CONTOH RPP FISIKA KELAS 9 SMP BERKARAKTER SEMESTER 1

Written By Wira Hadi on Friday, August 30, 2013 | 3:33 PM



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

( RPP )

                                                Sekolah                       : .................................
                                                Mata Pelajaran            : IPA - Fisika
Kelas / Semester          : IX / 1
Alokasi waktu             : 8 x 40’


Standar Kompetenssi
3.       Me       Memahami konsep kelistrikan dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari

Kompetensi Dasar
3.3.Mendiskripsikan prinsip kerja elemen dan arus listrik yang  ditimbulkan-nya serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari


A.    Tujuan Pembelajaran :

Pertemuan ke-1
Peserta didik dapat berfikir logis dan kritis untuk :
1.      Membedakan rangkaian terbuka dan rangkaian tertutup
2.      Menjelaskan definisi kuat arus listrik
3.      Menjelaskan syarat terjadinya aliran arus listrik dalam  rangkaian
4.      Menghitung kuat arus listrik
5.      Percaya diri, kritis dan menghargai keberagaman pendapat orang lain dalam berdiskusi.

Pertemuan ke-2
Peserta didik dapat secara jujur dan mandiri :
1.       Mengukur kuat arus listrik
2.       Menggambar ampermeter dalam suatu rangkaian

Pertemuan ke-3
Peserta didik dapat berfikir logis dan kritis untuk :
1.       Menjelaskan definisi elemen primer dan skunder
2.       Memberikan contoh-contoh sumber arus listrik
3.       Menjelaskan prinsip kerja elemen primer
4.       Menjelaskan prinsip kerja elemen skunder
5.       Menggambar bagian-bagian elemen primer dan skunder beserta fungsinya
6.       Percaya diri, kritis dan menghargai keberagaman pendapat orang lain dalam berdiskusi

Pertemuan ke-4
Peserta didik secara jujur dan mandiri dalam kelompok dapat :
1.      Mendefinisikan GGL sumber arus listrik
2.      Mendefinisikan tegangan jepit
3.      Menggunakan voltmeter untuk mengukur GGL
4.      Menggunakan voltmeter untuk mengukur besarnya tegangan jepit
5.      Menghitung tegangan jepit

Pertemuan ke-5
ULANGAN HARIAN





B.     Materi Pembelajaran :

Pertemuan ke-1
Rangkaian Listrik
Rangkaian terbuka adalah rangkaian listrik di mana kutub-kutub sumber tegangan belum terhubung.
Rangkaian tertutup adalah rangkaian listrik yang tidak berujung dan berpangkal atau rangkaian listrik yang kutub-kutub sumber tegangan sudah terhubung.

Terjadinya Arus Listrik
Arus listrik dapat mengalir pada suatu penghantar jika antara kedua ujung penghantar terdapat beda potensial. Perhatikan gambar di bawah ini !
Dua buah benda A dan B bermuatan listrik positip dan dihubungkan dengan penghantar. Benda A bermuatan positip 12 dan benda B bermuatan positip 6. Jika dua buah benda dihubungkan dengan penghantar maka elektron mengalir dari benda B ke benda A, sedangkan proton mengalir dari benda A ke benda B. Hal ini terjadi karena benda A potensialnya lebih tinggi dari pada benda B (VA> VB). Jadi arus listrik mengalir dari benda A yang potensial lebih tinggi ke benda B yang potensialnya lebih rendah. Elektron mengalir dari potensial rendah ke potensial tinggi.

Pada gambar disamping benda P bermuatan positip dan benda Q bermuatan negatip, maka arus listrik mengalir dari benda P ke benda Q, sedangkan elektron mengalir dari benda Q ke benda P.


Kuat Arus Listrik
Banyaknya muatan listrik yang mengalir tiap satuan waktu di sebut kuat arus listrik.



Keterangan :
I = kuat arus yang mengalir (A)
Q = jumlah muatan yang mengalir (C)
t = waktu (s)

Contoh Soal :
Sebuah penghantar dialiri arus listrik sebesar 3 A . Berapakah besarnya jumlah muatan listrik yang mengalir selama 5 menit ?

Penyelesaian:

Diket:

I = 3 A
t = 5 menit = 5 x 60 s = 300 s

Ditanya : Q = … ?

Jawab:
I  =    Þ   3 A =    Þ   Q = 3 A x 300 s = 900 As = 900 C

Pertemuan ke-2
Mengukur Kuat Arus Listrik

Alat untuk mengukur kuat arus listrik di namakan amperemeter.


