SILABUS DAN RPP BLOG

RPP lengkap Kurikulum 2013 dan KTSP

DOWNLOAD MAKALAH PENDIDIKAN PAUD PENGEMBANGAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DI KABUPATEN GORONTALO



 Latar Belakang

Pendidikan anak usia dini (PAUD) merupakan fondasi bagi perkembangan kualitas sumber daya manusia selanjutnya. Karena itu peningkatan penyelenggaraan PAUD sangat memegang peranan yang penting untuk kemajuan pendidikan di masa mendatang.

Arti penting mendidik anak sejak usia dini dilandasai dengan kesadaran bahwa masa kanak-kanak  adalah masa keemasan (the Golden Age), karena dalam rentang usia dari 0 sampai 5 tahun, perkembangan fisik, motorik dan berbahasa atau linguistik seorang anak akan tumbuh dengan pesat.  Selain itu anak pada usia 2 sampai 6 tahun dipenuhi dengan senang bermain. Konsep bermain sambil belajar serta belajar sambil bermain pada PAUD merupakan pondasi yang mengarahkan anak pada pengembangan kemampuan yang lebih beragam, sehingga di kemudian hari anak bisa berdiri kokoh dan menjadi sosok manusia yang berkualitas. Untuk itu pengembangan program PAUD harus digalakkan di berbagai tempat di wilayah Indonesia. Pendidikan anak memang harus dimulai sejak dini, agar anak bisa mengembangkan potensinya secara optimal. Anak-anak yang mengikuti PAUD menjadi lebih mandiri, disiplin, dan mudah diarahkan untuk menyerap ilmu pengetahuan secara optimal. Hal ini harus dimengerti oleh setiap orang tua, dengan memberikan stimulasi yang tepat agar kemampuan anak tersebut teraktualisasi dan berkembang dengan optimal.

Pada saat ini permasalahan-permasalahan yang terjadi dalam penyelenggaraan PAUD  adalah belum semua orang tua dan masyarakat menyadari pentingnya PAUD, belum semua lembaga layanan pengembangan anak usia dini yang telah ada di masyarakat dimanfaatkan untuk layanan PAUD. Begitu juga dalam permasalahan lembaga pengelola PAUD, masih terjadi kekurangoptimalan dalam pengelolaannya, dan juga masih terbatas pula partisipasi dan peran serta masyarakat dalam pengembangan PAUD dan masih terbatasnya fasilitas/sarana/prasarana untuk mendukung program PAUD. Oleh karenanya penelitian ini dititikberatkan pada kabupaten Gorontalo, sampai seberapa jauh  Pemerintah Daerah memberikan layanan  PAUD yang   bermanfaat bagi orangtua anak usia dini dan masyarakat meliputi: (1) bagaimanakah perkembangan  PAUD; (2) bagaimanakah pengelolaan dan pembinaan penyelenggaraan PAUD; (3) bagaimanakah peran Pemda dalam regulasi dan pendanaan dalam penyelenggaraan PAUD; (4) Masalah apa saja yang dihadapi dalam penyelenggaraan PAUD; dan (5) upaya apa saja yang dilakukan dalam menghadapi pemyelenggaraan PAUD.

Tujuan dari penelitian  ini adalah untuk memperoleh data dan informasi tentang penyelenggaraan PAUD di kabupaten Gorontalo meliputi (1)  perkembangan  PAUD; (2)   pengelolaan dan pembinaan dalam penyelenggaraan PAUD; (3)  peran Pemda dalam regulasi dan pendanaan dalam penyelenggaraan PAUD; (4) Masalah yang dihadapi dalam penyelenggaraan PAUD; dan (5) upaya yang dilakukan dalam menghadapi pemyelenggaraan PAUD.

Lingkup penelitian ini adalah penyelenggara PAUD dalam bentuk Kelompok Bermain (KB), Taman Penitipan Anak (TPA), dan Pos PAUD di Kabupaten Gorontalo. Sementara yang dimaksud dengan pihak Pemerintah Daerah dalam hal ini diwakili oleh Dinas Pendidikan  Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini dilaksanakan pada tahun 2010.

