SILABUS DAN RPP BLOG

RPP lengkap Kurikulum 2013 dan KTSP

PEDOMAN PELATIHAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013



A.       LatarBelakang

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 butir 19, menjelaskan kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Perkembangan kurikulum di Indonesia sejak jaman kemerdekaan sampai dengan akan diberlakukannya Kurikulum 2013 dapat digambarkan pada diagram dibawah ini.

Dalam implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) tahun 2006, masihdijumpai beberapa masalah sebagai berikut.
1.         Konten kurikulum masih terlalu padat yang ditunjukkan dengan banyaknya matapelajaran dan banyak materi yang keluasan dan tingkat kesukarannya melampaui tingkat perkembangan usia anak.
2.         Kurikulum belum sepenuhnya berbasis kompetensi sesuai dengan tuntutan fungsi dan tujuan pendidikan nasional.
3.         Kompetensi belum menggambarkan secara holistik domain sikap, keterampilan, dan pengetahuan.
4.         Beberapa kompetensi yang dibutuhkan sesuai dengan perkembangan kebutuhan (misalnya pendidikan karakter, metodologi pembelajaran aktif, keseimbangan soft skills dan hard skills, kewirausahaan) belum terakomodasi di dalam kurikulum.
5.         Kurikulum belum peka dan tanggap terhadap perubahan sosial yang terjadi pada tingkat lokal, nasional, maupun global.
6.         Standar proses pembelajaran belum menggambarkan urutan pembelajaran yang rinci sehingga membuka peluang penafsiran yang beraneka ragam dan berujung pada pembelajaran yang berpusat pada guru.
7.         Standar penilaian belum mengarahkan pada penilaian berbasis kompetensi (proses dan hasil) dan belum secara tegas menuntut adanya remediasi secara berkala.
8.         Dengan KTSP memerlukan dokumen kurikulum yang lebih rinci agar tidak menimbulkan multi tafsir.
Kurikulum 2006 (KTSP) dikembangkan menjadi Kurikulum 2013 dengan dilandasi pemikiran tantangan masa depan yaitu tantangan abad ke 21 yang ditandai dengan abad ilmu pengetahuan,knowlwdge-based society dan kompetensi masa depan. Agar pelaksanaan Kurikulum 2013 dapat berjalan dengan baik, perlu dilakukan pelatihan bagi para guru yang akan melaksanakan kurikulum tersebut pada tahun ajaran 2013/2014 yaitu guru SD kelas I dan IV, SMP kelas VII, dan SMA/SMK kelas X.
Agar kegiatan pelatihan dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, perlu disusun “Pedoman PelatihanImplementasi Kurikulum 2013”untuk dijadikan sebagai acuan oleh fihak yang akanmelaksanakan pelatihantersebut.

A.       Dasar Hukum

Program pelatihan guru dalam Implementasi Kurikulum 2013 berbasis kompetensi yang dikembangkan dengan memperhatikan beberapa peraturan sebagai berikut.
1.         Undang-UndangRepublik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentangSistemPendidikanNasional.
2.         Undang-UndangRepublik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentangGuru danDosen.
3.         Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005tentang Standar Nasional Pendidikan.
4.         Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru.
5.         Peraturan Menteri Pendidikan dan KebudayaanRepublik Indonesia Nomor 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar Dan Menengah.
6.         Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2013 Tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah.
7.         Peraturan Menteri Pendidikan dan KebudayaanRepublik Indonesia Nomor 65 Tahun 2013 Tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah.
8.         Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2013 Tentang Standar Penilaian Pendidikan.
9.         Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik IndonesiaNomor 67 Tahun 2013 Tentang Kerangka Dasar Dan Struktur Kurikulum Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah.
10.      Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik IndonesiaNomor 68 Tahun 2013 Tentang Kerangka Dasar Dan Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah.
11.      Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik IndonesiaNomor 69 Tahun 2013 Tentang Kerangka Dasar Dan Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah.
12.      Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik IndonesiaNomor 70 Tahun 2013 Tentang Kerangka Dasar Dan Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan.
13.      Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 71 Tahun 2013 Tentang Buku Teks Pelajaran Dan Buku Panduan Guru Untuk Pendidikan Dasar Dan Menengah.

B.        Tujuan

Buku pedomanini disusun untukdigunakan sebagai acuan bagi semua pihak yang akan melaksanakan kegiatan pelatihanImplementasi Kurikulum 2013 Bagi Guru.

C.        Sasaran

Pedoman ini disusun untuk digunakan oleh beberapa unit pelaksana pelatihan guruImplementasi Kurikulum 2013 sebagai berikut.
1.         Tim Pelaksana Pelatihan Guru Implementasi Kurikulum 2013Tingkat Pusat (pelatihan intruktur nasional dan guru inti).
2.         Tim Pelaksana Pelatihan GuruImplementasi Kurikulum 2013 Tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota (pelatihan ke guru sasaran).
3.         Tim Pemantau Implementasi Kurikulum 2013.
4.         Tim Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 Bagi Guru.

