SILABUS DAN RPP BLOG

RPP lengkap Kurikulum 2013 dan KTSP

KURIKULUM 2013 BELUM DAPAT JAMINAN DARI PEMERINTAH BARU

Assalamualaikum wr wb...Persiapan implementasi Kurikulum 2013 oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) masih labil. Pemicunya sampai saat ini belum ada jaminan dari calon pemimpin pemerintah baru untuk kelanjutan Kurikulum 2013 itu.

Sepekan terakhir, akses informasi kurikulum baru semakin terbatas. Hanya Mendikbud Mohammad Nuh dan Kepala Pusat Informasi dan Humas (PIH) Ibnu Hamad yang bersedia memberikan keterangan ke publik. Jajaran eselon I lainnya mulai dari wakil Mendikbud hingga para direktur jenderal (dirjen) enggan berkomentar.

Sumber di internal Kemendikbud menyebutkan bahwa persiapan implementasi kurikulum baru tahun ini benar-benar menguras tenaga. "Karena sekarang statusnya masih 50:50," paparnya.
Sebab sampai saat ini Kemendikbud belum mendapatkan jaminan apakah pemerintah di bawah Presiden baru nanti akan melanjutkan Kurikulum 2013 ini.

Kondisi yang serba belum pasti itu memperparah kasus-kasus sebelumnya. Seperti keterlambatan pendistribusian buku kurikulum baru ke sekolah. Hingga molornya jadwal pelatihan kurikulum baru untuk para guru.

Dikonfirmasi terpisah Kepala PIH Kemendikbud Ibnu Hamad mengatakan tidak benar bahwa Kemendikbud gamang melanjutkan Kurikulum 2013. "Kami masih on the track," ujarnya kemarin.

Ibnu lantas menjelaskan kejadian paparan perkembangan kurikulum baru yang hanya menghadirkan Mendikbud Mohammad Nuh, tanpa didampingi para pejabat eselon I beberapa Senin lalu (21/7). Guru besar Universitas Indonesia itu mengatakan, saat itu seluruh pejabat eselon I sedang konsentrasi dengan tugasnya masing-masing.
Dia menampik bahwa kehadiran Menteri yang seorang diri itu merupakan wujud dari tertutupnya akses informasi implementasi kurikulum baru di Kemendikbud.

Menurut dia sampai saat ini memang belum ada jaminan dari pemerintah baru nanti apakah akan melanjutkan kurikulum baru. "Pendekatannya tidak seperti itu," ujarnya. Intinya Ibnu mengatakan Kemendikbud sudah memastikan penyediaan anggaran implementasi Kurikulum 2013 dalam APBN 2015.

"Kalaupun nanti pemerintah baru akan merevisi kurikulum, tidak akan seketika diubah. Pasti ada diskusi-diskusi dulu," jelasnya. Ibnu yakin ketika presiden baru nanti dilantik, tidak akan langsung merevisi kurikulum 2013.
Dia berharap masyarakat, khususnya pelaku pendidikan, tidak perlu resah terkait perkembangan terkini tentang implementasi kurikulum baru di tahun pelajaran 2014/2015

Penerapan Kurikulum 2013 di madrasah lelet. Hal itu karena ketidaksiapan Kementerian Agama (Kemenag) menyosialisasikannya. Penegasan itu disampaikan pengamat pendidikan  Ending Bahruddin, kemarin.
  
“Kondisi berbeda terjadi di tingkat madrasah, sejatinya penerapan Kurikulum 2013 ini mulai diterapkan di tahun ini, tapi faktanya sosialisasi pun belum rampung,” keluh pria yang juga Rektor Universitas Ibn Khaldun (UIKA) ini.
  
Lambannya sosialisasi itu, lanjutnya, terutama di sekolah swasta. Terlebih, hampir 80 persen madrasah di Kota Bogor adalah sekolah swasta. Padahal, seluruh sekolah seharusnya sudah mulai menerapkan.
  
Sekolah, lanjutnya, seakan jadi korban. Sebab, guru yang merupakan faktor utama keberhasilan kurikulum terbaru itu belum sepenuhnya paham.
  
“Saya sempat menanyakan ke beberapa guru, masih banyak yang belum paham, baik tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI) hingga Madrasah Aliyah (MA),” katanya.
  
Namun, Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Kota Bogor Ade Sarmili membantah tudingan ketidaksiapan itu. Ia mengakui bila Kurikulum 2013 untuk tingkat madrasah terlambat satu tahun dibandingkan sekolah umum.
  
“Itu terjadi karena ada lima mata pelajaran yang harus digarap penuh oleh Kemenag, antara lain Fiqih dan Quran Hadits,” bebernya.
  
Dengan begitu, madrasah pun siap untuk menerapkan Kurikulum 2013, mengingat aspek infrasturktur yang sudah rampung, seperti guru yang sudah melakukan pelatihan, dan mengikutsertakan guru dalam bimbingan teknis (bimtek).
  
“Selain itu ada juga beberapa madrasah yang melakukan bimtek secara mandiri untuk menyambut penerapan Kurikulum 2013,” katanya.
  
Tahun ini, kata Ade, hanya beberapa kelas yang menggunakan Kurikulum 2013, seperti MI kelas I dan IV, MTs kelas VII, dan tingkat MA kelas X. Untuk menyiasati belum seluruh guru melakukan pelatihan, maka seluruh sekolah diberikan hak untuk menyelenggarakan in house training.
  
“Dan ada baiknya setiap guru yang sudah melakukan bimtek tidak berpindah mata pelajaran ataupun kelas mengajar,” ungkapnya.
  
Selain itu, kata dia, bagi guru TIK penerima tunjangan profesi guru (TPG) yang dihapuskan jam mata pelajarannya di Kurikulum 2013, tidak perlu khawatir. Kemenag sudah membuat alternatif, seperti dengan menjadi Guru Pamong Teknologi dan Informasi (TI).
  
“Setelah menjadi guru pamong itu kemudian membimbing 150 murid, substansi dari pembelajarannya tetap ada, hanya tidak dimasukkan ke dalam struktur Kurikulum 2013,” ungkapnya.
  
Berbeda dengan guru yang jam mata pelajarannya dikurangi, seperti guru Bahasa Inggris, awalnya enam jam, menjadi empat jam. Maka, guru tersebut dibolehkan mengajar di sekolah lain, namun harus dengan mata pelajaran yang sama.
  
“Berbeda tingkat pun tidak masalah, misal mengajar Bahasa Inggris di tingkat MI dan tingkat MTs, tetap akan dihitung jam mengajarnya dan masih berhak mendapatkan TPG,” katanya.
Untuk itu, kata Ade, bagi guru yang mata pelajarannya dihapus atau malah berkurang, jangan khawatir, karena pemeintah sudah menyiapkan berbagai alternatif agar TPG-nya masih bisa diberikan. 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan semoga dapat bermanfaat untuk kita semua.......

Bagikan :
+
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk " KURIKULUM 2013 BELUM DAPAT JAMINAN DARI PEMERINTAH BARU"

PageRank

PageRank for wirajunior.blogspot.com
 
Template By Kunci Dunia
Back To Top