     
Dalam suatu rangkaian ampermeter dipasang secara seri dengan rangkaian yang diukur
Gambar di samping dihubungkan dengan ujung-ujung penghantar untuk mengukur arus listrik yang keluar dari baterei dan yang melewati lampu.


Membaca Hasil Pengukuran
Seperti gambar disamping skala yang ditunjuk 40
Skala penuh = 50
Batas ukur = 5 A

Kuat arus listrik ( I ) hasil pengukuran :

I =
I =    =  4 A

Saklar

Saklar berfungsi untuk memutus atau menghubungkan arus listrik.







Sekering

Sekering berfungsi untuk membatasi arus listrik yang berlebihan. Dalam rangkaian sekering dipasang secara seri.
Gambar disamping menunjukkan berbagai macam sekering





Pertemuan ke-3
Sumber Arus Listrik
Untuk menimbulkan beda potensial pada ujung-ujung penghantar di gunakan sumber tegangan.
Berdasarkan bahan yang digunakan Sumber tegangan di bagi menjadi : Elemen elektrokimia dan Elemen elektrodinamika. Elemen elektrokimia adalah sumber tegangan yang mengubah energi kimia menjadi energi listrik. Sedangkan elemen elektrodinamika adalah sumber tegangan yang mengubah energi gerak menjadi energi listrik.
Elemen elektrokimia dibagi menjadi elemen primer dan elemen sekunder.
Elemen primer adalah sumber tegangan yang apabila energinya habis tidak dapat diisi kembali. Contoh elemen primer : elemen volta, elemen kering, elemen Leclanche, elemen Daniel.

a. Elemen Volta
         

Sumber arus dan tegangan ini pertama kali dibuat oleh ahli fisika Italia yang bernama Allesandro Volta (1790-1800). Pada dasarnya elemen volta terdiri atas logam tembaga ( Cu ), logam seng (Zn), dan larutan elektrolit asam sulfat ( H2SO4 ). Perhatikan gambar 2.1 di samping ini. Logam tembaga (Cu) sebagai kutub positip (+) dan logam seng (Zn) sebagai kutub negatip (-). Beda potensial antara kedua kutub ± 1 s/d  1,5 volt. Pada saat logam Cu dan logam Zn dihubungkan lewat penghantar ke lampu, terjadi proses perubahan energi kimia menjadi energi listrik. Lempeng tembaga bermuatan positip karena kekurangan elektron sedangkan lempeng seng bermuatan negatip karena kelebihan elektron. Kelemahan elemen volta adalah timbulnya gelembung-gelembung gas di sekitar logam Cu yang menghambat jalannya arus yang di sebut polarisasi . Polarisasi adalah peristiwa penutupan elektroda-elektroda elemen oleh hasil-hasil reaksi sehingga menurunkan kerja elemen. Maka dari itu elemen volta tidak praktis digunakan dalam keperluan sehari-hari.

b. Elemen Kering


Baterai yang paling kamu kenal dan banyak digunakan adalah baterai sel kering. Perhatikan gambar 2.1 di bawah ini yang menunjukkan bagian-bagian penting sebuah baterai. Pada dasarnya baterai/elemen kering terdiri atas karbon ( C ), logam seng ( Zn ), dan larutan elektrolit salmiak/amonium klorid (NH4Cl). Diantara logam karbon dan seng, terdapat batu kawi/Mangan dioksida (MnO2) yang berfungsi sebagai  depolarisator yaitu untuk mengurangi atau meniadakan terjadinya peristiwa polarisasi.  Perhatikan gambar 2.2 di samping. Sebagai kutub positip adalah karbon ( C ) yang ditutup kuningan dan sebagai kutub negatip adalah logam seng ( Zn ). Beda potensial antara ke dua kutub ± 1,5 volt. Pada saat dipakai, misalnya untuk menyalakan lampu terjadi proses perubahan energi kimia menjadi energi listrik.


c. Elemen Leclanche
           


Elemen ini terdiri dari bejana kaca dan berisi batang karbon ( C ) sebagai elektroda positip, batang seng (Zn) sebagai elektroda negatip, larutan amonium khlorida ( NH4Cl ) sebagai elektrolit dan depolarisator manggandioksida (MnO2) bercampur serbuk karbon ( C ) dalam bejana berpori. Bila ion-ion seng masuk dalam larutan amonium khlorida, maka batang seng akan negatip terhadap larutan itu. Amonium khlorida memberikan ion-ion amonium yang bermuatan positip yang menembus bejana berpori menuju batang karbon. Ion-ion itu memberikan muatan positipnya kepada batang karbon dan terurai menjadi amoniak (NH3) dan gas hidrogen (H2).