D.       Ruang Lingkup

Pedoman ini memberikan informasi kepada semua pihak yang terkait dengan pelaksanaan pelatihan guruImplementasi Kurikulum 2013 yang meliputi latar belakang, tujuan, sasaran, materi, strategi, jenis kegiatan dan rambu-rambu penyelenggaraan pelatihan serta proses penilaian.

BAB II


PELATIHANIMPLEMENTASI KURIKULUM 2013



A.       Kebijakan Implementasi Kurikulum 2013

Kurikulum 2006 atau yang dikenal dengan KTSP dikembangkan menjadi Kurikulum 2013 didasari pemikiran tentang tantangan masa depan, persepsi masyarakat, perkembangan pengetahuan dan pedagogi, kompetensi masa depan, dan fenomena negatif yang mengemuka. Perbedaan paradigma atau pola pikir dalam penyusunan Kurikulum 2004 dan KTSP 2006 dengan Kurikulum 2013 sebagaimana dicantumkan dalam tabel dibawah ini.

Tabel 2.1 Perubahan pola pikir pada Kurikulum 2013
No
KBK 2004
KTSP 2006
Kurikulum 2013
1
Standar Kompetensi Lulusan diturunkan dari Standar Isi
Standar Kompetensi Lulusan diturunkan dari kebutuhan
2
Standar Isi dirumuskan berdasarkan Tujuan Mata Pelajaran (Standar Kompetensi Lulusan Mata Pelajaran) yang dirinci menjadi Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran
Standar Isi diturunkan dari Standar Kompetensi Lulusan melalui Kompetensi Inti yang bebas mata pelajaran
3
Pemisahan antara mata pelajaran pembentuk sikap, pembentuk keterampilan, dan pembentuk pengetahuan
Semua mata pelajaran harus berkontribusi terhadap pembentukan sikap, keterampilan, dan pengetahuan,
4
Kompetensi diturunkan dari mata pelajaran
Mata pelajaran diturunkan dari kompetensi yang ingin dicapai
5
Mata pelajaran lepas satu dengan yang lain, seperti sekumpulan mata pelajaran terpisah
Semua mata pelajaran diikat oleh kompetensi inti (tiap kelas)

Perubahan tersebut diatas harus disosialisasikan secara luas pada semua fihak yang berkepentingan secara langsung dengan pendidikan di sekolah maupun fihak lain yang berkepentingan. Strategi yang digunakan dalam sosialisasi Kurikulum 2013 dengan cara menginformasikan kebijakan Implementasi Kurikulum 2013 Bagi Guru kepada DPR, DPRD, Gubernur, Bupati/Wali Kota, Dewan Pendidikan, Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota dan masyarakat sertapelatihanKurikulum 2013 kepada guru, kepala sekolah dan pengawas. Pola sosialisasi Kurikulum 2013 dapat digambarkan dalam diagram dibawah ini.

Pelaksanaan pelatihan guru direncanakan1 (satu) kali, khusus guru SD akan dilakukan 2 (dua) kali yaitu pelatihan untuk pelaksanaan pengajaran pada semester I dan pelatihan untuk pelaksanaan pengajaran pada semester II.

A.       Tujuan Pelatihan

1.         Tujuan Umum
Tujuan umum pelatihan implementasi Kurikulum 2013 agar terjadi perubahan pola fikir (mindset) guru dalammempersiapkan pembelajaran, melaksanakanpembelajaran, dan mengevaluasi hasil pembelajaran sesuai dengan pendekatan dan evaluasi pembelajaran pada Kurikulum 2013 dengan baik dan benar.
2.         Tujuan Khusus
Tujuan khusus dari pelatihan bagi instruktur nasional, guru inti, guru sasaran adalah agar mampu memahami materi pelatihan yang terdiri atas:
a)        rasional Kurikulum 2013;
b)        elemen perubahan kurikulum;
c)         Standar Kompetensi Lulusan (SKL), Kompetensi Inti (KI), dan Kompetensi Dasar (KD);
d)        strategi implementasi Kurikulum 2013;
e)        isi Buku Guru;
f)         isi Buku Siswa;
g)        penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP);
h)        cara penilaian sesuai tuntutan Kurikulum 2013;
i)          cara melaksanakan pembelajaran sesuai tuntutan kurikulum 2013; dan
j)          skenario pelaksanaan pelatihan dan metodologi pelatihan Implemenasi Kurikulum 2013.
Khusus bagi instruktur nasional dan guru inti harus:
a)        memiliki kemampuan sebagai pelatih dalam pelatihan Implementasi Kurikulum 2013; dan
b)        memahami mekanisme pendampingan pelaksanaan Kurikulum 2013

B.        Peserta Pelatihan

Peserta pelatihanImplementasi Kurikulum 2013 terdiri dari Guru Kelas/Mata Pelajaran,Guru Inti, dan Instruktur Nasional. Guru Kelas/Mata Pelajaran adalah guru dari sekolah terpilih yang akan mengajar pada tahun ajaran 2013. Guru Inti akan melatih Guru Kelas/Mata Pelajaran sedangkan Instruktur Nasional akan melatih Guru Inti.