Kajian Teori
Pengertian Pendidikan Anak Usia Dini.
PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, yang diselenggarakan pada jalur formal, nonformal, dan informal. Mengapa pendidikan anak usia dini itu penting? karena masa usia dini merupakan periode emas (golden age) bagi perkembangan anak untuk memperoleh proses pendidikan.   
Ada empat pertimbangan pokok pentingnya pendidikan anak usia dini, yaitu: (1) menyiapkan tenaga manusia yang berkualitas, (2) mendorong percepatan perputaran ekonomi dan rendahnya biaya sosial karena tingginya produktivitas kerja dan daya tahan, (3) meningkatkan pemerataan dalam kehidupan masyarakat, (4) menolong para orang tua dan anak-anak (http://www.membuatblog.web.id/2010/06/pendidikan-anak-usia-dini.html).
Pendidikan anak usia dini tidak sekedar berfungsi untuk memberikan pengalaman belajar kepada anak, tetapi yang lebih penting berfungsi untuk mengoptimalkan perkembangan otak. Pendidikan anak usia dini sepatutnya juga mencakup seluruh proses stimulasi psikososial dan tidak terbatas pada proses pembelajaran yang terjadi dalam lembaga pendidikan. Artinya, pendidikan anak usia dini dapat berlangsung dimana saja dan kapan saja seperti halnya interaksi manusia yang terjadi di dalam keluarga, teman sebaya, dan dari hubungan kemasyarakatan yang sesuai dengan kondisi dan perkembangan anak usia dini.

Kontribusi Pemerintah Daerah

Dalam penelitian ini, batasan kontribusi adalah kebijakan, program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah dalam penyelenggaraan PAUD sebagaimana diamanatkan dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Dalam konteks ini, kontribusi mencakup mulai dari regulasi, pembinaan hingga pembiayaan PAUD. Dalam hal pembiayaan dapat diartikan sebagai sumbangan yang diberikan oleh Pendapatan Asli Daerah terhadap besarnya belanja pembangunan pendidikan, khususnya dalam penyelenggaraan PAUD di daerah (http://dspace.widyatama.ac.id/bitstream/handle/10364/603/bab2.pdf?sequence=5).

Sejak tahun 1999, pemerintah Pusat telah melimpahkan kewenangannya kepada pemerintah daerah (Pemda) melalui  otonomi, termasuk otonomi pendidikan. Pemda diminta untuk ikut berperanserta dalam memenuhi kebutuhan pendidikan di daerahnya,    termasuk pemenuhan kebutuhan pendidikan anak usia dini (PAUD). Peranserta dan tanggung jawab Pemda dalam PAUD berupa regulasi, pembinaan, pendanaan dan sebagainya yang dapat mempertahankan keberadaan dan membantu penyelenggara lembaga PAUD tersebut sesuai dengan standar PAUD yang telah ditetapkan oleh pemerintah Pusat.
Melalui penelitian ini diupayakan untuk menggali lebih jauh tentang seberapa besar kontribusi pemerintah daerah  terhadap penyelenggaraan PAUD dilihat dari aspek regulasi, pembinaan, pendanaan, dan program/kegiatan  PAUD.

Program Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini (PPAUD)
 Program PPAUD adalah program layanan pendidikan sekaligus pengembangan kepada anak usia dini secara holistik dan terintegrasi. Holistik artinya bukan hanya stimulasi/ rangsangan terhadap aspek pendidikan yang diberikan kepada anak usia dini, tetapi juga terhadap aspek gizi dan kesehatannya agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Terintegrasi artinya bahwa layanan pendidikan dilaksanakan secara terpadu dengan berbagai layanan anak usia dini yang telah ada di masyarakat (seperti Posyandu, Bina Keluarga Balita, dan berbagai layanan anak usia dini lainnya).
Program PPAUD berlangsung dari tahun 2007 hingga 2013. Program ini merupakan program kerjasama antara pemerintah dengan Bank Dunia. Sedangkan anggaran yang diperlukan seluruhnya berjumlah U$ 127,74 juta terdiri dari dukungan pemerintah Pusat dan Daerah (U$ 34,94 juta), dana hibah Kerajaan Belanda (U$ 25,30 juta), serta pinjaman lunak dari Bank Dunia (U$ 67,50 juta). Program ini diberikan kepada 50 kabupaten/kota lokasi program PPAUD dan salah satunya kabupaten Gorontalo menerima bantuan program PPAUD.

Program PPAUD bertujuan untuk memberikan dukungan terhadap tumbuh-kembang anak dari keluarga kurang mampu melalui program layanan PAUD holistik dan terintegrasi dengan cara: 1) meningkatkan pemerataan kesempatan pelayanan (akses) PAUD; 2) memperkuat kemampuan kelembagaan peme-rintah pusat, provinsi dan kabupaten; 3). meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya PAUD.  Pada dasarnya ada tiga program inti yang akan ditangani melalui program PPAUD, yakni: (1) meningkatkan layanan PPAUD bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu; (2) membangun sistem PPAUD yang bermutu dan berkelanjutan; dan (3) melaksanakan pengelolaan, pemantauan dan penilaian program secara efektif. Kriteria PPAUD adalah 1) data miskin tertinggi; 2) data AUD tertinggi; 3) jumlah penduduk tertinggi; dan 4) ditawarkan kepada masyarakat untuk kesediaannya menerima dana PAUD.

