SILABUS DAN RPP BLOG

RPP lengkap Kurikulum 2013 dan KTSP

DOWNLOAD PEDOMAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 BAGI PENGAWAS SEKOLAH


A.    Latar Belakang
Di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2010-2014 dijelaskan bahwa berdasarkan hasil evaluasi kurikulum yang dilakukan oleh Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Puskurbuk) menunjukkan perlu ada penataan kembali kurikulum yang diterapkan saat ini. Atas dasar itu, Pemerintah Republik Indonesia pada bulan Juli tahun ajaran 2013-2014 mencanangkan akan memberlakukan Kurikulum 2013 yang merupakan hasil dari penyempurnaan kurikulum sebelumnya. Hal ini dipertegas oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan melalui kebijakannya bahwa Kurikulum 2013 diharapkan dapat menghasilkan insan Indonesia yang produktif, kreatif, inovatif, afektif melalui penguatan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang terintegrasi. Dengan demikian, Kurikulum 2013 diharapkan dapat mengatasi kelemahan-kelemahan yang ada pada kurikulum sebelumnya.
Langkah awal yang perlu dilakukan dalam rangka persiapan implementasi Kurikulum 2013 adalah melakukan sosialisasi Kurikulum 2013 kepada seluruh unsur pendidikan, dalam hal ini pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah serta unsur-unsur lain yang terlibat langsung dalam proses pendidikan. Salah satu strategi untuk memahami Kurikulum 2013, yaitu melalui Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 yang diperuntukkan bagi Pengawas Sekolah dan Kepala Sekolah. Selain itu, hal yang sama juga akan dilakukan terhadap Guru. Di dalam teori kurikulum dijelaskan bahwa keberhasilan suatu kurikulum merupakan proses panjang, mulai dari kristalisasi berbagai gagasan dan konsep ideal tentang pendidikan, perumusan desain kurikulum, persiapan pendidik dan tenaga kependidikan, serta sarana dan prasarana, tata kelola pelaksanaan kurikulum, termasuk pembelajaran, dan penilaian pembelajaran, (Anita Lie, 2012). Atas dasar itu Pelatihan Kurikulum 2013 menjadi langkah awal yang sangat penting untuk mempercepat pemahaman dalam mengimplementasikan kurikulum tersebut.
Sebagai bagian penting dalam unsur pendidik dan tenaga kependidikan, Pengawas Sekolah memiliki peran dan fungsi yang strategis dalam menyukseskan implementasi Kurikulum 2013 ini. Oleh karena itu, Pengawas Sekolah dituntut memiliki sikap, keterampilan, serta pengetahuan yang relevan dengan upaya peningkatan wawasan, pengetahuan dan keterampilan, serta perubahan sikap para guru dalam mengimplementasikan Kurikulum 2013. Melalui kegiatan supervisi manajerial dan supervisi akademis yang dilakukannya, perubahan tersebut diharapkan dapat terwujud.
Untuk mengetahui hasil-hasil pendampingan implementasi Kurikulum 2013 yang telah dilakukan oleh Pengawas Sekolah, sebagai tindaklanjut kegiatan In Service Learning 1, sekaligus memberikan pembekalan terkait perkembangan pelaksanaan Kurikulum 2013, diselenggarakan Kegiatan In Service Learning 2. Melalui kegiatan ini, berbagai permasalahan yang muncul terkait implementasi Kurikulum 2013, dapat digali, didiskusikan, dan dicari solusinya. Disamping itu, melalui kegiatan ini pula, berbagai informasi tambahan terkait Kurikulum 2013.
B.     Landasan Hukum
1.      Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
2.      Undang-undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Nasional Tahun 2005-2025;
3.      Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru Dan Dosen;
4.      Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2008 Tentang Guru
5.      Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2013 tentang  Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005;
6.      Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 54 tahun 2013 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah;
7.      Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 65 tahun 2013 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah;
8.      Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 66 tahun 2013 tentang Standar Penilaian Pendidikan;
9.      Peraturan Menteri Pendidikan Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 67 Tahun 2013 Tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah;
10.  Peraturan Menteri Pendidikan Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 68 Tahun 2013 Tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah;
11.  Peraturan Menteri Pendidikan Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 69 Tahun 2013 Tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah;’
12.  Peraturan Menteri Pendidikan Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 70 Tahun 2013 Tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan;
13.  Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 71 Tahun 2013 Tentang Buku Teks Pelajaran dan Buku Panduan Guru Untuk Pendidikan Dasar Dan Menengah;
14.  Peraturan Menteri Pendidikan Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 81A Tahun 2013 Tentang Implementasi Kurikulum;
15.  Peraturan Kepala Lembaga Administrasi Negera Republik Indonesia No.18 Tahun 2010, tentang Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan Pelatihan.