d. Elemen Daniel

   

e. Elemen Skunder
Elemen sekunder adalah sumber tegangan yang apabila energinya habis dapat diisi kembali. Contoh elemen skunder: akumulator (aki)
Bagian-bagain akumulator
            
Pertemuan ke-4

Gaya Gerak Listrik (GGL) dan Tegangan Jepit
Gaya Gerak Listrik (GGL) adalah besarnya beda potensial sumber tegangan pada saat rangkaian belum terhubung (rangkaian terbuka) .
Sedangkan beda potensial antara kutub-kutub sumber tegangan setelah dipasang pada rangkaian disebut tegangan jepit. Secara umum tegangan jepit pada baterai lebih kecil daripada gaya gerak listriknya.

Mengukur GGL dan Tegangan jepit




        
                      


Nilai GGL sumber tegangan lebih besar dari pada tegangan jepit.

GGL total dari sumber tegangan yang dirangkai seri = jumlah aljabar dari masing-masing sumber tegangan.
E total = E1 + E2 + E3 + …


GGL total sumber tegangan yang dirangkai paralel = besar GGL sebuah sumber tegangan




C.    Metode Pembelajaran :
1. Model    : - Kooperatif Learning Type STAD
2. Metode  : - Diskusi kelompok
                    - Eksperimen
- Informasi

D.    Langkah – langkah Pembelajaran
     Pertemuan ke-1 (2x40’)
Kegiatan Pendahuluan
§  Prasyarat Pengetahuan
Apakah nama partikel yang bermuatan listrik positip dan apa nama partikel yang bermuatan listrik negatip?
§  Motivasi dan Apersepsi
Apa syaratnya lampu  dapat menyala ? Dan mengapa lampu dapat menyala ?

Kegiatan Inti
§  Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok tiap kelompok terdiri 4-5 orang.
§  Guru menyajikan materi pelajaran Rangkaian listrik dan Arus Listrik
§  Guru memberi tugas pada setiap kelompok dan tiap kelompok berfikir logis dan kritis untuk menyelesaikan tugas , dan anggota kelompok berdiskusi untuk menyampaikan pendapat sedangkan anggota lain menghormati keberagaman pendapat.
§  Yang sudah mengerti dengan percara diri memberikan penjelasan kepada anggota lainnya sampai semua anggota kelompok mengerti.
§  Guru memberi kuis kepada seluruh siswa dan pada saat menjawab kuis siswa dilarang saling membantu.
§  Guru melakukan evaluasi

Kegiatan Penutup
§   Guru bersama peserta didik membuat kesimpulan hasil belajar
§   Guru membagi Lembar Penilaian Diri


Pertemuan ke-2 (2x40’)
Kegiatan Pendahuluan
§  Prasyarat Pengetahuan
Apakah nama satuan kuat arus listrik ?
§  Motivasi dan Apersepsi
Apa nama alat ukur arus listrik ? Dan bagaimana cara memasang dalam rangkaian ?

Kegiatan Inti
§  Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok tiap kelompok terdiri 4-5 orang.
§  Guru menyajikan materi pelajaran tentang Cara-cara Mengukur Arus Listrik.
§  Guru memberi tugas pada setiap kelompok untuk mengukur kuat arus listrik dengan jujur dan mandiri, dan anggota kelompok yang sudah mengerti dengan percaya diri memberikan penjelasan kepada anggota lainnya sampai semua anggota kelompok mengerti .
§  Guru memberi kuis kepada seluruh siswa dan pada saat menjawab kuis siswa dilarang saling membantu.
§  Guru melakukan evaluasi

Kegiatan Penutup
§   Guru bersama peserta didik membuat kesimpulan hasil belajar

Pertemuan ke-3 (2x40’)
Kegiatan Pendahuluan
§  Prasyarat Pengetahuan
Apakah syarat-syarat terjadinya aliran listrik dalam rangkaian ?
§  Motivasi dan Apersepsi
Coba perhatikan baterai ini, termasuk jenis elmen apakah baterai tersebut ? Apa bedanya baterai dengan aki ?