Temuan Penelitian dan Pembahasan

Temuan dari penelitian ini ditinjau dari penyelenggaraan PAUD tentang perkembangan lembaga PAUD,   pengelolaan dan pembinaan dalam penyelenggaraan PAUD, peran Pemda dalam regulasi dan pendanaan dalam penyelenggaraan PAUD, serta hambatan dan  upaya yang dilakukan dalam menghadapi pemyelenggaraan PAUD.  

Perkembangan PAUD di Kabupaten Gorontalo

Sesuai rencana dan strategi pendidikan khususnya dalam memacu perkembangan anak usia dini,  Dinas Pendidikan  Provinsi Gorontalo yang telah melakukan intervensi program PAUD sejak tahun 2005, mulai mengadakan sosialisasi PAUD kepada masyarakat secara maksimal, terutama terhadap mereka yang memiliki anak usia dini. Harapan Dinas Pendidikan Provinsi Gorontalo menargetkan, sampai 2010 minimal 75 persen desa-desa yang ada di Provinsi Gorontalo sudah memiliki layanan pendidikan anak usia dini.

Menindak lanjuti kebijakan Dinas Pendidikan Provinsi Gorontalo tersebut maka setiap kabupaten/kota di provinsi Gorontalo mendirikan dan mengembangkan program PAUD di daerahnya. Perkembangan PAUD di kabupaten Gorontalo tidak terlepas pula dari kepedulian pemerintah daerah setempat termasuk penggerak PKK.  

Pada saat ini jumlah lembaga PAUD, terutama Pos PAUD dan TPA di kabupaten Gorontalo mengalami peningkatan yang cukup baik.
Tabel 1. Jumlah Lembaga





Tahun
Kelompok Bermain (KB)/PAUD
Pos PAUD
Taman Penitipan Anak (TPA)
Jumlah
2009
262
38
5
305
2010
252
52
12
316
Jumlah
514
90
17
621
Sumber: Dinas Pendidikan Kabupaten Gorontalo tahun 2010

Untuk meningkatkan penyelenggaraan PAUD, dibentuklah  Forum PAUD di tingkat Kabupaten/Kota dengan ketuanya istri para Bupati/Walikota. Berbagai kegiatan sosialisasi program PAUD dilakukan pula oleh Forum PAUD dalam bentuk: 1) siaran di radio RRI dengan acara Hikmah Pagi; 2) kerjasama dengan organisasi-organisasi wanita, mulai dari Muslimat NU, Aisyiah, PKK, BKOW (Badan Koordinasi Organisasi Wanita), hingga Bhayangkari; 3) penyisipan dalam pesan-pesan kegamaan yang dilakukan ustad, pendeta, dan pastur.  Selain Forum PAUD, dibentuk pula HIMPAUDI di Kabupaten Gorontalo, yang membantu Pemda menangani tugas-tugas yang tidak mungkin dapat dilakukan karena keterbatasan sumber daya manusia. Pengurus HIMPAUDI dibentuk sampai tingkat kecamatan dengan tugas utama adalah mensosialisasikan PAUD termasuk peningkatan kualitas lembaga PAUD melalui berbagai kegiatan. Disamping itu HIMPAUDI ini bekerjasama dengan dinas pendidikan melakukan pelatihan dasar bagi pendidik AUD, ikut serta melakukan pembinaan bagi pengelola dan pendidik/pengasuh PAUD.

Dalam waktu dua tahun sejak digalakkan program PAUD, kabupaten Gorontalo telah memperoleh prestasi yang baik dari pemerintah pusat yaitu predikat terbaik nasional dalam penyelenggaraan PAUD pada tahun 2007. Selain itu kabupaten Gorontalo mendapat penghargaan tingkat nasional pula yaitu penghargaan Bupati terbaik nasional dalam pembinaan PAUD nonformal dan informal tahun 2008 yang diberikan oleh Menteri Pendidikan Nasional.