Guru yang akan mengikuti pelatihanPelaksanaan Kurikulum 2013 sebagai berikut.
1.          Jenjang SD
a)        Guru Kelas I
b)        Guru Kelas IV
2.          Jenjang SMP (Kelas VII)
a)        Guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)
b)        Guru Bahasa Indonesia
c)        Guru Bahasa Inggris
d)        Guru Matematika
e)        Guru Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
f)         Guru Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
g)        Guru Seni Budaya
h)        Guru Pendidikan Jasmani dan Olah Raga (PJOK)
i)          Guru Prakarya
3.          Jenjang SMA
a)        Guru Bahasa Indonesia (kelas X)
b)        Guru Sejarah Indonesia (kelas X)
c)         Guru Matematika (kelas X)
4.          Jenjang SMK
a)        Guru Bahasa Indonesia (kelas X)
b)        Guru Sejarah Indonesia (kelas X)
c)         Guru Matematika (kelas X)


A.       Kompetensi Peserta Pelatihan

Secara umum kompetensi yang diharapkan dimiliki oleh para peserta setelah mengikuti pelatihan sebagai berikut.
1.         Memiliki sikap yang terbuka untuk menerima Kurikulum 2013.
2.         Memiliki keinginan yang kuat untuk mengimplementasikan Kurikulum 2013.
3.         Memiliki pemahaman yang mendalam tentang Kurikulum 2013 (rasional, elemen perubahan, SKL, KI dan KD, serta strategi implementasi).
4.         Memiliki keterampilan menganalisis keterkaitan antara Standar Kompetensi Kelulusan (SKL), Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), Buku Guru, dan Buku Siswa.
5.         Memiliki keterampilan menyusun Rencana Program Pembelajaran (RPP) dengan mengacu pada Kurikulum 2013.
6.         Memiliki keterampilan mengajar dengan menerapkan pendekatan Scientific secara benar.
7.         Memiliki keterampilan mengajar dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning, Project Based Learning, dan Discovery Learning.
8.         Memiliki keterampilan melaksanakan penilaian autentik dengan benar.
9.         Memiliki keterampilan berkomunikasi lisan dan tulis dengan runtut, benar, dan santun.
Uraian lebih lanjut tentang kompetensi peserta pelatihan, indikator, materi pelatihan, dan kegiatan pelatihan (metoda pelaksanaan) dicantumkan dalam Lampiran5.

B.        Strategi PelaksanaanPelatihan

Kegiatan pelatihanguru dalam rangka Implementasi Kurikulum 2013 dilaksanakan sesuai dengan strategi sebagai berikut.
1.         Penyegaran Narasumber Nasional
2.         Pelatihan Instruktur Nasional
3.         Pelatihan Guru Inti
4.         Pelatihan Guru Sasaran
Strategi pelaksanaan untuk kegiatan utama pelatihan tersebut diatas dicantumkan dalam tabel berikut ini.

















C.        Struktur Program Pelatihan / Kurikulum Pelatihan

Struktur program pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 secara umum berisi materi pelatihan sebagai berikut:
1.         Perubahan Mindset;
2.         KonsepKurikulum 2013;
3.         Analisis Materi Ajar;
4.         Perancangan Model Pembelajaran;
5.         Praktik Pembelajaran Terbimbing,;
6.         Pendampingan;
7.         Evaluasi.
Durasipelatihan untuk Nara Sumber Nasional direncanakan 1 (satu) hari sedangkan untuk Instruktur Nasional, Guru Inti dan Guru Kelas/Mata Pelajaran direncanakan 52 Jam atau 5 

A.       MateriPelatihan

Materi pelatihan disusun oleh Tim Pusat. Semua tingkat pelatihan akan menggunakan materi pelatihanyang sama, namun menggunakan contoh-contoh pembelajaran yang spesifik untuk masing-masing kelas.
Materi pelatihanyang digunakan dalam pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 untuk semester I secara garis besar terdiri dari:
1.    Perubahan Mindset
2.    Konsep Kurikulum 2013
3.    Model Rancangan Pembelajaran
4.    Praktik Pembelajaran Terbimbing
Rincian materi pembelajaran dibedakan menjadi 3 (tiga) jenis pola yaitu untuk guru SD Kelas I/IV, guru IPA/IPS, dan guru mata lainnya. Rincian materi pelatihan dicantumkan dalam Buku 2 Materi Pelatihan Guru.
Materi pelatihan dikemas dalam bentuk cetakan (hard copy) dan file computer CD (soft copy).




