SILABUS DAN RPP BLOG

RPP lengkap Kurikulum 2013 dan KTSP

CONTOH RANCANGAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) KIMIA SMA PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA XI IPA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE SNOWBALL THROWING DALAM PEMBELAJARAN KIMIA



A.    Latar Belakang
Pengelolaan kegiatan belajar mengajar merupakan proses pembelajaran utuh dan menyeluruh yang dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi pembelajaran dalam rangka mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan (Daryanto 2009:173). Untuk itulah, seorang guru dituntut untuk dapat melaksanakan dan mengelola kegiatan belajar mengajar agar tujuan dalam pendidikan dapat tercapai dan dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien.
Penyelenggaraan pendidikan tak selamanya sesuai dengan yang diharapkan. Ada berbagai masalah yang sering dihadapi dalam pelaksanaan penyelenggaraannya. Salah satu masalah yang mendasar dalam dunia pendidikan adalah bagaimana usaha untuk meningkatkan proses belajar mengajar sehingga memperoleh hasil yang efektif dan efisien.
Berdasarkan pengamatan guru mata pelajaran kimia kelas XI IPA, hasil belajar  siswa kelas XI IPA rata-rata dibawah KKM. Ketuntasan kelas yang dicapai hanya sebesar 60% dari target yang diharapkan sebesar 75%. Kenyataan ini menunjukkan masih rendahnya tingkat pemahaman siswa terhadap materi tersebut. Oleh karena itu, diperlukan upaya lebih lanjut dalam mengoptimalkan pembelajaran yang ada sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Pembelajaran yang monoton memungkinkan siswa merasakan kejenuhan dalam pembelajaran. Siswa lebih senang melanjutkan belajarnya jika kondisi pengajaran menyenangkan. Oleh karena itu guru dapat melakukan cara-cara seperti: (1) usahakan jangan mengulangi hal-hal yang mereka ketahui, karena akan menyebabkan kejenuhan, (2) suasana fisik kelas jangan sampai membosankan, (3) hindarkan terjadinya frustasi dikarenakan situasi kelas yang tak menentu atau mengajukan permintaan yang tak masuk di akal dan di luar jangkauan pikiran manusia dan (4) hindarkan suasana kelas yang bersifat emosional sebagai akibat adanya kontak personal (Hamalik 2008:161).
Sehubungan dengan hal tersebut, peneliti merasa bahwa penggunaan media buku paket saja dalam penyampaian materi pelajaran kimia sangat kurang efektif dan efisien. pembelajaran kimia sering dirasa membosankan oleh siswa dan siswa hanya akan belajar apabila besok akan ada ulangan harian. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan adanya variasi dalam pembelajaran sejarah agar pembelajaran tidak monoton. Selain itu, variasi tersebut dapat digunakan sebagai motivasi siswa dalam belajar agar dapat tercapai tujuan pembelajaran yang diinginkan. Variasi dalam proses pembelajaran secara keseluruhan akan membawa pada suasana belajar yang menyenangkan dan tidak monoton sehingga siswa lebih menyerap pelajaran dengan baik dan hasil belajar lebih memuaskan.
Sejalan dengan perkembangan teknologi di bidang pendidikan banyak dikembangkan model-model pembelajaran, salah satunya adalah model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing. Model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing menuntut agar siswa lebih aktif dalam pembelajaran di kelas. Model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing melibatkan siswa agar aktif dalam pembelajaran, baik dari segi fisik, mental, dan emosional. Model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing dilakukan dengan cara siswa membentuk kelompok untuk selanjutnya dilakukan pelemparan pertanyaan dari satu siswa ke siswa yang lain sehingga masing-masing siswa memperoleh pertanyaan untuk selanjutnya pertanyaan tersebut dijawab. Oleh karena itu peran aktif siswa diutamakan dalam model pembelajaran ini, dan guru bertindak sebagai pemberi semangat, dorongan belajar dan bimbingan kepada siswa.
Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tindakan kelas dengan judul “Peningkatan Hasil Belajar Siswa XI IPA Dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Snowball Throwing Dalam Pembelajaran Kimia