Perkembangan peserta didik dan tenaga pendidik. Sejak dilakukannya program PAUD di kabupaten Gorontalo, telah banyak anak usia dini mengikuti program PAUD.  
Tabel 2.  Jumlah peserta didik PAUD Berdasarkan Kelompok Usia Pada Tahun 2007/2008 – 2009/2010
No
Kelompok Usia
Jumlah Siswa PAUD
2007/2008
2008/2009
2009/2010
1.
0 – 1 tahun
6.142
6.300
5.767
2.
> 1 – 2 tahun
6.448
6.588
6.551
3.
> 2 – 3 tahun
8.033
8.101
7.845
4.
> 3 – 4 tahun
8.292
8.388
8.399
5.
> 4 – 5 tahun
7.245
7.400
7.650
6.
> 5 – 6 tahun
7.622
7.802
7.033
Sumber: Dinas Pendidikan Kabupaten Gorontalo tahun 2010

 Pada tabel 3 jumlah pendidik PAUD selama tiga tahun ini meningkat terutama lulusan D-2 meningkat cukup pesat sebanyak 174%. Walau masih banyak pendidik yang belum sesuai dengan standar PAUD yang harus lulusan D-4/S1, namun kenaikan 42,6% pendidik lulusan D-4/S1 pada dua tahun terakhir ini menggembirakan bagi peningkatan mutu pendidik PAUD di kabupaten Gorontalo.

Tabel 3. Jumlah Pendidik  PAUD Berdasarkan Tingkat Pendidikan
Pada Tahun 2007/2008 – 2009/2010
No
Tingkat Pendidikan
Jumlah Pendidik/Tutor PAUD
2007/2008
2008/2009
2009/2010
1.
SLTA/sederajat
1.221
1.208
941
2.
D-1
24
24
29
3.
D-2
89
115
315
4.
D-3
10
18
18
5.
D-4/S1
21
47
67
Sumber: Dinas Pendidikan Kabupaten Gorontalo tahun 2010
 Dari data di dinas Pendidikan Kabupaten Gorontalo ditemukan bahwa jumlah pengelola selama tiga tahun terakhir tidak mengalami kenaikan seperti dalam tabel 4 berikut.

Tabel 4.  Jumlah Pengelola  PAUD Berdasarkan Tingkat Pendidikan
Pada Tahun 2007/2008 – 2009/2010
No
Tingkat Pendidikan
Jumlah Pengelola PAUD
2007/2008
2008/2009
2009/2010
1.
SLTA/sederajat
279
279
279
2.
D-1
-
-
-
3.
D-2
26
26
26
4.
D-3
-
-
-
5.
D-4/S1
11
11
11
Sumber: Dinas Pendidikan Kabupaten Gorontalo tahun 2010




Pengelolaan dan Pembinaan Penyelenggaraan PAUD

Pengelolaan. Pada umumnya pengelolaan lembaga PAUD dilakukan oleh berbagai masyarakat yang peduli akan anak usia dini. Mereka mengelola secara mandiri walau dalam berbagai kegiatan juga mendapatkan bantuan dari pihak yang terkait antara lain dinas pendidikan dan lembaga masyarakat. Sedangkan metode  yang digunakan dalam pembelajaran di lembaga PAUD  adalah, Beyond Centre Circle Time, disingkat BCCT dan bercerita.  Menurut pendidik dan penyelenggara PAUD keuntungan penggunaan pembelajaran BCCT, yaitu : 1) anak dapat mempelajari banyak hal tanpa adanya perasaan tertekan; 2) hubungan antara pendidik dan murid menjadi dekat; 3) melatih anak untuk berani dalam mengungkapkan pendapat; 4) anak semakin mampu untuk berekspresi dan meneksplor dirinya; 5) meningkatkan kreativitas anak; 6) anak semakin aktif dalam melakukan kegiatan. Hal ini sesuai dengan harapan dari BCCT dan tentunya sesuai dengan teori untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak. Namun demikian ada juga hambatan yang ditemui dalam penerapan BCCT yaitu 1) kurangnya sarana dan prasarana dalam melaksanakan kegiatan BCCT; 2) mengalami kesulitan untuk menciptakan alat bermain; dan 3) peran guru yang dituntut inovatif namun tidak sesuai dengan penghasilan yang diperoleh guru sehingga banyak guru yang keluar masuk lembaga PAUD.

Materi yang diberikan dalam pembelajaran PAUD umumnya sesuai dengan acuan yang ada misalnya sesuai dengan buku menu generic dan pedoman teknis penyelenggaraan PAUD. Materi tersebut antara lain adalah, pendidikan agama, lingkungan, aku/diri sendiri, emosional, seni, etika, budaya, binatang, bahasa, kognitif, jasmani, psikomotorik, moral/sikap prilaku, Ibadah (doa2 harian, ayat pendek, praktek sholat), kepribadian (hormat terhadap orangtua, kakak, teman, dan adik), tanah airku, transportasi dan kesehatan serta kreativitas anak dan beragam kegiatan yang akan merangsang tumbuh kembang anak.

