SILABUS DAN RPP BLOG

RPP lengkap Kurikulum 2013 dan KTSP

"Klinik Guru" Solusi Atasi Kendala Kurikulum 2013

Kurikulum 2013 yang sudah berjalan, namun kenyataanya belum bisa dipahami sepenuhnya oleh guru pengajar.

Masih banyak guru yang belum tahu penerapan kurikulum 2013, meskipun pembekalan melalui pelatihan dan pendampingan sudah diberikan.

Ketua Unit Implementasi Kurikulum (UIK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Tjioto Sumadi, menjelaskan, hal itu terlihat dari banyaknya pertanyaan yang masuk ke kantornya.




"Sampai hari ini sudah masuk puluhan ribu pertanyaan dari lebih dari 3.000 guru yang disampaikan melalui UIK selama kurikulum 2013 tersebut diimplementasikan," jelasnya  kepada wartawan saat Lokakarya Kurikulum 2013 dan Pengembangan Klinik Guru di Kota Solo, Jawa Tengah, Senin (6/10/2014).

Lebih lanjut, Tjioto menjelaskan, jenis pertanyaannya banyak sekali. Mulai dari hal sederhana hingga meminta contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

"Padahal RPP setiap daerah berbeda karena pembelajarannya berbasis lingkungan yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing daerah," tegasnya. 

Dia mencontohkan, pembelajaran di Solo dengan Kalimantan sangat berbeda karena lingkungannya juga berbeda. Sedangkan RPP sendiri adalah dasar pelaksanaan kurikulum 2013.

"Meski banyak guru yang memahami hal tersebut, bukan berarti mereka tidak siap. Harus dibedakan antara-siap dan tidak tahu, sebab kurikulum 2013 ini bukan sesuatu yang benar-benar baru karena merupakan penyempurnaan dari kurikulum sebelumnya,” jelasnya panjang lebar.

Kemendikbud telah menyiapkan kurikulum 2013 sejak 2010 lalu. Jadi kurikulum tersebut melalui perencanaan yang matang.

Dirinya menolak, jika kurikulum tersebut dikatakan sebagai karya Bandung Bondowoso yang tercipta dalam jangka waktu singkat.

Tjioto mengakui, jika penerapan yang terjadi di daerah masih banyak kendala, seperti penyiapan buku ajar yang membutuhkan waktu lama.

Saat ini, lajut Tjioto, anak SD tidak perlu membawa buku dalam jumlah banyak tiap berangkat sekolah. Cukup membawa dua buku yang terdiri dari satu buku tulis dan satu buku bacaan karena sudah terintegrasi dan tematik.

Singapura juga membutuhkan waktu lama untuk menerapkan kurikulum sejenis, sehingga dibutuhkan pelatihan dan pendampingan hingga evaluasi terhadap pelaksanaan kurikulum 2013.

Untuk mengatasi hal tersebut, Pembantu Dekan I FKIP UNS, Prof Sajidan memberikan solusi yakni pendampingan bagi guru dibuatlah Klinik Guru, seperti yang dilakukan di FKIP Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo.

"Melalui klinik tersebut, guru bisa melakukan konsultasi dan mengajukan pertanyaan seputar kurikulum 2013," jelasnya.

Prof Sajidan mengungkapkan, konsultasi bisa dilakukan langsung dengan mendatangi kampus atau bisa melalui online. Memang masih banyak guru yang belum siap dan belum tahu soal kurikulum 2013 ini

Kurikulum 2013 menghadirkan beberapa perubahan mendasar tentang persepsi cara pembelajaran di sekolah. Jika sebelumnya siswa terpaku dengan proses pengajaran searah dari guru, kini mereka bisa menjadi subjek yang langsung melakukan pengamatan terhadap materi pembelajaran.

Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) Musliar Kasim menjelaskan bahwa ada beberapa tahapan dalam proses implementasi Kurikulum 2013. Puncak yang hendak dicapai adalah kemampuan dalam berkomunikasi.

"Pertama mengamati, menanya, diskusi dan berkomunikasi. Kalau bisa dicoba (dipraktekkan), kenapa komunikasi? Karena kompetensi masa depan adalah kemampuan berkomunikasi," ucapnya saat memberikan seminar "Kebangkitan Bersama Mencerdaskan Pendidikan Tertinggal" di Hotel Bumi Karsa Bidakara, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (18/9/2014).

Keunikan Kurikulum 2013, tambahnya, adalah sistem discovery learning yang mendorong siswa untuk membentuk kelompok diskusi dan mencari tahu tentang berbagai hal di sekitarnya.

"Dahulu siswa mengagadap ke depan, sekarang anak tidak menghadap ke depan tapi sudah pakai kelompok, mengamati objek langsung, teks dan gambar," bebernya.

Selain menghadirkan Wamendikbud, seminar yang diadakan Dikti Kemendikbud juga mengundang Wakil Presiden Indonesia Boediono yang akan berbicara di depan sekira 1.500 peserta program Sarjana Mengajar di daerah Terpencil, Terluar, Tertinggal .
Sumber : http://news.okezone.com/

Bagikan :
+
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk ""Klinik Guru" Solusi Atasi Kendala Kurikulum 2013"

PageRank

PageRank for wirajunior.blogspot.com
 
Template By Kunci Dunia
Back To Top