B.     Identifikasi Masalah
Berdasarkan observasi yang telah dilaksanakan, peneliti menemukan adanya beberapa masalah yang terjadi dalam proses pembelajaran kimia oleh siswa kelas XI IPA, diantaranya adalah sebagai berikut :
a.       Aktivitas belajar siswa rendah dan siswa hanya akan belajar jika ada ulangan keesokan harinya.
b.      Proses Belajar Mengajar yang dipakai oleh guru kurang menarik dan kurang memiliki gairah mengajar karena guru hampir habis masa jabatan mengajarnya, sehingga factor usia guru menjadi penentu terjadinya proses belajar mengajar yang kurang menarik dan membuat siswa cenderung bosan dan malas untuk menerima pengajaran.
c.       Proses Belajar Mengajar yang digunakan oleh guru cenderung konvensional karena mengejar target pencapaian materi, sehingga siswa akan lebih mudah jenuh menerima pengajaran yang diberikan karena siswa hanya diberi materi saja dan pengajaran ini tidak mengaktifkan siswa, sehingga akan sangat berpengaruh kepada asupan ilmu yang diterima siswa yang menyebabkan hasil belajar siswa cenderung rendah dan berada dibawah KKM yaitu dengan nilai 68.

C.    Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, masalah dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut :
1.      Apakah penggunaan media pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI IPA dalam pembelajaran kimia?
2.      Bagaimana penggunaan media pembelajaran kooperatif tipe SnowballThrowing sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI IPA dalam pembelajaran kimia?

D.    Pemecahan Masalah
Peneliti menggunakan media pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing untuk meningkatkan hasil belajar Siswa Kelas XI IPA dalam pembelajaran kimia.

E.     Tujuan Penelitian
1.      Tujuan Umum
Tujuan umum penelitian ini adalah :
a.       Menggunakan media pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI IPA dalam pembelajaran kimia.
b.      Mengetahui penggunaan media pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI dalam pembelajaran kimia.
2.      Tujuan Khusus
a.       Menggunakan media pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing untuk meningkatkan rerata hasil belajar siswa kelas XI IPA dalam pembelajaran kimia hingga mencapai nilai diatas nilai KKM.
b.      Menggunakan media pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing untuk meningkatkan ketuntasan hasil belajar siswa kelas XI IPA dalam pembelajaran kimia hingga mencapai 75%.

F.     Manfaat Penelitian
1.   Bagi siswa
a.   Siswa diharapkan dapat mengetahui model-model pembelajaran
yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran terutama model
pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing.
b.   Agar siswa dapat gambaran yang jelas mengenai manfaat-manfaat
yang positif dalam penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe
Snowball Throwing untuk proses pembelajaran;
c.   Siswa diharapkan dapat lebih semangat dalam belajar sejarah.
2.   Bagi guru
a.   Agar guru dapat gambaran yang jelas mengenai manfaat-manfaat
yang positif dalam penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe
Snowball Throwing untuk proses pembelajaran;
b.   Sebagai motivasi guru untuk meningkatkan ketrampilan memilih
strategi pembelajaran yang sesuai dan bervariasi;
c.   Meningkatkan profesionalisme guru.
3.   Bagi sekolah
Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai alternatif pembelajaran dalam rangka perbaikan proses pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa.
4.   Bagi peneliti
Hasil penelitian ini akan menambah pengetahuan dan keterampilan peneliti mengenai model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing.








BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A.    Proses Belajar Mengajar
1.   Belajar
Belajar merupakan proses penting bagi perubahan perilaku manusia dan mencakup segala sesuatu yang dipikirkan dan dikerjakan. Belajar memegang peranan penting di dalam perkembangan, kebiasaan, sikap, keyakinan, tujuan, kepribadian dan bahkan persepsi manusia. Konsep tentang belajar banyak didefinisikan oleh para pakar psikologi, antara lain: (a) Gagne dan Berliner, menyatakan bahwa belajar merupakan proses dimana suatu organisme mengubah perilakunya karena hasil dan pengalaman; (b) Morgan et.al, menyatakan bahwa belajar merupakan perubahan relatif permanen yang terjadi karena hasil dari praktik atau pengalaman; (c) Slavin, menyatakan bahwa belajar merupakan perubahan individu yang disebabkan oleh pengalaman; (d) Gagne, menyatakan bahwa belajar merupakan perubahan disposisi atau kecakapan manusia, yang berlangsung selama periode waktu tertentu, dan perubahan perilaku itu tidak berasal dari proses pertumbuhan (Anni 2007:2).
2.   Strategi Belajar Mengajar
Kemendikbud mulai tahun 1975 mencanangkan pendekatan sistem dan beroriantasi tujuan. Sejak itu guru-guru dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran menggunakan kemasan “strategi belajar mengajar” yang merupakan salah satu komponen pembelajaran. Pengertian strategi pembelajaran menunjukkan 3 arti, yaitu:
a. Sesuatu yang menggunakan istilah “Strategic” mengandung arti mendasar karena rasional, tepat, dilakukan secara efektif untuk mencapai tujuan.
b. Strategi pembelajaran diartikan sebagai pola umum perbuatan gurusiswa dalam mewujudkan proses pembelajaran yang efektif dan efisien atau keseluruhan aktivitas guru dalam rangka menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif bagi tercapainya tujuan pembelajaran. Dikatakan pola umum karena dalam perwujudannya dimungkinkan adanya variasi, karena diwarnai oleh komponenkomponennya.
c.  Strategi pembelajaran diartikan sebagai pendekatan dalam mengelola kegiatan pembelajaran dengan mengintegrasikan komponen urutan kegiatan, cara mengorganisasi materi dan siswa, peralatan dan bahan serta waktu yang digunakan dalam proses pembelajaran untuk pencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan secara efektif dan efisien (Sugandi 2007:100-101).
3.   Hasil Belajar
Hasil belajar merupakan perubahan perilaku yang diperoleh pembelajar setelah mengalami aktivitas belajar. Perolehan aspek-aspek perubahan perilaku tergantung apa yang telah dipelajari oleh pembelajar. Oleh karena itu, apabila pembelajar mempelajari pengetahuan tentang konsep, maka perubahan perilaku yang diperoleh adalah berupa penguasaan konsep. Dalam pembelajaran, perubahan perilaku yang harus dicapai oleh pembelajar setelah melaksanakan aktivitas belajar dirumuskan dalam tujuan pembelajaran (Anni 2005:4).
B.     Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Snowball Throwing
Model pembelajaran merupakan landasan praktik pembelajaran hasil penurunan teori psikologi pendidikan dan teori belajar yang dirancang berdasarkan analisis terhadap implementasi kurikulum dan implikasinya pada tingkat operasional di kelas.
Model pembelajaran dapat diartikan pula sebagai pola yang digunakan untuk penyusunan kurikulum, mengatur materi, dan memberi petunjuk kepada guru di kelas. Model pembelajaran ialah pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas maupun tutorial. Model pembelajaran dapat didefinisikan sebagai kerangka konseptual yang melukiskan prosedur sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar (Suprijono 2009:45-46).
Ada beberapa istilah untuk menyebut pembelajaran berbasis sosial yaitu pembelajaran koperatif (cooperativelearning) dan pembelajaran kolaboratif. Pembelajaran kolaboratif didefinisikan sebagai falsafah mengenai tanggung jawab pribadi dan sikap menghormati sesama. Peserta didik bertanggung jawab atas belajar mereka sendiri dan berusaha menemukan informasi untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dihadapkan pada mereka. Guru bertindak sebagai fasilitator, memberikan dukungan tetapi tidak mengarahkan kelompok ke arah hasil yang sudah disiapkan sebelumnya. Bentuk-bentuk assesment oleh sesama peserta didik digunakan untuk melihat hasil prosesnya. Pembelajaran kooperatif adalah konsep yang lebih luas meliputi semua jenis kerja kelompok termasuk bentuk-bentuk yang lebih dipimpin oleh guru atau diarahkan oleh guru. Secara umum pembelajaran kooperatif dianggap lebih diarahkan oleh guru, guru dapat menetapkan tugas dan pertanyaan-pertanyaan serta menyediakan bahan-bahan dan informasi yang dirancang untuk membantu peserta didik menyelesaikan masalah yang dimaksud. Guru biasanya menetapkan bentuk ujian tertentu pada akhir tugas (Suprijono 2009: 54).
 Model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif. Model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing merupakan model pembelajaran yang melatih siswa untuk lebih tanggap menerima pesan dari orang lain, dan menyampaikan pesan tersebut kepada temannya dalam satu kelompok. Lemparan pertanyaan tidak menggunakan tongkat seperti model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stik akan tetapi menggunakan kertas berisi pertanyaan yang diremas menjadi sebuah bola kertas lalu dilempar-lemparkan kepada siswa lain. Siswa yang mendapat bola kertas lalu membuka dan menjawab pertanyaannya.