Pada saat ini Pemda Kabuapten Gorontalo merupakan salah satu kabupaten/kota yang menerima layanan Program Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini (PPAUD). Di kabupaten Gorontalo ada 60 desa yang menerima dana bantuan PPAUD. Setiap kelompok PAUD baik KB, TPA, dan Pos PAUD masing-masing menerima bantuan sebesar Rp 90.000.000,- dan diberikan tiga tahap dengan rincian berikut: 1) tahap pertama diterima uang Rp 36.000.000,-; 2) tahap kedua diterima uang Rp 27.000.000,-; dan 3) tahap ketiga diterima uang Rp 27.000.000,-.

 Pembinaan. Pembinaan yang dilakukan dinas pendidikan kabupaten Gorontalo berupa pelatihan dan seminar tentang PAUD. Menurut pendapat dinas pendidikan tersebut materi yang diberikan dalam pelatihan dirasakan sudah memadai karena materi tersebut meliputi: 1) Kebijakan konsep dasar PAUD; 2) Pertumbuhan dan perkembangan anak; 3) Parenting; 4) Penyusunan rencana pembelajaran; 6) Pembelajaran dengan pendekatan BCCT; 7) Evaluasi perkembangan anak; 8) Praktek mengajar; 9) Kesehatan keluarga sadar gizi; 10) Pertumbuhn dan perkembangan berkebutuhan khusus; 11) Pembelajaran bahasa untuk AUD; 12) Pembelajaran matematika untuk AUD; 13) Pembelajaran seni dan kreatifitas untuk AUD; 14) Pembelajaran kesadaran lingkungan (sains).

Pelatihan yang diselenggarakan oleh dinas pendidikan diperuntukan pendidik PAUD namun pesertanya dibatasi jumlahnya karena keterbatasan dana yang dimiliki dinas. Namun untuk workshop atau seminar jumlah pesertanya tidak dibatasi karena workshop/seminar hanya dilakukan beberapa jam saja dan tidak membutuhkan dana yang besar.

Pihak yang terlibat dalam pembinaan adalah dinas kesehatan, dinas agama, dinas social, PKK, dharma wanita, mitra PAUD (HIMPAUDI dan Forum PAUD). Pada umumnya aspek yang dibina meliputi pengelolaan lembaga, pembelajaran, keuangan, dan kompetensi yang harus dimiliki tenaga pendidik. Pembinaan dilakukan tiga bulan sekali bersamaan dengan pemberian insentif tenaga pendidik yang juga dilakukan tiga bulan sekali. Namun demikian pembinaan pun dapat dilakukan sekali dalam sebulan jika dianggap ada hal yang penting yang harus segera disampaikan kepada pengelola lembaga maupn pendidik PAUD.

Kontribusi Pemda dalam Regulasi dan Pendanaan Penyelenggaraan PAUD.

Kontribusi Pemda dalam Regulasi Penyelenggaraan PAUD.  Berkaitan dengan  kebijakan otonomi daerah dan kewenangan tentang pelimpahan pengaturan penyelenggaraan pendidikan, Bupati Kabupaten Gorontalo telah mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 33 Tahun 2009 tentang PAUD. Dalam Perda tersebut dibahas tentang tujuan dan fungsi PAUD, kelembagaannya, pendirian dan pengelolaan, tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, peserta didik, program pembelajaran/kurikulum, pendanaan, dan gaji pendidik. Menurut kepala seksi PAUD, Perda tersebut diterbitkan dan dicanangkan berkaitan dengan tujuan yang hendak dicapai kabupaten Gorontalo bahwa program pendidikan di kabupaten Gorontalo cerdas pada tahun 2015.

Kontribusi Pemda dalam Pendanaan Penyelenggaraan PAUD. Kontribusi Pemda Kabupaten Gorontalo dalam pendanaan dilakukan dengan terbitnya Keputusan Bupati Gorontalo Nomor 101/12/II/2010 tentang pemberian insentif bagi pengasuh TPA dan tenaga pendidik pada program PAUD di lingkungan dinas pendidikan kabupaten Gorontalo. Pemberian insentif kepada tenaga pendidik diberikan Rp 150.000,- terendah dan Rp 700.000,- tertinggi yang akan diberikan berdasarkan penilaian kinerja sehingga setiap triwulan besarnya insentif bisa berubah. Penilaian terhadap kinerja tenaga pendidik dilakukan oleh pengawas/penilik PAUD, Tim Fasiliasi Pengembangan PAUD, kepala seksi dan bidang PAUD di dinas pendidikan.