BAB III

MEKANISME PELATIHAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013


A.       Pengelolaan Pelatihan

1.         Dikoordinasikan secara terpusat
Pengelolaan pelatihan dilakukan dan dikoordinasikan secara terpusat dengan melibatkan unsur provinsi dan kabupaten/kota.
2.         Institusi Penyelenggara Pelatihan
Penyelenggaraan pelatihan untuk beberapa kelompok peserta pelatihan sebagai berikut.
a.         Pelatihan Instruktur Nasional dilaksanakan di tingkat Pusat oleh Badan PSDMPK dan PMP.
b.        Pelatihan Guru Inti/Kepala Sekolah Inti/Pengawas Inti dilaksanakan di tingkat Provinsi oleh LPMP dan PPPPTK.
c.         Pelatihan Guru dilakukan di provinsi atau region.
d.        Pelatihan Kepala Sekolah dan Pengawas dilaksanakan di provinsi atau region.
3.         Materi/Bahan Pelatihan
Pelatihan untuk semua jenjang dan kelompokpeserta menggunakan materi/bahan yang sama. Materi tersebut disusun oleh Tim Pengembang Kurikulum dan Tim Badan PSDMPK dan PMP.
4.         Lokasi pelatihan
Pelatihan Instruktur Nasional dan Guru Inti dilaksanakan oleh pusat di PPPPTK atau LPMP sedangkan pelatihanuntuk Pengawas, Kepala Sekolah dan guru dilaksanakan oleh daerah dengan tempat akan ditentukan kemudian.

B.        Pendekatan Pelatihan

Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Bagi Guru menggunakan pendekatan andragogi dengan menerapkan pola diskusi. Paparan teori atau ceramah lainnya dilakukan sebagai sisipan untuk memperkaya materi dalam proses diskusi atau pengambilan kesimpulan.

C.        Pola Pelatihan

Pelatihan direncanakan secara bertingkat, diawali dengan pelatihan untuk Instruktur Nasional dengan penatar Tim Pengembang Kurikulum dan Narasumber Nasional. Tingkat ke dua pelatihan untuk Guru Inti dengan penatar Instruktur Nasional. Tingkat ke tiga adalah pelatihan untuk Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas dengan penatar Guru Inti/Kepala Sekolah Inti/Pengawas Inti.
 

A.       Tindak Lanjut Pasca Pelatihan

Guru kelas I, IV, VII, dan X yang telah mendapatkan pelatihan implementasi kurikulum 2013 wajib menerapkan kurikulum 2013 dalam proses pembelajaran mulai semester 1 tahun ajaran 2013/2014. Selama pelaksanaan proses pembelajaran di kelas, guru akan dibimbing oleh Kepala Sekolah dan Pengawas. Disamping itu, guru juga akan mendapatkan program pendampingan pelaksanaan kurikulum 2013 dari Guru Inti. Mekanisme pelaksanaan pendampingan akan dijelaskan dalam panduan tersendiri.

B.        Narasumber, Penatar dan Fasilitator

Pelaksanaan pelatihan akan melibatkan narasumber, tim penatar dan fasilitator sebagai berikut.

1.         Nara Sumber

Yang dimaksud dengan narasumber adalah pejabat pusat, provinsi, atau kabupaten/kota yang ditugasi untuk memaparkan hal-hal yang terkait dengan peraturan dan kebijakan tentang pelaksanaan Kurikulum 2013.

2.         Instruktur Pelatihan

Instruktur pelatihan terdiri dari Tim Pengembang Kurikulum, Instruktur Nasional, dan Guru Inti. Jumlah instruktur pelatihan yang harus berada selama pelaksanaan pelatihan minimal 3 (tiga) orang per kelas. Jumlah peserta pelatihan per kelas maksimal 40 (empat puluh) orang.
a.         Tim Pengembang Kurikulum
Anggota Tim Pengembang Kurikulum adalah para pakar yang ikut dalam pengembangan Kurikulum 2013.
b.        Instruktur Nasional
1)        Spesialisasi Instruktur Nasional
Instruktur Nasional yang akan ditatar disesuaikan dengan jenis guru yang akan melaksanakan Kurikulum 2013. Jenis spesialisasi Instruktur Nasional dicantumkan dalam tabel berikut.




1)        Persyaratan Instruktur Nasional
Calon Instruktur Nasional dapat berasal dari dosen, widyaiswara, dan guru inti. Persyaratan untuk menjadi Instruktur Nasional sebagai berikut.
a)         Kualifikasi pendidikan minimal S1 program studi yang relevan, diutamakan yang memiliki kualifikasi S2;
b)        Untuk dosen diutamakan memiliki NIA (nomor induk asessor) sertifikasi guru pada bidang studi yang relevan;
c)         Untuk widyaiswara harus memiliki pengalaman pelatihan penyusunan kurikulum;
d)        Bagi guru selain memiliki sertifikat pendidik memiliki pula sertifikat sebagai guru inti, guru berprestasi, dan guru pemenang lomba tingkat nasional;
e)        Memiliki dedikasi dan pengabdian yang tinggi
f)          Lulus PelatihanInstruktur NasionalImplementasi Kurikulum 2013 Bagi Guru yang dilaksanakan oleh Tim Pengembang Kurikulum.
a.         Guru Inti
1)        Spesialisasi Guru Inti
Guru Inti yang akan ditatar disesuaikan dengan jenis guru yang akan melaksanakan Kurikulum 2013. Jenis spesialisasi Guru Inti dicantumkan dalam tabel berikut.