Kegiatan Inti
§  Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok tiap kelompok terdiri 4-5 orang.
§  Guru menyajikan materi pelajaran tentang “Sumber Arus Listrik”
§  Guru memberi tugas pada setiap kelompok dan tiap kelompok berfikir secara logis dan kritis untuk menyelesaikan tugas.
§  Anggota kelompok yang sudah mengerti dengan percara diri memberikan penjelasan kepada anggota lainnya dan anggota lain siap menerima pendapat orang lain untuk menghargai keberagaman pendapat sampai semua anggota kelompok mengerti.
§  Guru memberi kuis kepada seluruh siswa dan pada saat menjawab kuis siswa dilarang saling membantu.
§  Guru melakukan evaluasi

Kegiatan Penutup
§   Guru bersama peserta didik membuat kesimpulan hasil belajar
§   Guru membagi Lembar Penilaian Diri



Pertemuan ke-4 (2x40’)
Kegiatan Pendahuluan
§  Prasyarat Pengetahuan
Apakah syarat sumber tegangan masih dapat mengalirkan arus listrik?
§  Motivasi dan Apersepsi
Dengan alat apa untuk mengetahui beda potensial listrik ? Dan bagaimana cara memasangnya ?

Kegiatan Inti
§  Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok tiap kelompok terdiri 4-5 orang.
§  Guru menyajikan materi pelajaran tentang GGL dan Tegangan Jepit beserta cara mengukurnya.
§  Guru memberi tugas pada setiap kelompok untuk mengukur GGL dan tegangan jepit dengan jujur dan mandiri, dan anggota kelompok yang sudah mengerti dengan percaya diri memberikan penjelasan kepada anggota lainnya sampai semua anggota kelompok mengerti.
§  Guru memberi kuis kepada seluruh siswa dan pada saat menjawab kuis siswa dilarang saling membantu.
§  Guru melakukan evaluasi

Kegiatan Penutup
§   Guru bersama peserta didik membuat kesimpulan hasil belajar


E.     Sumber Belajar
1.      BSE Mari Belajar IPA untuk SMP/MTs Kelas IX hal. 149 s/d 161
2.      LKS
3.      IPA Fisika Gasing untuk SMP/MTs Kelas 3 hal. 35 s/d 51
4.      Alat-alat praktikum / kit listrik

F.     Penilaian Hasil Belajar
a.   Teknik penilaian
§  Tes tertulis
§  Tes unjuk kerja
§  Penilaian Diri
b.   Bentuk instrument
§  Uraian dan Pilihan Ganda
§  Uji petik kerja Produk
§  Lembar Penilaian Diri
c.   Instrumen

Kisi-kisi Instrumen

No
Indikator
Teknik Penilaian
Bentuk Instrumen
Kode
Instrumen
1.
Mendiskripsikan kuat arus listrik dalam rangkaian secara logis dan kritis. 
Tes tertulis

Uraian

LP-1
2.
Menghitung kuat arus listrik
Tes tertulis
PG
LP-2
3.
Melakukan pengukuran kuat arus listrik secara jujur dan mandiri dalam kelompoknya
Tes unjuk
Kerja

Uji petik kerja prosedur

LO-1
4.
Berfikir logis dan kritis untuk mendeskripsikan elemen primer dan skunder beserta contoh-contohnya
Tes tertulis

Uraian
LP-3
5.
Menyebutkan bagian-bagian elemen primer atau elemen skunder
Tes tertulis
PG

LP-4
6.
Mengukur beda potensial antara kutub-kutub sumber tegangan dan tegangan jepit (tegangan terpakai) secara mandiri dalam kelompoknya
Tes unjuk kerja
Uji petik kerja prosedur
LO-2
7.
Menghitung GGL dari rangkaian sumber tegangan
Tertulis

PG
LP-5
8.
Percaya diri, kritis dalam berdiskusi dan menghargai keberagaman pendapat orang lain
Penilaian Diri
Lembar Penilaian Diri
LPD

INSTRUMEN

LP

1.  Jelaskan secara logis dan kritis syarat terjadinya arus listrik dalam suatu rangkaian listrik.
2.  Muatan listrik sebesar 120 C mengalir selama 1 menit. Besar kuat arus listrik yang mengalir adalah ...
A. 120 A              B. 2 A              C. 20 A                       D. 1 A
3. Jelaskan secara logis dan kritis mengapa pada elemen volta kurang prakris digunakan sebagai sumber arus listrik !
4.  Perhatikan gambar di bawah ini !