 Kontribusi Pemda terhadap pendidikan sangat tinggi dari ketentuan pemerintah pusat yang mengharuskan Pemda menyediakan dana daerah untuk pendidikan sebesar 20%. Berdasarkan data dari Laporan Pertanggungan Jawaban Kepala Daerah (LKPJ) tanggal 5 April 2010 (http://www.scribd.com/doc/33646174/LKPJ-5-Thn-Kab-Gorontalo) ditemukan bahwa kontribusi Pemda terhadap penyelenggaraan pendidikan mengalami kenaikan, walau di tahun 2007 pernah mengalami penurunan (lihat tabel ). Anggaran pendidikan kabupaten Gorontalo tahun 2009 sudah mencapai 36,8%, melebihi ketentuan pemerintah pusat yang hanya 20%.
Tabel 5. Anggaran Pendidikan Pemerintah Daerah Kabupaten Gorontalo
Tahun 2006 - 2009
Tahun
Anggaran Pendidikan
Prosentase Terhadap APBD
2006
44.000.000.000
36,06
2007
50.400.000.000
32,00
2008
85.000.000.000
36,57
2009
97.000.000.000
36,80

Dari data di dinas pendidikan Kabupaten Gorontalo ditemukan bahwa dana rintisan PAUD selama tiga tahun terakhir ini hanya berasal dari dana APBN (pusat) dan dana tersebut mengalami peningkatan yang cukup memadai (82,6%). Dana rintisan tersebut digunakan untuk pengelolaan, kompetensi guru, dan sarana dan prasarana.

Tabel 6. Dana Perintisan PAUD tahun 2008 sd 2010 yang diterima Kabupaten Gorontalo
No
Sumber
Alokasi Dana (Rp)
2007/2008
2008/2009
2009/2010
1.
APBN
345.000.000
310.000.000
565.000.000
2.
APBD Kabupaten/kota
-
-
-
3.
Dana Masyarakat
-
-
-

 Berbeda dengan dana rintisan, pada dana penguatan PAUD selama tiga tahun bersumber dari APBN, APBD kabupaten, dan dana masyarakat. Dana APBN mengalami kenaikan 57,7% dan dana masyarakat mengalami kenaikan 100%. Sedangkan dana APBD kabupaten mengalami penurunan 52,3%. Pemanfaatan dana penguatan yang berasal dari sumber-sumber berikut: 1) dari APBN digunakan untuk rehabilitasi; 2) dari APBD kabupaten/kota digunakan untuk pembangunan gedung dan honor pendidik; dan 3) dari dana masyarakat digunakan untuk pengelolaan.

Tabel 7. Dana Penguatan PAUD tahun 2008 sd 2010 yang diterima Kabupaten Gorontalo
No
Sumber
Alokasi Dana (Rp)
2007/2008
2008/2009
2009/2010
1.
APBN
2.214.000.000
3.864.000.000
6.092.800.000
2.
APBD Kabupaten/kota
4.249.265.800
4.324.485.000
2.062.350.000
3.
Dana Masyarakat
60.000.000
60.000.000
120.000.000

 Dari uraian di atas ditemukan bahwa dana untuk penyelenggaraan PAUD yang bersumber dari APBD khusus pendidikan sebesar 5,00% tahun 2007, 5,09% tahun 2008, dan 2,12% tahun 2009. Dana untuk penyelenggaraan PAUD tersebut mengalami penurunan kemungkinan disebabkan karena adanya block grant program PPAUD yang diterima Pemda Kabupaten Gorontalo dimana dana pemerintah pusat mengalami kenaikan selama tiga tahun ini.

Masalah yang Dilakukan Dalam Penyelenggaraan PAUD. Dalam penyelenggaraan PAUD masalah yang dihadapi penyelenggara PAUD di Kabupaten Gorontalo adalah: (1) Terbatasnya pengetahuan pengelola PAUD dalam pengadminstrasian dan pengelolaan lembaga; (2) Masih kurangnya tenaga untuk melaksanakan pembinaan, sementara lokasi/tempat penyelenggaraan PAUD tersebar sampai ke pelosok-pelosok wilayah, sehingga adanya keterbatasan dalam menjangkau lokasi lembaga PAUD di daerah terpencil; dan (3) Keterbatasan dana dalam pelaksanaan pembinaan; (4) Masih kurang dana operasional untuk pendampingan dan jauhnya jarak tempuh untuk melakukan pendampingan; (5) kurangnya dana insentif bagi pendidik PAUD.