2)        Peryaratan Guru Inti
Calon Guru Inti adalah guru yang mengajar pada sekolah sasaran dengan persyaratan sebagai berikut.
a)         Kualifikasi pendidikan minimum S1 yang relevan dengan mata pelajaran
b)        Mempunyai pengalaman sebagai pelatih bagi pendidik atau tenaga kependidikan sekurang-kurangnya selama 4 (empat) tahun
c)         Memiliki dedikasi dan pengabdian yang tinggi
d)        diprioritaskan bagi guru yang memiliki penghargaan sebagai Guru Berprestasi, Pemenang Lomba Kreatifitas Guru, Pemenang Olimpiade Sain  Guru, danmemiliki nilai Uji Kompetensi Guru (UKG) diatas rata-rata
e)        Lulus Pelatihan Guru Inti Implementasi Kurikulum 2013 Bagi Guru yang dilaksanakan oleh Instruktur Nasional.
Jumlah Guru Intiuntuk SD, SMP, SMA dan SMK dicantumkan dalam Lampiran 6 s.d 9 sedangkan jumlah Instruktur Nasional dicantumkan dalam lampiran 10 s.d 13

1.         Master Training

Mater Training adalah Widyiaiswara atau Pejabat structural pada LPMP dan PPPPTK yang telah mengikuti pelatihan implementasi kurikulum 2013. Tugas Master Training adalah mengawasi, memantau, mensupervisi klinis dan melaporkan proses pelatihan Guru Inti.

2.         Fasilitator

Yang dimaksud fasilitator adalah staf teknis yang membantu instruktur pelatihan dalam pelaksanaan pelatihan di ruang pelatihan. Dalam hal adanya keterbatasan dana untuk membiayai fasilitator, instruktur pelatihan dapat merangkap menjadi fasilitator apabila sedang tidak bertugas menjadi instruktur pelatihan.

A.        Sumber Dana

Biaya untuk kegiatan Pelatihan Kurikulum 2013 berasal dari dana APBN yang dialokasikan pada DIPA beberapa satuan kerja di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Tabel berikut mencantumkan jenis kegiatan dan institusi penyandang dana.

B.      Jadual Pelaksanaan Pelatihan

1.      Jam pelajaran per hari

Jadual pelatihan untuk Instruktur Nasional dan Guru Intitiap harinya terdiri dari 13 (tiga belas) jam pelajaran @ 45 menit sedangkan untuk Guru sebanyak 10 (sepuluh) jampelajaran @ 45 menit. Jadual harian pelatihan untuk Instruktur Nasional, Guru Inti dan Guru dicantumkan dalam tabel berikut.


Tabel 3.1Jadual Harian PelatihanImplementasi Kurikulum
Waktu
Keterangan 
08.00 – 08.45
Jam ke-1
08.45 – 09.30
Jam ke-2
09.30 – 10.15
Jam ke-3
10.15 – 10.30
Istirahat
10.30 – 11.15
Jam ke-4
11.15 – 12.00
Jam ke-5
12.00 – 13.30
Istirahat
13.30 – 14.15
Jam ke-6
14.15 – 15.00
Jam ke-7
15.00 – 15.30
Istirahat
15.30 – 16.15
Jam ke-8
16.15 – 17.00
Jam ke-9
17.00 – 17.45
Jam ke-10
17.45 – 19.30
Istirahat
19.30 – 20.15
Jam ke-11 (Mandiri)
20.15 – 21.00
Jam ke-12 (Mandiri)
21.00 – 21.45
Jam ke-13 (Mandiri)
Catatan:
     Peserta Pelatihan menginap ditempat yang ditentukan
     Hari pertama dimulai dengan pembukaan pukul 15.00 (jam ke 7)
    Jam ke 11 s.d 13 dilaksanakan oleh guru secara mandiri sesuai penugasan

Pelatihan Instruktur Nasional, Guru Inti dan Guru dengan durasi waktu selama 52 jam pelajaran dilaksanakan dalam 5 hari. Pelatihan dimulai pada sore hari dengan jadual pelatihan sebagaimana tercantum dalam Lampiran 14

2.      Jadual Pelatihan

JadualPelatihan Implementasi Kurikulum 2013 sebagai berikut.

Waktu
Kegiatan Pelatihan
26 – 28 Juni 2013
Penyegaran Narasumber Nasional
29 Juni – 3 Juli 2013
Pelatihan instruktur Nasional
4 – 8 Juli 2013
Pelatihan Guru Inti
10 – 14 Juli 2013
Pelatihan Guru Sasaran
15 Juli 2013
Implementasi Kurikulum 2013 di sekolah




