SILABUS DAN RPP BLOG

RPP lengkap Kurikulum 2013 dan KTSP

CONTOH PROPOSAL PTK SEKOLAH DASAR SISTEMATIKA PROPOSAL PTK



PROPOSAL PTK
(Bab I s.d. Bab III dan Instrumen)

Langkah Menyusun Latar Belakang Masalah
1.Mengidentifikasi Masalah
2.Menentukan Akar Masalah
3.Menganalisis Penyebab Masalah
4.Menentukan Solusi Masalah
5.Merumuskan Masalah
6.Merumuskan Hipotesis Tindakan (jika diperlukan)

Perhatikan contoh kasus di bawah ini.
Siswa kelas IV SD pada waktu pembelajaran Matematika tentang Operasi Perkalian sangat   memprihatinkan.
Berikut ini datanya….
1. Identifikasi Masalah
  1. Kelas selalu tenang jika pelajaran Mat, kelihatannya para siswa memperhatikan  namun jika dilontarkan pertanyaan tidak ada satupun siswa yang berani menjawab.
  2. 95% siswa tidak berani mengajukan
  3. pertanyaan tentang materi yang diajarkan  sehingga kelas  menjadi pasif.
  4. Siswa kurang memahami materi yang  disajikan, sehingga jika siswa diberi pertanyaan  maka 80% siswa jawaban nya kurang  sesuai.
  5. Hasil nilai ulangan matematika tidak memuaskan  yaitu 65% siswa belum tuntas
  6. Sebagian besar siswa kurang bergairah/semangat dalam belajar.
  7. 80% siswa lamban dan kurang trampil dalam pengerjaan latihan soal

2. Menentukan Akar Masalah
         Yang menjadi akar masalah  adalah keterampilan mengalikan.
Jika dibiarkan kondisi ini maka menyebabkan siswa terganggu untuk mengikuti pembelajaran selanjutnya, sehingga pada akhirnya tidak lulus pada ujian akhir sekolah karena lamban

3. Menganalisis Penyebab Masalah
  1. Metode pembelajaran  Matematika  yang   dilaksanakan kurang sesuai, tidak  dapat mengajak siswa untuk berperan aktif dalam proses pembelajaran
  2. Pembelajaran kebanyakan secara   teoritis
  3. Program pembelajaran kurang sesuai
  4. Hasil belajar tidak memenuhi kriteria di kurikulum
  5. Tidak ada alat peraga pembelajaran
  6. LKS yang digunakan tidak sesuai  dengan program pembelajaran
  7. Penataan siswa dalam kelas kurang   baik, siswa yang pandai hanya   berkelompok dengan yang pandai   sehingga tidak membaur
  8. Guru kurang menarik saat   melaksanakan pembelajaran, misal :   suara kurang jelas sehingga tidak  terdengar sampai siswa yang paling   belakang, terlalu cepat saat
             menerangkan, menjawab pertanyaan   siswa tidak jelas sehingga siswa  semakin
             bingung.
4. Menentukan Solusi Masalah
    Solusi yang dipilih adalah dengan memperbaiki metode pembelajaran guru yaitu akan menerapkan Metode Horisontal.
Metode tersebut dipilih karena menurut Agung (2009) metode Horisontal bukan sekedar rumus atau formula untuk mempercepat perhitungan tetapi merupakan cara berpikir (the way of thinking). Jadi jelas bahwa Metode Horisontal bekerja mulai pada bidang paling fundamental dari Matematika yaitu Aritmetika Dasar, metodenya terstruktur, sehingga dapat dilakukan proses visualisasi agar anak dapat dilatih menghitung cepat dengan efektif.
 Dalam Metode Horisontal, terdapat tahap-tahap pendidikan aritmetika yang terstruktur jelas, yaitu Tahap Pengenalan Bilangan, Tahap Perhitungan Tradisional, Tahap Perhitungan Mental dan Tahap Kreatifitas

5. Merumuskan Masalah
1)      Apakah penerapan metode horisontal dapat meningkatkan keterampilan mengalikan bagi siswa kelas IV SD?
2)      Bagaimanakah peningkatan minat siswa kelas IV SD dengan diterapkannya  metode horisontal?