BAB III
PROSEDUR PENELITIAN

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dimaksudkan untuk meningkatkan hasil belajar siswa yang berkaitan dengan proses pembelajaran di kelas, dengan menggunakan media pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing. 
Penerapan model pembelajaran Snowball Throwing terdiri dari langkah-langkah sebagai berikut. Pertama, tahap awal guru menanyakan kesiapan siswa selama pelajaran berlangsung, guru mengulas kembali materi sebelumnya kemudian guru menjelaskan aturan main ketika Snowball Throwing berlangsung. Kedua, tahap inti guru membagi siswa dalam beberapa kelompok. Tiap kelompok terdiri dari 6-7 orang yang ditentukan secara acak. Guru memberikan bahan diskusi kepada setiap kelompok untuk didiskusikan dan kertas yang nantinya akan digunakan untuk menulis pertanyaan. Kemudian, guru meminta setiap siswa untuk membuat satu pertanyaan yang berhubungan dengan materi. Setelah semua siswa membuat pertanyaan, guru meminta kertas pertanyaan yang sudah dibuat dibentuk menyerupai bola dan dilempar ke kelompok lain untuk selanjutnya bola kertas tersebut akan dijawab oleh kelompok yang mendapat lemparan bola kertas tersebut. Kelompok yang sudah mendapatkan bola kertas langsung berdiskusi untuk menjawab pertanyaan yang terdapat dalam bola kertas tersebut. Lebih lanjut, guru meminta perwakilan dari tiap kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya. Setelah semua kelompok selesai melakukan presentasi, maka guru bersama-sama dengan siswa menyimpulkan materi. Sedangkan pada kelas kontrol dilakukan metode ceramah disertai dengan tanya jawab.
Kegiatan yang dilakukan pada kelas eksperimen dan kelas kontrol diharapkan meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi sejarah sehingga diharapkan hasil belajar yang diperoleh baik. Selanjutnya hasil belajar kedua kelompok dibandingkan untuk mengetahui hasil belajar setelah dilakukan treatmen.
A.          Setting Penelitian
Penelitian tindakan kelas ini akan dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2012/2013 di SMA Negeri 1 xxxxxxx sebanyak 4 kali pertemuan yang dibagi menjadi 2 siklus.  Siklus I sebanyak 2 kali pertemuan dan siklus II sebanyak 2 kali pertemuan.  Jumlah jam pelajaran kimia dalam satu minggu adalah 2 jam pelajaran dimana satu jam pelajaran waktunya 45 menit.
Subyek yang diteliyi adalah siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 xxxxxx tahun ajaran 2012/2013.
B.           Prosedur Pelaksanaan Tindakan Kelas
Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), adapun tahapan yang akan dilakukan dalam PTK ini menggunakan model yang dikembangkan oleh Kurt Lewin seperti disebutkan dalam Dikdasmen (2003:18) bahwa tahap-tahap tersebut atau biasa disebut siklus (putaran) terdiri dari empat komponen yang meliputi : (a) perencanaan (planning), (b) aksi/tindakan (acting), (c) observasi (observing), (d) refleksi (reflecting).
Prosedur penelitian tindakan kelas ini secara garis besar dapat dilihat dalam tabel berikut ini :
Tabel 1 : Siklus Kegiatan Penelitian
Siklus I
Perencanaan
·  Merencanakan pembelajaran yang akan diterapkan dilaksanakan.
·  Menentukan pokok bahasan
·  Mengembangkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).
·  Menyiapkan media pembelajaran kooperatif tipe snowball throwing
·  Mengembangkan format evaluasi
Tindakan
·  Melaksanakan KBM yang mengacu pada rencana pelaksanaan pembelajaran yang telah disiapkan menggunakan media pembelajaran kooperatif tipe snowball throwing
·  Melakukan evaluasi dalam bentuk tes kemampuan pemahaman konsep yang dipelajari.
Pengamatan
Melakukan observasi dengan menggunakan format observasi
Refleksi
·  Melakukan evaluasi tindakan yang telah dilakukan meliputi efektifitas waktu yang telah dilaksanakan.
·  Membahas hasil tindakan.
·  Memperbaiki pelaksanaan tindakan yang telah dilakukan yang belum mencapai sasaran.
·  Evaluasi tindakan.
Indikator keberhasilan siklus I
·  Instrument-instrumen yang telah disiapkan pada siklus I dapat dilaksanakan semua
·  70 % hasil belajar siswa meningkat setelah mengikuti pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran kooperatif tipe snowball throwing
Siklus II
Perencanaan
·  Identifikasi masalah dan penetapan alternatife pemecahan masalah
·  Pengembangan program tindakan II

Tindakan
·  Pelaksanaan program tindakan II

Pengamatan
·  Pengumpulan data tindakan II

Refleksi
·  Evaluasi tindakan II

Indikator keberhasilan siklus II
·  Instrument-instrumen yang telah disiapkan pada siklus II dapat terlaksanakan semua
·  Hail belajar siswa dalam KBM meningkat
·  75 % pencapaian hasil belajar menunjukan peningkatan.