BAB IV

PENILAIAN PESERTA DAN PELAKSANAAN PELATIHAN


A.       Tujuan Penilaian

Penilaian kepada Instruktur Nasional, Guru Inti, Guru Kelas dan Guru Mata Pelajaran pada Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 dilakukan untuk mengukur peserta pelatihan dalam mencapai indikator keberhasilan tujuan pelatihan. Peserta pelatihan Instruktur Nasional, Guru Inti, Guru Kelas dan Guru Mata Pelajaran dinyatakan kompetenmanakala kompetensi yang diujikannya tercapai dan sebaliknya dinyatakan tidak kompetenmanakala kompetensi yang diujikannya tidak tercapai.
1.         Penilaian Kepada Peserta
Tujuan penilaian kepada peserta pelatihan Kurikulum 2013 sebagai berikut.
a.         Penilaian kepada Instruktur Nasional bertujuan untuk mengukur kelayakan kompetensi yang bersangkutan untuk menjadi penatar Guru Inti.
b.        Penilaian kepada Guru Inti bertujuan untuk mengukur kelayakan kompetensi yang bersangkutan untuk menjadi penatar Guru Kelas/Mata Pelajaran yang menjadi sasaran pelatihan.
c.         Penilaian kepada Guru Kelas dan Guru Mata Pelajaran bertujuan untuk mengetahui kelemahan guru yang bersangkutan dalam penguasaan Kurikulum 2013 sebagai bahan pertimbangan dalam proses pendampingan pelaksanaan pembelajaran dengan Kurikulum 2013.
2.         Penilaian Kepada Penatar, Fasilitator,dan Pelaksana
Tujuan penilaian kepada penatar, fasilitator dan pelaksana pelatihan adalah untuk mendapatkan masukan guna perbaikan mutu pelatihan.

B.        Penilaian Peserta

Jenis penilaian peserta pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 meliputi penilaian terhadap sikap, pengetahuan dan keterampilan peserta. Penilaian pengetahuan peserta pelatihan dilaksanakan dalam tes awal dan tes akhir sedangkan penilaian sikap dan keterampilan dilakukan dalam penilaian proses.