 Upaya yang Dilakukan Dalam Penyelenggaraan PAUD. Upaya yang dilakukan para penyelenggara PAUD di kabupaten Gorontalo adalah: (1) sosialisasi mengenai adminsitasi dan manajemen PAUD bagi pengelola PAUD; (2)  caranya  membentuk gugus PAUD pada kecamatan terdekat, menugaskan pengurus Himpaudi tingkat kecamatan melakukan pembinaan; (3) mengajukan permohonan dana kepada pihak pemerintah daerah; dan (4) mendorong pendidik untuk membuat APE.

Simpulan dan Saran

Simpulan.

Perkembangan program PAUD di kabupaten Gorontalo mengalami kemajuan yang baik. Kemajuan tersebut tidak hanya dilihat dari jumlah lembaga PAUD, jumlah peserta, dan pengelola PAUD, namun juga prestasi yang telah dicapai kabupaten Gorontalo yaitu sebagai predikat terbaik nasional dalam penyelenggaraan PAUD tahun 2007 dan penghargaan Bupati terbaik nasional dalam pembinaan PAUD tahun 2008. Perkembangan penyelenggaraan PAUD tersebut juga disertai dengan peningkatan kualifikasi pendidik PAUD. Walau jumlah pendidik PAUD masih didominasi lulusan SMA sehingga belum  memenuhi standar PAUD, namun peningkatan jumlah pendidik lulusan D4/S1 sebesar 42,5% dan lulusan D2 sebesar 174% cukup menggembirakan.

Pada umumnya pengelolaan lembaga PAUD dilakukan oleh  masyarakat  secara mandiri walau dalam berbagai kegiatan juga mendapatkan bantuan dari pihak yang terkait antara lain dinas pendidikan dan lembaga masyarakat. Sedangkan metode pembelajaran yang digunakan  di lembaga PAUD  adalah BCCT dan bercerita. Menurut pendidik pendekatan pembelajaran  BCCT lebih melatih anak  untuk berani dalam mengungkapkan pendapat,  anak mampu untuk berekspresi dan meneksplor dirinya, dan meningkatkan kreativitas anak, serta anak semakin aktif dalam melakukan kegiatan. Disamping itu Kabupaten Gorontalo juga sedang mengembangkan  layanan  PPAUD. Program ini merupakan  program layanan anak usia dini yang diselenggarakan secara keseluruhan baik dari bidang pendidikan, pemberian gizi maupun kesehatan. Oleh karenanya dinas pendidikan selalu bekerjasama dengan dinas kesehatan,dinas social, dan masyarakat seperti   Posyandu, Bina Keluarga Balita, dan berbagai layanan anak usia dini lainnya.

Pada umumnya pembinaan PAUD dilakukan dinas pendidikan Kabupaten Gorontalo   yang bekerjasama  dengan mitra PAUD (HIMPAUDI dan Forum PAUD), PKK, dinas kesehatan, dan dinas agama.  Bentuk pembinaan yang diperoleh lembaga PAUD, umumnya berupa pelatihan dan workshop.   Peserta pelatihan pada umumnya dibatasi karena keterbatasan anggaran dan tempat. Sedangkan materi yang disampaikan dalam pelatihan bervariasi tentang PAUD antara lain kebijakan konsep dasar PAUD, pertumbuhan dan perkembangan anak, pembelajaran dengan pendekatan BCCT.

 Kontribusi Pemda Kabupaten Gorontalo tehadap penyelenggaraan PAUD diwujudkan dengan dikeluarkannya Peraturan Daerah tentang PAUD dan Keputusan Bupati Gorontalo tentang pemberian insentif bagi pengasuh TPA dan tenaga pendidik pada program PAUD di lingkungan dinas pendidikan kabupaten Gorontalo tahun 2010. Pemberian insentif kepada tenaga pendidik diberikan berdasarkan penilaian kinerja pendidik/pengasuh PAUD yang dilakukan oleh pengawas/penilik PAUD, Tim Fasiliasi Pengembangan PAUD, kepala seksi dan bidang PAUD di dinas pendidikan. Disamping pemberian insentif tersebut, lembaga PAUD juga mendapat bantuan dari program PPAUD sebesar Rp 90.000.000,-  di 60 desa Kabupaten Gorontalo.