Judul PTK:
  • Penerapan Metode Horisontal untuk  Meningkatkan Keterampilan Mengalikan  Siswa Kelas IV SD  Negeri X, atau
  • Upaya Meningkatkan Keterampilan Mengalikan Siswa Kelas IV SD Negeri X  dengan Menerapkan Metode Horisontal


    
 


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
         Uraikan pentingnya pelajaran tersebut dalam kehidupan sehari-hari .
         Uraikan kondisi ideal yang harus dicapai dalam pembelajaran tersebut berupa tujuan pembelajaran dari topik/tema pelajaran.
         Uraikan kondisi real berdasarkan pengalaman guru, yaitu identifikasi masalah berupa kondisi atau fakta-fakta real hasil  pengamatan yang memprihatinkan selama ini.
         Uraikan akar masalah/focus masalah  dari semua permasalahan yang telah diidentifikasi dan alasannya.
         Uraikan analisis penyebab terjadinya akar masalah tersebut, tulis semua hasil refleksi diri guru dalam mengajar selama ini sehingga terjadi/muncul akar masalah tersebut.
         Uraikan salah satu penyebab terjadinya akar masalah tersebut untuk diperbaiki, yang diangkat sebagai solusi permasalahan dengan disertai alasan pemilihan solusi tersebut.

Berdasarkan langkah mengidentifikasi masalah di atas, kita dapat menyusun rasional penelitian atau latar belakang masalah padabab I Pendahuluan.  Perhatikan contoh di bawah ini.

Note: Penulisan latar belakang masalah tidak harus seragam, namun point-pointnya relatif
          sama.

B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang diangkat dalam penelitian adalah sebagai berikut.
1)      Apakah penerapan metode horisontal dapat meningkatkan  keterampilan mengalikan bagi siswa kelas IV SD?
2)      Bagaimanakah peningkatan minat siswa kelas IV SD dengan diterapkannya  metode horisontal?

C. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitan adalah sebagai berikut.
1)      Meningkatkan keterampilan mengalikan bagi siswa kelas IV SD dengan menerapkan
       metode horisontal .
2)   Meningkatkan minat siswa kelas IV SD dengan menerapkan metode horizontal.

D. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut.
1)      Bagi Guru, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai masukan untuk meningkatkan proses pembelajaran di kelas.
2)      Bagi Kepala Sekolah, hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan dalam membuat kebijakan tentang peningkatan kualitas sekolah.
3)      Bagi Siswa, hasil penelitian ini dapat dijadikan pemicu motivasi belajar sehingga hasil belajar matematika meningkat.




E. Ruang Lingkup
     Dalam penelitian ruang pembelajaran yang dibahas adalah pelajaran Matematika aspek Bilangan yang menyangkut perkalian dua bilangan dua angka dan perkalian dua bilangan tiga angka.




  
Bab II
KAJIAN TEORI
A.  Perkalian Dua Bilangan(lihatreferensi)
FUraian tentang:
1.      Pengertian Bilangan
2.      Macam-macam Bilangan
3.      Operasi Hitung Bilangan
4.      Operasi Perkalian
5.      Kriteria Pengukuran Kemampuan Perkalian

B. Metode Pembelajaran(lihat referensi)
FUraian tentang:
·         Pengertian Metode Pembelajaran
·         Macam Metode Pembelajaran Dalam Matematika
·         Metode Horisontal
·         Langkah Pembelajaran Operasi Perkalian dengan Metode Horisontal