1.         Tes Awal dan Tes Akhir

Tes awal dilakukan pada awal pelatihan untuk mengukur pengetahuan awal peserta pelatihan sebelum proses pembelajaran pelatihan dimulai. Tes akhir dilakukan pada akhirpelatihan untuk mengukur pengetahuan secara menyeluruh peserta pelatihansetelah mengikuti pembelajaran.Penilaiannya menggunakan metode penilaian acuan patokan (PAP). Tes awal dan tes akhir mencakup materi, kompetensi, dan indikator pada ranah pengetahuan dari setiap mata pelatihan dalam struktur program pelatihan.
Pada bagian materi, yang diujikan berasal dari mata pelatihan: a) Konsep Kurikulum 2013, b) Analisis Materi Ajar, c) Model Rancangan Pembelajaran, dan d) Praktik Pembelajaran Terbimbing. Jabaran terperinci diuraikan sebagai berikut.
a.         Materi Pelatihan Guru Jenjang SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA, SMK/MAK
1)    Kompetensi dan Indikator pada Mata Pelatihan Konsep Kurikulum 2013
a)   Materi pelatihan ‘Rasional’ dengan kompetensi ‘memahami secara utuh rasional Kurikulum 2013’ mencakup indicatorpada ranah pengetahuan sebagai berikut:
-     menjelaskan rasional pengembangan Kurikulum 2013 dalam kaitannya dengan perkembangan masa depan;
-     menjelaskan permasalahan Kurikulum 2006 (KTSP);
-     mengidentifikasi kesenjangan kurikulum antara kondisi saat ini dengan kondisi ideal; dan
-     menjelaskan alasan pengembangan kurikulum.
b)   Materi pelatihan ‘Elemen Perubahan Kurikulum 2013’ dengan kompetensi‘memahami secara utuh elemen perubahan Kurikulum 2013’mencakup indikator pada ranah pengetahuan sebagai berikut:
-     menjelaskan empat elemen perubahan  Kurikulum 2013 yang mencakup: SKL, SI, Standar Proses, dan Standar Penilaian; dan
-     menjelaskan empat elemen perubahan kurikulum dalam hubungannya dengan kompetensi yang dibutuhkan pada masa depan.
c)    Materi pelatihan ‘SKL, KI, dan KD’ dengan kompetensi‘memahami keterkaitan antara SKL, KI, dan KD Kurikulum 2013’mencakup indikator pada ranah pengetahuan: menganalisis keterkaitan antara SKL, KI, dan KD.
d)   Materi pelatihan ‘Strategi Implementasi Kurikulum 2013’ dengan kompetensi‘memahami secara utuh strategi implementasi Kurikulum 2013’mencakup indikator pada ranah pengetahuan: mengidentifikasi elemen-elemen penting strategi implementasi Kurikulum 2013.
2)    Kompetensi dan Indikator pada Mata Pelatihan Model Rancangan Pembelajaran
a)    Materi pelatihan ‘Penyusunan RPP’ dengan kompetensi‘menyusun RPP yang menerapkan pendekatan scientific sesuaidengan model belajar yang relevan dengan mempertimbangkan karakteristik peserta didik baik dari aspek fisik, moral, sosial, kultural, emosional maupun intelektual’mencakup indikator pada ranah pengetahuan sebagai berikut:
-     mengidentifikasirambu-rambu penyusunan RPP; dan
-     mengidentifikasi SKL, KI dan KD yang dibuat dalam RPP.
b)   Materi pelatihan ‘Perancangan Penilaian Autentik pada Proses dan Hasil Belajar dengan kompetensi‘merancang penilaian autentik pada proses dan hasil belajar’mencakup indikator pada ranah pengetahuan sebagai berikut:
-     mengidentifikasi kaidah perancangan penilaian autentik pada proses dan hasil belajar; dan
-     mengidentifikasi jenis dan bentuk penilaian pada proses dan hasil belajar sesuai karakteristik mata pelajaran.
3)    Kompetensi dan Indikator pada Mata Pelatihan Praktik Pembelajaran Terbimbing
Materi pelatihan ‘Simulasi Pembelajaran’ dengan kompetensi‘mengkaji pelaksanaan pembelajaran yang menerapkan pendekatan scientific dengan tetap memperhatikan karakteristik peserta didik baik dari aspek fisik, moral, sosial, kultural, emosional maupun intelektual’mencakup indikator pada ranah pengetahuan: mengidentifikasi rambu-rambu pelaksanaan pembelajaran yang mengacu pada Standar Proses dan pendekatan scientific.
b.        Materi Pelatihan Guru Jenjang SD/MI
Kompetensi dan Indikator pada Mata Pelatihan Analisis Materi Ajar
1)  Materi pelatihan ‘Konsep Pembelajaran Tematik Terintegrasi’ dengan kompetensi‘mendeskripsikan konsep pembelajaran tematik terintegrasi’mencakup indikator pada ranah pengetahuan sebagai berikut:
-     menjelaskan konsep pembelajaran tematik terintegrasi;
-     menjelaskan pemetaan kompetensi dasar dan indikator pembelajaran tematik terintegrasi; dan
-     mendeskripsikan keterkaitan antara jaringan tema, silabus, RPP, dan RKH.
2)  Materi pelatihan ‘Konsep Pendekatan Scientific’ dengan kompetensi‘mendeskripsikan konsep pendekatan scientific dalam pembelajaran tematik terintegrasi’mencakup indikator pada ranah pengetahuan sebagai berikut:
-     mendeskripsikan konsep pendekatan scientific; dan
-     mendeskripsikan penerapan pendekatan scientific dalam pembelajaran tematik terintegrasi.
3)  Materi pelatihan ‘Konsep Penilaian Autentik pada Proses dan Hasil Belajar’ dengan kompetensi ‘mendeskripsikan konsep penilaian autentik pada proses dan hasil belajar’ mencakup indikator pada ranah pengetahuan sebagai berikut:
-     mendeskripsikan konsep penilaian autentik dalam bentuk tes dan nontes; dan
-     mendeskripsikan prinsip-prinsip penilaian pada pembelajaran tematik terintegrasi.
4)  Materi pelatihan ‘Analisis Buku Guru dan Buku Siswa’ dengan kompetensi ‘memahami strategi penggunaan buku guru dan buku siswa untuk kegiatan pembelajaran’ mencakup indikator pada ranah pengetahuan: menjelaskan strategi penggunaan buku guru untuk kegiatan pembelajaran.
5)  Materi pelatihan ‘Analisis Buku Guru dan Buku Siswa’ dengan kompetensi ‘menganalisis buku guru dan buku siswa untuk kegiatan pembelajaran’ mencakup indikator pada ranah pengetahuan: mengidentifikasi kesesuaian isi buku guru dan buku siswa dengan tuntutan SKL, KI, dan KD.
6)      Materi pelatihan ‘Analisis Buku Guru dan Buku Siswa’ dengan kompetensi ‘menguasai secara utuh materi, struktur, dan pola pikir keilmuan materi pelajaran’ mencakup indikator pada ranah pengetahuan: menjelaskan secara utuh materi, struktur, dan pola pikir keilmuan materi pelajaran yang terdapat dalam buku siswa.
c.         Materi Pelatihan Guru Jenjang SMP/MTs dan SMA/MA
Kompetensi dan Indikator pada Mata Pelatihan Analisis Materi Ajar
1)      Materi pelatihan ‘Konsep Pendekatan Scientific’ dengan kompetensi ‘mendeskripsikan konsep pendekatan scientific dalam pembelajaran’ mencakup indikator pada ranah pengetahuan sebagai berikut:
-     mendeskripsikan konsep pendekatan scientific; dan
-     mendeskripsikan penerapan pendekatan scientific dalam pembelajaran.
2)      Materi pelatihan ‘Konsep Penilaian Autentik pada Proses dan Hasil Belajar’ dengan kompetensi ‘mendeskripsikan konsep penilaian autentik pada proses dan hasil belajar’ mencakup indikator pada ranah pengetahuan sebagai berikut:
-     mengidentifikasi kaidah perancangan penilaian autentik pada proses dan hasil belajar; dan
-     mengidentifikasi jenis dan bentuk penilaian pada proses dan hasil belajar sesuai karakteristik mata pelajaran.
3)      Materi pelatihan ‘Analisis Buku Guru dan Buku Siswa’ dengan kompetensi‘memahami strategi menggunakan buku guru dan buku siswa untuk kegiatan pembelajaran’ mencakup indikator pada ranah pengetahuan: menjelaskan strategi penggunaan buku guru untuk kegiatan pembelajaran.
4)      Materi pelatihan ‘Analisis Buku Guru dan Buku Siswa’ dengan kompetensi ‘menganalisis kesesuaian isi buku guru dan buku siswa dengan tuntutan SKL, KI, dan KD’ mencakup indikator pada ranah pengetahuan: mengidentifikasi kesesuaian isi buku guru dan buku siswa dengan tuntutan SKL, KI, dan KD.
5)      Materi pelatihan ‘Analisis Buku Guru dan Buku Siswa’ dengan kompetensi ‘menguasai secara utuh materi, struktur, dan pola pikir keilmuan materi pelajaran’ mencakup indikator pada ranah pengetahuan: menjelaskan secara utuh materi, struktur, dan pola pikir keilmuan materi pelajaran yang terdapat dalam buku siswa.
d.        Kisi-Kisi Butir Tes
1)    Jumlah Butir Tes dan Jumlah Opsi
Tes awal dan tes akhir masing-masing terdiri atas 50 butir yang setara (paralel) dan setiap butir disusun dari sebuah pernyataan atau pertanyaan dan 4 buah opsi dengan rincian dalam tabel berikut.