     Bagian yang berfungsi sebagai kutub positip adalah ...
A. 1                       B. 2                  C. 3                             D. 4
5.  Tiga buah baterai dirangkai secara seri. Jika masing-masing baterai mempunyai GGL 1,5V maka besarnya GGL penggantinya adalah ...
A. 1,5 V                 B. 3 V             C. 4,5 V                      D. 9 V


Kunci/Pedoman Penskoran:

No
Kunci
Skor
1.
Arus listrik mengalir dalam rangkaian jika :
- ada sumber tegangan
- rangkaian dalam keadaan tertutup
- ada penghubung

3
2.
B
1

No
Kunci
Skor
3.
Mudah Terjadi polarisasi, sehingga elektroda mudah tertutup gelembung-gelembung gas akibatnya arus terhenti mengalir.



Diberi alasan
2

Tidak diberi alasan
1




No
Kunci
Skor
4.
A
1
5.
C
1




Nilai =  = 



LEMBAR OBSERVASI (LO-1)

Lembar observasi untuk menilai kinerja siswa ketika melakukan Kegiatan Penyelidikan Lakukan pengukuran kuat arus listrik yang melewati lampu secara jujur dan mandiri dalam kelompok .

No
Aspek yang dinilai
Dilakukan
Tidak dilakukan
1
Merangkai baterai, amper meter, kabel, lampu secara mandiri dalam kelompok


2
Membaca skala hasil pengukuran secara jujur


3
Membaca batas ukur, dan skala penuh dengan benar


4
Menghitung kuat arus secara logis






LEMBAR OBSERVASI (LO-2)

Lembar observasi untuk menilai kinerja siswa ketika melakukan Kegiatan Penyelidikan pengukuran besar tegangan jepit pada lampu dan GGL pada battery dengan menggunakan Voltmeter yang melewati lampu secara jujur dan mandiri dalam kelompok .

No
Aspek yang dinilai
Dilakukan
Tidak dilakukan
1
Merangkai baterai, voltmeter, kabel, lampu secara mandiri dalam kelompok


2
Membaca skala hasil pengukuran secara jujur


3
Membaca batas ukur, dan skala penuh dengan benar


4
Menghitung GGL dan tegangan jepit secara logis












LEMBAR PENILAIAN DIRI (LPD)

Nama             : -----------------------------------------------------
Tema Diskusi : -----------------------------------------------------

·                   Isilah pernyataan berikut dengan jujur.
·                   Untuk setiap pernyataan di bawah ini, isikan angka 1, 2, 3, atau 4 pada tempat yang telah disediakan, dengan kriteria sebagai berikut:
4       : selalu              
3       : sering
2       : kadang-kadang              
1       : tidak pernah

--------             Saya mendengarkan ketika ada siswa lain menyampaikan pendapat
--------             Saya memberikan komentar bila pendapat siswa lain berbeda dengan pendapat saya
--------             Saya bertanya, ketika saya tidak memahami sesuatu
--------             Saya mengusulkan ide
--------             Saya menerima pendapat, ide, atau komentar lain yang lebih baik atau benar, meskipun pendapat tersebut berbeda dengan pendapat saya
--------             Saya berperilaku tidak relevan

Usulan saya agar diskusi berikutnya lebih baik:



_____________________________________________________________ _____________________________________________________________ _____________________________________________________________





                                                                                                      Sanankulon, ...................

                  Mengetahui                                                                            
                  Kepala SMP N  ..............                                            Guru Pengajar



                  ________________________                                                _____________________
                  NIP.                                                                            NIP.  
  

Bagikan ke :

Facebook Google+ Twitter Digg Technorati Reddit

Ditulis Oleh : Wira Hadi ~Wira Junior Blog

Muh.Akram Anda sedang membaca artikel berjudul CONTOH RPP FISIKA KELAS 9 SMP BERKARAKTER SEMESTER 1 yang ditulis oleh Wira Junior Blog yang berisi tentang : Dan Maaf, Anda tidak diperbolehkan mengcopy paste artikel ini, Kecuali menyertakan link http://wirajunior.blogspot.com sebagai Sumbernya.

Artikel Terkait Lainnya:

WiraJunior [ WiraJunior ]

Blog, Updated at: 3:33 PM

0 komentar:

Post a Comment

Wira Junior Blog© 2014. All Rights Reserved.
SEOCIPS Areasatu