C.    Tujuan
Tujuan umum Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 adalah  meningkatkan kemampuan Pengawas Sekolah dalam melakukan supervisi untuk menjamin terlaksananya implementasi Kurikulum 2013 secara efektif dan efisien di sekolah.
Tujuan khusus pelatihan InService Learning 2 ini adalah agar Pengawas Sekolah mampu:
1.      Memahami konsep dan perkembangan implementasi Kurikulum 2013 sesuai dengan kebijakan dan pembaharuan kurikulum dari berbagai aspek.
2.      Melakukan supervisi pembelajaran sesuai dengan tuntutan dan karakteristik Kurikulum 2013;
3.      Meningkatkan kemampuan dalam mengelola kurikulum secara komprehensif di sekolah.

D.    Hasil yang Diharapkan
Pada akhir Pelatihan, peserta diharapkan dapat melakukan supervisi pelaksanaan Kurikulum 2013 sesuai konsep serta pengelolaan pembelajaran pada jenjang dan satuan pendidikan.
Indikator keberhasilan Pelatihan ini adalah:
1.      Tersosialisasikannya konsep dan perkembangan implementasi Kurikulum 2013, meliputi pengembangan pendekatan dan strategi pembelajaran, pelaksanaan penilaian pendidikan dan penulisan buku laporan pendidikan, penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), pengelolaan kurikulum dan supervisi akademik, serta strategi pendampingan Kurikulum 2013 sebagai tindaklanjut kegiatan In Service Learning 2;
2.      Tergalinya berbagai permasalahan implementasi Kurikulum 2013 di satuan pendidikan;
3.      Terumuskannya solusi terhadap berbagai permasalahan implementasi Kurikulum 2013 di satuan pendidikan;
4.      Tersusunnya laporan pelaksanaan pendampingan Implementasi Kurikulum 2013.

E.     Sasaran Peserta
Sasaran In Service Learning 2 Implementasi Kurikulum 2013 , yaitu Pengawas Sekolah sasaran yang telah mengikuti In Service Learning 1 dan telah melaksanakan pendampingan.


BAB II
PELAKSANAAN

A.      Strategi Pelaksanaan
Pelatihan In Service Learning 2 Implementasi Kurikulum 2013 dilaksanakan dengan tahapan sebagai berikut:
1.      Persiapan, mencakup formulasi program Pelatihan, penyusunan dan penentuan struktur program, penyiapan bahan Pelatihan, dan penentuan peserta.
2.      Pembekalan Instruktur Nasional. Pada tahap ini, peserta akan mendapatkan informasi, model, dan perkembangan Implementasi Kurikulum 2013 sebagai bahan dalam melakukan kegiatan In Service Learning 2. Peserta yang mengikuti pembekalan ini adalah Instruktur Nasional dari 12 PPPPTK, masing-masing sebanyak 4 orang mewakili jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK.
3.      In Service Learning 2. Pada tahap ini, peserta akan menyampaikan hasil pendampingan implementasi Kurikulum 2013 sesuai Rencana Tindak Lanjut atau hasil OJL 1 untuk mengetahui tingkat keberhasilan dari implementasi Kurikulum 2013, serta berbagai kendala yang dihadapi. Setiap peserta wajib menyerahkan portofolio dan mempresentasikannya. Presentasi dapat dilakukan di dalam kelompok, misalnya jika jumlah peserta 40 orang per kelas, maka dapat dibagi menjadi 4 atau 5 kelompok. Kesimpulan di masing-masing kelompok, menjadi laporan kelompok kelas.
4.      On the Job Learning 2 (OJL 2). Kegiatan ini merupakan kegiatan lanjutan dari OJL 1, dan In Service Learning 2. Peserta wajib menyelesaikan seluruh kegiatan yang telah direncanakan pada RTL. Pada OJL 2 kegiatan pendampingan dilakukan sebanyak 3 (tiga) kali ke sekolah sasaran.
5.      Pelaporan. Setelah seluruh kegiatan OJL 1 dan 2 selesai dilaksanakan, peserta diwajibkan menyusun laporan yang dilengkapi dengan bukti-bukti hasil kegiatan dan dikirim ke PPPPTK sebagai penyelenggara diklat.

Lengkapnya silahkan Bapak guru dan Ibu guru klik    DOWNLOAD
Semoga pedoman pelatihan kurikulum 2013 bagi pengawas sekolah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. dan terima kasih sudah berkunjung ke wirajunior blog.
Bagikan :
+
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "DOWNLOAD PEDOMAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 BAGI PENGAWAS SEKOLAH "

PageRank

PageRank for wirajunior.blogspot.com
 
Template By Kunci Dunia
Back To Top