C. Hubungan Metode Horisontal dengan Perkalian Bilangan
FUraian hasil penelitian dari para peneliti terdahulu berkenaan penggunaan metode horisontal dalam operasi perkalian bilangan (lihat referensi)
D. Kerangka Berpikir
FUraian tentang rancangan berpikir, dimulai adanya kondisi awal siswa belajar, dengan pre-tes ternyata hasilnya kurang memuaskan karena siswa lamban dalam mengerjakan. Hal ini disebabkan oleh penerapan metode pembelajaran yang konvensional, kemudian dilakukan PTK beberapa siklus dengan menerapkan metode horisontal yang lebih bermakna bagi siswa karena secara teoritis metodenya terstruktur, sehingga dapat dilakukan proses visualisasi agar anak dapat dilatih menghitung cepat dengan efektif, sehingga diharapkan dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam mengerjakan operasi perkalian pada bilangan.


 
 

 BAB III

E.  Hipotesis Tindakan
1)      Jika diterapkan metode horisontal maka dapat meningkatkan keterampilan mengalikan bagi siswa kelas IV SD
2)      Minat siswa kelas IV SD dalam perkalian akan meningkat jika diterapkan metode horisontal

 
 
 

BAB III
METODE PENELITIAN
FKemukakan lokasi penelitian dan subyek penelitiannya serta waktu pelaksanaan penelitian.
FKemukakan prosedur penelitiannya, gambaran siklusnya yang dirinci dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, evaluasi-refleksi.
FProsedur Penelitian
Contoh:
      Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (classroom action research). Penelitian terdiri atas lebih dari satu siklus, tergantung permasalahan atau hambatan yang ditemukan selama penelitian. Masing-masing siklus melalui tahap perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Secara umum alur pelaksanaan tindakan dalam penelitian tindakan kelas ini digambarkan oleh Kemmis dan Taggart (dalam Kasbolah, 1999) sebagai berikut: (1)Rencana tindakan, (2)Pelaksanaan Tindakan dan (3) Observasi, serta (4) Refleksi dan evaluasi


Siklus I
a.Perencanaan
·         Merencanakan pembelajaran yang akan  diterapkan dalam PBM
·         Menentukan materi pokok
·         Mengembangkan skenario pembelajaran/RPP
·         Menyusun LKS
·         Menyiapkan sumber belajar
·         Mengembangkan format evaluasi
·         Mengembangkan format observasi pembelajaran
·         Mengembangkan angket minat untuk siswa
·         Melakukan simulasi pelaksanaan tindakan

b. Tindakan
·         Menerapkan tindakan mengacu pada skenario  yang direncanakan dan LKS

c.       Pengamatan
·         Melakukan observasi dengan memakai format Observasi
·         Menilai hasil tindakan dengan menggunakan  format LKS

d.      Refleksi
·         Melakukan evaluasi tindakan yang telah dilakukan, meliputi evaluasi mutu, jumlah dan waktu dari setiap macam tindakan.
·         Melakukan pertemuan untuk membahas hasil evaluasi tentang skenario, LKS, dll.
·         Memperbaiki pelaksanaan tindakan sesuai hasil evaluai, untuk digunakan pada siklus berikutnya.
·         Evaluasi tindakan I

Siklus II dilaksanakan jika siklus I belum sukses

F Tunjukkan indikator keberhasilan yang dicapai dalam setiap siklus sebelum pindah ke siklus lainnya. Contoh:
         Indikator Keberhasilan
Siklus penelitian ini tidak perlu dilanjutkan lagi apabila:
1)      75 % siswa tuntas dalam proses dan hasil operasi perkalian melalui berbagai tes yang dilakukan dan
2)      Tercapainya minat siswa yang tinggi melalui analisis hasil pengisian angket yang diberikan kepada siswa
FTeknik pengumpulan data, peran peneliti, instrumen penelitian, teknik analisis   datanya juga disertakan.
Contoh:
Teknik pengumpulan data
Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik observasi,angket, tes, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi, luesioner, butir soal. Observasi digunakan untuk menggali data mengenai proses pelaksanaan pembelajaran perkalian dengan metode Horisontal  di dalam kelas. Sedangkan angket dilakukan terhadap siswa untuk menggali data tentang minat siswa dalam kegiatan pembelajaran yang dilakukan. Ada 10 pernyataan tentang minat siswa yang harus dipilih sesuai pendapat siswa yaitu: sangat setuju, setuju, tidak setuju dan sangat tidak setuju. Dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data hasil kinerja/prestasi murid dalam mempelajari materi perkalian bilangan.
Secara garis besar langkah-langkah yang ditempuh dalam pelaksanaan setiap siklus penelitian tindakan kelas ini ada empat tahap, yaitu: identifikasi masalah, menyusun rencana tindakan, observasi, dan refleksi (Kasihani, 1998; Ibnu, 1998; Depdikbud 1996).