Kontribusi Pemda Kabupaten Gorontalo dilakukan dengan pengalokasian  anggaran pendidikan yang cukup tinggi yaitu  36,8%, (tahun 2009), melebihi ketentuan pemerintah pusat yang hanya 20%. Khusus untuk program PAUD ditentukan hanya 2,12% (dari jumlah anggaran pendidikan Kabupaten Gorontalo pada tahun 2009). Dana untuk penyelenggaraan PAUD tersebut mengalami penurunan kemungkinan disebabkan karena adanya block grant program PPAUD yang diterima Pemda Kabupaten Gorontalo. Dana dari APBD tersebut digunakan untuk pembangunan gedung dan honor pendidik/pengasuh PAUD.

Pada umumnya masalah yang dihadapi penyelenggara lembaga PAUD dalam penyelenggaraan PAUD dikarenakan: terbatasnya pengetahuan pengelola PAUD dalam pengelolaan PAUD; kurangnya tenaga dan dana untuk melaksanakan pembinaan; dan kurangnya dana insentif bagi pendidik/pengasuh PAUD. Untuk itu dilakukan berbagai upaya dalam mengatasi permasalahan tersebut yaitu diadakannya sosialisasi manajemen PAUD, melibatkan HIMPAUDI dalam pembinaan, mengajukan permohanan dana kepada Pemda untuk insentif insentif pendidik/pengasuh PAUD, pembinaan dan pelaksanaan program PAUD.
  
Saran

Perkembangan jumlah lembaga PAUD yang  makin meningkat, harus diimbangi dengan kompetensi tenaga pendidik/pengasuh, dana dan sarana dari pemerintah daerah (dinas pendidikan dan instansi terkait), agar PAUD benar-benar dapat terkelola dan berkembang dengan optimal. Oleh karenanya perlu peningkatan kualitas mutu PAUD baik tentang pemahaman PAUD maupun tentang jompetensi tenaga/pengasuh, para pengelola dan pelaksana pembinaan penyelenggaraan PAUD.
Perlu diperbanyak pembinaan baik berupa pelatihan atau workshop bagi pengelola dan tenaga pendidik/pengasuh. Selain itu juga  perlu pembinaan yang dilakukan secara rutin dan adanya alokasi dana dari Pemda untuk pembinaan baik yang dilakukan dinas pendidikan maupun HIMPAUDI atau PKK.

Pemda perlu didorong untuk lebih meningkatkan dana rintisan dan penguatan, sebagaimana yang telah diberikan oleh pemerintah Pusat, karena faktanya masih banyak lembaga penyelenggara PAUD yang belum pernah menerima bantuan-bantuan dana tersebut. Selain itu juga memperbanyak bantuan dana insenrif pendidik, karena masih jauh lebih banyak tenaga pendidik yang memerlukannya dalam rangka mencukupi kesejahteraannya.


Daftar Pustaka

Keputusan Bupati Gorontalo Nomor 101/12/II/2010 tentang pemberian insentif bagi pengasuh TPA dan tenaga pendidik pada program PAUD di lingkungan dinas pendidikan kabupaten Gorontalo tahun 2010. Gorontalo: Limboto, 23 Februari 2010.

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah Tahun 2005-2009. http://www.scribd.com/doc/33646174/LKPJ-5-Thn-Kab-Gorontalo diunduh tanggal 18 Maret 2011.

Memahami Pendidikan Anak Usia Dini. http://himpaudijakartatimur.wordpress.com/ 

Model Pengembangan PAUD Gorontalo. (http://www.jugaguru.com /expression/48/tahun/2008 /bulan/04/tanggal/11/id/ 706/). Diunduh tanggal 1 Maret 2011.

Pendidkan Anak Usia Dini. http://www.membuatblog.web.id/2010/06/pendidikan-anak-usia-dini.html
Peraturan Daerah Kabupaten Gorontalo Nomor 33 Tahun 2009 tentang PAUD. Gorontalo: Limboto, 30 September 2009.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 58 tahun 2009 tentang Standar PAUD

Program Pendidikan dan Pengembangan Anak Usia Dini (PPAUD). http://www.batukar.info/project/program-pendidikan-dan-pengembangan-anak-usia-dini-ppaud. Diunduh tanggal 20 Maret 2011.

UU No. 23/2002 Tentang Perlindungan Anak

Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
Undang-Undang Republik Indonesia No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah
http://dspace.widyatama.ac.id/bitstream/handle/10364/603/bab2.pdf?sequence=
Bagikan :
+
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "DOWNLOAD MAKALAH PENDIDIKAN PAUD PENGEMBANGAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DI KABUPATEN GORONTALO "

PageRank

PageRank for wirajunior.blogspot.com
 
Template By Kunci Dunia
Back To Top