a.         Pelaksanaan Tes
Tes awal dan tes akhir dilaksanakan di dalam situasi yang terbebas dari hal-hal yang mempengaruhi reliabilitas, antara lain: (1) jarak tempat duduk; (2) penerangan lampu; (3) ketenangan suasana; (4) kesehatan peserta; (5) kerahasiaan perangkat tes; (6) ketersediaan lembar jawaban; (7) kejelasan petunjuk pengerjaan; (8) kecukupan alokasi waktu; (9) pengawasan dari penguji/panitia; dan (10) hal-hal lain yang mengganggu pelaksanaan tes.
Tes awal dan tes akhir masing-masing memerlukan alokasi waktu selama 2 x 45 menit.
b.        Penyekoran
Setelah pelaksanaan tes awal dan tes akhir, selanjutnya dilakukan penyekoran. Penyekoran dilakukan dengan memberikan angka 1 untuk jawaban betul dan angka 0 untuk jawaban salah pada setiap butir tes. Banyaknya butir yang dijawab betul mengindikasikan tingkat kemampuan peserta pelatihan yang tinggi, dan sedikitnya butir yang dijawab betul mengindikasikan tingkat kemampuan peserta pelatihan yang rendah.
Untuk memperoleh sekor atau nilai setiap peserta pelatihan, rumusnya adalah sebagai berikut:
Nilai = Jumlah Betul x 2 (skala 0-100).
Dengan demikian, sekor perolehan maksimum peserta pelatihan adalah 100 dan sekor minimumnya adalah 0.
Karena tes awal dimaksudkan untuk mengukur kesiapan peserta pelatihan yang akan menerima materi pelatihan, hasil penyekoran tes awal tidak dimasukkan ke dalam rekapitulasi penghitungan total. Yang digunakan dalam rekapitulasi penghitungan total dan penentuan kelulusan pada ranah pengetahuan peserta pelatihan didasarkan pada hasil tes akhir.
c.         Soal Tes Awal dan Tes Akhir
Soal Tes Awal dan Tes Akhir untuk semua jejang pelatihan menggunakan soal yang disusun oleh Badan PSDMPK dan PMP.

1.         Penilaian Proses

Penilaian proses menggunakan metode penilaian acuan patokan (PAP) yang dilakukan di setiap mata pelatihan. Lingkup penilaian proses terdiri dari penilaian sikap dan keterampilan.
a)        Penilaian Keterampilan
Penilaian ini dimaksudkan untuk mengetahui kemampuan peserta pelatihan dalam mendemonstrasikan pemahaman dan penerapan pengetahuan yang mendalam serta keterampilan berbagai macam konteks tugas dan situasi sesuai dengan kompetensi dan indikator yang sesuai dengan kondisi pekerjaan di sekolah. Aspek keterampilan ini menggunakan pendekatan penilaian otentik yang mencakup bentuk tes dan nontes.Penilaian aspek keterampilan dilakukan pada saat pembelajaran melalui penugasan individu atau kelompok oleh narasumber/fasilitator. Penilaian keterampilan untuk peserta pelatihan instruktur nasional dan guru inti menggunakan format di bawah ini.
Keterampilan peserta pelatihan yang dinilai mencakup indikator kinerja esensial yang terdiri atas:
1)   menganalisis keterkaitan SKL, KI, dan KD;
2)   melaporkan hasil diskusi;
3)   menganalisis keterkaitan antara jaringan tema, silabus, RPP, dan RKH;
4)   membuat contoh penerapan pendekatan scientific dalam pembelajaran tematik terintegrasi;
5)   menganalisis buku guru dan buku siswa;
6)   menyusun RPP pembelajaran tematik terintegrasi dengan pendekatan scientific;
7)   merancang penilaian otentik pada pembelajaran tematik terintegrasi;
8)   mengamati dan menganalisis tayangan video;
9)   praktik pembelajaran tematik yang menerapkan pendekatan scientific.
Pensekoran dilakuan dengan pertimbangan sebagaimana tercantum dalam tabel berikut.

 Ingin versi lengkap dari PEDOMAN PELATIHAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 ini silahkan klik Download

Bagikan :
+
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "PEDOMAN PELATIHAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013"

PageRank

PageRank for wirajunior.blogspot.com
 
Template By Kunci Dunia
Back To Top