C.           Data dan Teknik Pengumpulan Data           
1.      Data 
Sumber data penelitian ini adalah siswa, sedangkan jenis data yang didapatkan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif dan data kualitatif yang meliputi :
a.       data hasil pretes dan postes
b.      hasil observasi terhadap proses Kegiatan Belajar-Mengajar
c.       jurnal harian/catatan lapangan
d.      foto kegiatan
2.      Teknik Pengumpulan Data
a.   Dokumentasi
Dokumentasi digunakan untuk memperoleh data tentang jumlah siswa kelas XI IPA SMA N 1 xxxxx
b. Observasi
Observasi awal dilakukan dengan pengamatan terhadap kondisi fisik sekolah, meliputi kondisi bangunan sekolah, ketersediaan sarana prasarana pembelajaran, kurikulum, metode pembelajaran yang digunakan guru dan hasil belajar siswa pada pokok bahasan sebelumnya. Observasi lanjutan dilakukan terhadap kegiatan belajar mengajar guru dan siswa di dalam kelas. Hal ini dilakukan untuk mengetahui tingkat keberhasilan proses pembelajaran sejarah menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing.
c. Tes
Tes digunakan untuk memperoleh data tingkat penguasaan siswa tentang hasil belajar siswa kelas XI IPA. Soal yang digunakan adalah tes pilihan ganda. Sebelum tes digunakan pada saat evaluasi terlebih dahulu diujicobakan.
Tes pada penelitian ini dilakukan dua kali yaitu:
1. Pre test
Merupakan uji soal sebelum dilakukan eksperimen pada sampel penelitian dan menjadi langkah awal dalam penyamaan kondisi kelas XI IPA
2. Post test
Merupakan uji akhir, yaitu setelah dilakukannya perlakuan kelas XI IPA
D.          Analisis Data
Teknik analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah sebagai  berikut :
1.                  Data Observasi
Data obsevasi ini di ambil melalui pengamatan yang dilakukan oleh kolaborator sebagai observer, yang dilakukan pada saat berlangsungnya kegiatan pembelajaran di kelas. Pengolahannya dengan menggunakan rumus :
Dimana A =  Jumlah siswa yang melakukan kegiatan
              B =  Jumlah siswa keseluruhan
2.                  Data Angket
Menganalisis data hasil angket dengan menggunakan rumus sebagai berikut.
3.                  Data Tes Hasil Belajar
Peneliti menentukan nilai setiap siswa dari hasil pretes dan postes masing-masing siklus dengan pemberian nilai skala 100, dimana KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) untuk pelajaran Kimia adalah 68. Kemudian menentukan banyaknya siswa yang mendapat nilai diatas atau sama dengan 68 (siswa yang sudah tuntas). Banyaknya siswa yang mendapat nilai ≥ 68 di hitung prosentasenya dengan menggunakan rumus :
Sementara skor nilai rata-rata diperoleh dengan cara menjumlahkan skor nilai seluruh siswa dibagi dengan jumlah siswa.
4.                  Data Jurnal Harian
Peneliti sebagai orang yang terlibat secara aktif dalam pelaksanaan tindakan, dan juga guru lain sebagai observer menyimpulkan dan mendeskripsikan kejadian selama penelitian berlangsung baik pada siklus I maupun siklus II.







DAFTAR PUSTAKA

Anni, C.T. 2007. Psikologi Belajar. Semarang: UPT UNNES Press.
Daryanto. 2009. Panduan Pembelajaran Kreatif dan Inovatif. Jakarta: AV Publisher.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1980. Stategi Belajar Mengajar Penataran Loka Karya Gelombang 4, 5, dan 6 Proyek Pengembangan Pendidikan Guru (P3G).
Hamalik, Oemar. 2008. Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem. Jakarta: Bumi Aksara.
Sugandi, Achmad. 2007. Teori Pembelajaran. Semarang: UPT UNNES Press.
Suprijono, Agus. 2011. Cooperatif Learning Teori& Aplikasi Paikem. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Bagikan :
+
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "CONTOH RANCANGAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) KIMIA SMA PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA XI IPA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE SNOWBALL THROWING DALAM PEMBELAJARAN KIMIA"

PageRank

PageRank for wirajunior.blogspot.com
 
Template By Kunci Dunia
Back To Top