilan (hakim).32
3. Pendidikan Agama Islam
Pendidikan Agama Islam adalah bimbingan jasmani dan rohani berdasarkan hukum-hukum agama Islam menuju kepada terbentuknya kepribadian utama menurut ukuran-ukuran Islam.33
4. Kurikulum Pendidikan Agama Islam Kurikulum Pendidikan Agama Islam adalah kegiatan yang mencakup berbagai rencana strategi belajar-mengajar, pengaturan-pengaturan program agar dapat diterapkan dan hal-hal yang mencakup pada kegiatan yang bertujuan mancapai tujuan yang diinginkan.34

G. Sistematika Pembahasan
Untuk mendapatkan gambaran yang jelas dan menyeluruh serta memudahkan pemahaman terhadap penulisan skripsi ini menjadi 5 bab, antara bab satu dengan bab yang lainnya saling berhubungan. Bab I, bagian ini merupakan pendahuluan yang dikemukakan dalam bab ini merupakan pengantar dari keseluruhan isi pembahasan. pada bagian pertama ini akan dibahas beberapa sub bahasan, yaitu; latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, kegunaan penelitian, ruang lingkup pembahasan, sistematik pembahasan Bab II, berisi landasan pijak teoritis dari penelitian. pada bagian ini dikemukakan teori-teori yang telah di uji kebenarannya yang berkaitan dengan obyek formal penelitian. Sesuai dengan judul skripsi maka

pembahasan pada bab ini berisi: pertama, pembahasan tentang pendidikan agama Islam berupa, pengertian, kurikulum, serta dasar dan tujuan pendidikan agama Islam. Kedua, membahas tentang Lembaga Pemasyarakatan/Rumah Tahanan Negara mengenai, pengertian dan fungsi
Lembaga Pemasyarakatan/Rumah Tahanan Negara. Bab III, penulis menyajikan hasil penelitian tentang lokasi penelitian, pendeketan dan jenis penelitian, metode pembahasan, sumber data, metode pengumpulan data, teknik analisis data, pengecekan keabsahan temuan, dan tahap-tahap penelitian
Bab IV, terdiri dari lokasi penelitian, pelaksanaan penelitian, analisis data, hasil penelitian, pembahasan, dan hasil pembahasan. Bab V, merupakan kajian yang paling akhir dari skripsi ini, yang mana pada bagian ini berisi, kesimpulan penulis dari pembahasan skripsi dan saran
dari penulis.
 
Bagikan :
+
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "SKRIPSI LENGKAP PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PELAKSANAAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BAGI NARAPIDANA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN"

PageRank

PageRank for wirajunior.blogspot.com
 
Template By Kunci Dunia
Back To Top