Teknik Analisis Data
Data yang diperoleh dalam setiap siklus penelitian dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan menggunakan analisis statistik deskriptif. Kegiatan analisis ini dimaksudkan untuk mengolah data pada masing-masing siklus apakah terdapat peningkatan keterampilan siswa terhadap materi perkalian bilangan setelah dilakukan pembelajaran dengan menggunakan metode Horisontal. Cara yang ditempuh untuk menganalisis hasil kerja siswa adalah dengan melihat dan membandingkan skor hasil tes soal perkalian kemudian dihitung persentase siswa yang sudah tuntas  pada masing-masing siklus. Apabila besar persentase ketuntasan siswa mengikuti hasil tes tersebut mengalami peningkatan sebesar 75%, dapatlah diartikan bahwa keterampilkan siswa terhadap perkalian bilangan telah meningkat sesuai dengan indikator keberhasilan, sehingga tidak perlu ada siklus berikutnya.
Sedangkan untuk menganalisis hasil angket yang diisi siswa adalah sebagi berikut.
Pilihan siswa diganti angka, yaitu sangat setuju = 4, setuju = 3,tidak setuju = 2, dan sangat tidak setuju = 1.
Ada 10 pernyataan, berarti setiap siswaminimal mendapat skor 10 dan maksmimal 40. Karena dalam kelas ada 28 orangsiswa,maka minimal skor yang diperoleh kelas adalah 10 x 28 = 280, maksimal 40x28=1120. Rentangan skor 280 – 1120 dibagi menjadi 4 interval yang sama untuk menentukan kriteria minat siswa: sangat tinggi, tinggi, rendah, dan sangat rendah.
Kriterianya berikut ini.
            280 – 490  : sangat rendah
            491 – 700  : rendah
            701 – 910  : tinggi
            911 – 1120: sangat tinggi
JADWAL PENELITIAN
Jadual penelitian (time schedule) berisi jadwal waktu mulai dari perencanaan, persiapan, pelaksanaan, dan pelaporan. Apabila ada penyandang dana, biasanya ada monitoring sehingga schedule pelaksanaan monitoring, seminar desain operasional, seminar hasil penelitian juga dirancang. Jadwal penelitian biasanya ditunjukkan dalam bentuk –Gantt chart

No
Rencana Kegiatan
Waktu (minggu ke)
1
Persiapan
1
2
3
4
5
6
7
8

         Menyusun konsep pelaksanaan
         Menyusun instrumen
         Menyusun LKS
         Lain-lain yang dilakukan
X
X
X
X


X
X






2.
Pelaksanaan









         Menyiapkan kelas dan alat
         Melakukan tindakan Siklus I
         Melakukan tindakan siklus II
         Lain-lain yang dilakukan


X
X
X
X
X
X
X
X


X
X


X
X

3.
Penyusunan laporan









         Menyusun konsep laporan
         Seminar hasil penelitian
         Perbaikan laporan
         Penggandaan dan pengiriman hasil
         Lain-lain yang dilakukan






X

X
X
X
X

Bagikan :
+
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "CONTOH PROPOSAL PTK SEKOLAH DASAR SISTEMATIKA PROPOSAL PTK"

PageRank

PageRank for wirajunior.blogspot.com
 
Template By Kunci Dunia
Back To Top